Selasa, 20 Januari 2009

Sepuluh Strategi dalam Belajar

Sepuluh Strategi dalam Belajar

Seorang siswa akan memperoleh prestasi yang memuaskan apabila ia menyadari, bertanggung jawab, dan mengetahui cara belajar yang efisien. Penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli psikologi, maupun oleh penulis sendiri, menunjukkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam prestasi belajar antara siswa yang secara efekti menggunakan strategi dalam belajar dengan siswa yang tidak menggunaknnya. Cara belajar yang tepat akan mencapai hasil yang memuaskan dan cara yang tidak tepat akan mencapai hasil yang kurang memuaskan. Oleh sebab itu, penggunaan strategi dalam belajar perlu dimiliki oelh setiap siswa pada semua tingkatan.

Dalam proses belajar, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan, pengaturan diri dalam belajar merupakan suatu pendekatan yang penting. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa lingkungan pun tidak menjamin proses belajar dapat berjalan dengan baik, tanpa diiringi perilaku-perilaku yang dapat mendukung proses belajar. Jadi, dalam hal ini, pengaturan diri dalam belajar dipusatkan pada bagaimana para siswa secara aktif mengatur dan mendukung proses belajar sendiri.

Beberapa ahli psikologi telah melakukan srangkaian penelitian tentang penggunaan strategi-strategi pengaturan diri dalam belajar terhadap sejumlah siswa di tingkat dasar maupun lanjutan untuk menggali pengalaman mereka dalam menggunakan strategi belajar (penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara berstruktur). Dari hasil wawancara diperoleh berbagai strategi dalam belajar yang umumnya dilakukan para siswa, yaitu:

1. Evaluasi diri (penilaian diri)

Siswa mempunyaiprakarsa sendiri untuk menilai kualitas atau kemajuan pekerjaan mereka sendiri.

2. Mengorganisasi dan mengubah

Siswa mempunyai prakarsa sendiri untuk mengatur kembali bahan-bahan pelajaran untukmemperbaiki cara belajarnya sendiri.

3. Menentukan rencana dan tujuan.

Menentukan rencana dan tujuan yang menyangkut penentuan terget untuk melengkapi tugas/kegiatan belajar.

4. Mencari informasi

Usaha siswa untuk mendapatkan informasi dari suber-sumber nonsosial (tertuis) ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah.

5. Mencatat dan memonitor

Usaha siswa untuk merekam kejadian-kejadian atau hasil-hasil belajar.

6. Mengatur lingkungan

Usaha siswa untuk memilih atau mengubah lingkungan belajar agar dapat belajar dengan baik .

7. Konsekuensi diri

Menunjuk pada rencana atau imajinasi siswa tentang hadiah atau hukuman yang akan diberikan untukkeberhasilan atau kegagalan didri sendiri.

8. Mengulang danmengingat

Usaha siswa untukmengingat bahan-bahan dalam bentuk latihan dalam hati maupun bukan.

9. Mencari bantuan

Usaha siswa untuk mencari bantuan dari teman sebaya, atau guru maupun orang dewasalainnya dalam kegiatan belajarnya.

10. Mereview/menelaah catatan/tes/bukupelajaran

Usaha siswa untuk membaca kembali catatan, tes yang sudah lalu, maupun buu-buku pelajaran untukmenghadapai pelajaran di kelas maupun untuk menghadapi ulangan.

Dengan menggunakan strategi-strategi belajar tersebut, diharapkan siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Guru atau orang tua, sebagai pendidik dapat menerapkan strategi-strategi tersebut dalam proses belajar siswa melalui bimbingan secara bertahap. Dengan seringnya guru atau orang tua membimbing siswa / anak malakukan pengaturan diri dalam belajar, siswa atau anak akan terbiasa melakukan strategi belajar tanpa bimbingan lagi. Keadaan ini akan menguntungkan guru / orang tua maupun siswa sendiri dalam proses belajar mereka, sehingga siswa akan memperlihatkan potensinya yang maksimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar