<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199</id><updated>2011-08-24T04:35:52.356-07:00</updated><category term='Kurikulum'/><category term='Kesehatan'/><category term='Sastra'/><title type='text'>PRABAWA  ARETA</title><subtitle type='html'>Wahana Pendamping Pemerhati Ide</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-1045895786701962714</id><published>2009-01-20T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T07:05:40.001-08:00</updated><title type='text'>Cerpen : Malam Seribu Bulan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Malam Seribu Bulan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Matahari mulai meninggi, tapi Jumadi masih bergelung di tempat tidur.Ia sangat enggan untuk bangun karena Lebaran tinggal sepuluh hari lagi,dan denyut kemeriahan orang-orang untuk menyambutnya sudah begitu terasa.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;DUA hari ia kelayapan mengunjungi mal-mal, pasar-pasar tradisional, orang-orang yang berbelanja begitu menyemut. Sedangkan aku? Bah! Aku belum punya apa-apa untuk menyenangkan anak istriku. Jumadi berdegut, menelan ludah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pahitnya ludah karena sedang berpuasa, sepahit jalan hidup yang kini tengah ia lakoni. Karena sudah hampir setahun ini ia jadi pengangguran.Dan karena itu pula ia merasa sangat sedih. Untuk menghilangkan rasa sedih itulah, Jumadi mencoba mengalihkannya dengan tidur sepanjang hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tapi baru saja ia menarik sarung untuk menutupi tubuhnya agar tidurnya lebih nyaman, pintu kamar tidurnya dibuka dengan kasar, bersamaan dengan itu terdengar pula istrinya berseru: ”Mas, bangun dong, Mas! Jalan sana, cari kerja. Jangan molor melulu. Mumpung masih ada waktu.Jangan sampai Lebaran nanti kita tidak membuat ketupat sayur. Malu Mas, maluu… sama tetangga,” sang istri ngomel panjang lebar sambil menimang-nimang anaknya yang terkecil, yang baru berusia sepuluh bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sesaat emosi Jumadi meluap.Tapi ketika ia menatap wajah istrinya yang kurus dan pucat, rasa marah itu lumer, berganti dengan rasa iba. Bahkan ia merasa berdosa, karena tak dapat menafkahi istri dan ketiga anaknya secara layak. Ia pun merasa, tuntutan istrinya itu wajar adanya. Perlahan-lahan Jumadi bangkit dari tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perlahan-lahan pula ia menggerakgerakkan tubuh untuk menghilangkan rasa pegal karena terlalu banyak tidur.Kemudian, ia melangkah ke teras depan rumah. Ia duduk di kursi bambu yang sudah reyot. Tatapannya menerawang ke depan, membentur bangunan-bangunan gedung yang kukuh dan mencakar langit.Jumadi menghela napas berat.Hatinya serasa teriris.”Ya Allah, mengapa harus ada orang yang terlalu kaya, ketika masih teramat banyak orang yang terlalu miskin?”keluhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ia menyapukan pandangannya ke sekeliling: Rumah-rumah berdempetdempet, berdinding tripleks yang koyakmoyak. Beratap tambal sulam, antara genting dan potongan-potongan seng bekas. Dikelilingi got-got mandek.Kumuh. Sedangkan di depan sana, di pinggir jalan protokol, gedung-gedung perkantoran berdiri megah. Angkuh! Tak pernah sekali pun Jumadi berhasil memasuki salah satu gedung yang mewah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pernah sekali tempo Jumadi melamar kerja di salah satu perusahaan yang berkantor di sebuah gedung yang megah itu, karena ia mendengar dari salah satu tetangganya ada lowongan. Tapi baru memasuki lantai dasar, langkahnya sudah ditahan satpam. ”Keperluan Bapak?” tanya satpam, galak. ”Melamar kerja, Pak,” jawab Jumadi sesopan mungkin. ”Di sini tak ada lowongan,”suara satpam tetap galak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Tapi saya dengar ada lowongan, Pak,” Jumadi menyebut nama sebuah perusahaan. Sang satpam mengangguk-angguk. ”Boleh Pak, saya menemui pimpinan perusahaan itu?” suara Jumadi penuh permohonan. ”Oh maaf Pak, hal itu tidak diperbolehkan oleh peraturan di gedung ini,” kali ini suara satpam sedikit lunak. ”Silakan lamaran Bapak tinggal di sini, dan tunggu panggilan.” Tak ada pilihan lain bagi Jumadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dengan terpaksa ia menuruti kehendak sang satpam.Tapi sampai kini, setelah tiga bulan berlalu panggilan kerja itu tak kunjung tiba! Ingat akan hal itu dada Jumadi serasa sesak.Kesal. Muak! Jumadi menghentakkan kakinya ke lantai yang terbuat dari semen. Kerja! Alangkah sulit didapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Padahal, ia pernah kuliah di Akademi Perindustrian. Pengalaman kerja ia punya, karena ia pernah bekerja di pabrik sepatu sebagai kepala bagian produksi.Tapi hal itu rupanya bukan jaminan untuk dengan mudah kembali mendapatkan kerja.Semua pabrik dan kantor yang ia datangi untuk melamar kerja selalu menolak dengan bahasa yang sama: ”Belum ada lowongan. Karena krisis belum berakhir…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;” Krisis! Krisis! Kapan krisis akan berakhir di negeri ini?! Jumadi menghela napas panjang. Kini rasa sesal memenuhi rongga dadanya. Menyesali sikapnya dulu yang memimpin teman-temannya berunjuk rasa menuntut kenaikan gaji.Dan karena hal itu, ia dipecat dari tempatnya bekerja. ”Selamat siang,Pak Jumadi,” sebuah suara tiba-tiba mengejutkan lamunannya. Jumadi tergagap kaget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Oh, Pak Ayub,” Jumadi berusaha tersenyum.”Mau ke mana,Pak, kok kelihatan rapi?” ”Ah, nggak ke mana-mana. Mau ngontrol rumah-rumah ini saja.Takut ada yang bocor.Sudah hampir Lebaran,ya?” Jumadi tersenyum kecut.Ucapan Pak Ayub itu jelas mengingatkannya: Bahwa selesai Lebaran nanti habis sudah masa kontrak rumah yang ia tempati. Itu artinya: ia harus menyediakan uang Rp750.000 jika masih ingin menempati rumah petak itu. ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Belum lama Pak Ayub berlalu, dengan berlari-lari muncul kedua anaknya,Agus dan Budi. Dengan napas masih terengahengah, keduanya menceritakan bahwa teman- teman mereka sudah pada dibelikan baju baru,celana baru,dan sepatu baru. ”Baju Angga bagus sekali, Pak. Ada gambar Spiderman-nya. Belinya di Pasar Minggu.Budi belikan baju seperti itu ya, Pak?” kata anaknya yang kedua sambil menarik-narik lengan bajunya. Jumadi terdiam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dadanya serasa tertohok. Ia tak tahu jawaban apa yang harus diberikan pada anaknya, sosok kecil yang belum mengerti nasib dan penderitaan hidupnya. ”Kapan Budi dibelikan baju untuk Lebaran,Pak?” tanya anak itu lagi. ”Beli sekarang saja, Pak,” timpal Agus,anaknya yang pertama. ”Iya,Pak. Lebaran kan tinggal sebentar lagi?” sambung Budi dengan suara sedikit merengek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Sabar ya, Nak. Sabaarr…,” Jumadi mengelus-elus kepala kedua anaknya. ”Besok Bapak belikan. Sekarang kalian main lagi, sana!” Kedua bocah itu mengangguk puas. Lalu kembali berlari,bergabung dengan teman-temannya bermain petak umpet. *** Seminggu menjelang Lebaran, Jumadi sengaja datang ke pabrik sepatu bekas tempatnya bekerja dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hampir sembilan tahun bekerja mengabdi di pabrik sepatu itu, ia tahu persis; tunjangan hari raya selalu dibagikan seminggu menjelang Lebaran.Jumadi membuang jauhjauh rasa malu dari hatinya.Ia akan mencoba pinjam uang pada bekas rekan-rekan kerjanya, terutama pada Karjo yang dulu merupakan sahabat kentalnya. Tapi Jumadi hanya bisa gigit jari. Uang pinjaman itu tak ia dapatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Menurut bekas rekan-rekan kerjanya, THR tahun ini hanya dibayar separuh dari yang biasa mereka terima, dengan alasan perusahaan merugi, akibat krisis yang masih membelenggu negeri ini. Jumadi terpekur. Wajahnya menyiratkan rasa putus asa yang dalam. Sebagai sahabat lama,Karjo merasa iba. Tapi ia hanya bisa memberi saran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Dulu kau pernah bilang, punya saudara sepupu yang cukup berhasil di Bogor. Karena dia punya bengkel motor dan usaha kios di pasar. Mengapa tak kau coba minta tolong padanya, Jum?” kata Karjo hati-hati, mencoba menyelami perasaan Jumadi. Jumadi mengangkat wajah, menatap sahabat lamanya itu, lekat-lekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Wah,benar saranmu itu,Jo,”senyum Jumadi. Ada pijar harapan di bola matanya. ”Ya akan kucobalah, walau sesungguhnya antara aku dan dia ada sedikit perselisihan.” Karjo menyelipkan selembar uang dua puluh ribuan di telapak tangan kanan Jumadi. Dan dengan uang itu Jumadi pergi ke Bogor. Tanpa banyak basa-basi, di hadapan Respati, saudara sepupunya itu, Jumadi mengutarakan keluh kesahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tapi Respati hanya tertawa mendengar penuturan Jumadi,tawa mengejek,yang membuat Jumadi semakin merasa tertohok. ”Jum, Jum, waktu sekolah dulu kau mengejekku. Sekolah STM adalah sekolah calon kuli. Dan kau katakan pula, menelan mentah-mentah wejanganwejangan para ulama di desa kita, sama dengan percaya ilmu klenik. Sekarang hasilnya?” Respati kembali tertawa. Jumadi diam, tak bereaksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Makanya, jadi orang itu jangan terlalu sombong. Usaha, ikhtiar itu wajib. Tapi, minta bantuan orang pintar itu juga perlu. Kau tahu, keberhasilan yang aku dapat sekarang ini,adalah berkat dari hasil usaha, kerja keras serta bantuan orang-orang pintar,” Respati berkhotbah panjang lebar. Jumadi masih membisu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Aku hanya bisa mengingatkanmu,” kata Respati pula. ”Di antara malammalam ganjil menjelang Lebaran, ada satu malam yang disebut malam lailatul kadar.Malam yang penuh rahmat,malam seribu bulan.Sekarang masih ada kesempatan. Cobalah kau berdoa di alam terbuka, lebih baik lagi di tepi pantai. Siapa tahu akan kau dapatkan rahmat malam lailatul kadar itu…” ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Malam 27 Ramadan. Langit Jakarta rata tertutup awan hitam.Angin bertiup kencang, mengiris alam, meningkah malam. Sedangkan kilat dan halilintar saling bersahutan, sebagai pertanda hujan yang deras akan segera mengguyur bumi. Tapi hal itu tak dihiraukan Jumadi. Mengenakan peci hitam dan tasbih tergenggam di tangan kanan, ia siap keluar rumah.Diam-diam Jumadi memang telah termakan oleh saran dari Respati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Mau pergi ke mana Mas, malam mendung begini?” tegur istrinya. ”Mau ke tepi pantai Ancol, berdoa, menunggu datangnya rahmat malam lailatul kadar,” kata Jumadi mantap. ”Jangan mengkhayal, Mas. Malam lailatul kadar hanya diturunkan Allah bagi orang yang menjalankan ibadah puasa dan amalan-amalan sunah dengan baik selama Ramadan. Puasa saja nggak bener. Berapa kali kau batal? Tarawih juga hanya tiga kali, kok ingin dapat rahmat malam lailatul kadar!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;”Sudah, jangan berkhotbah!” suara Jumadi meninggi. Sang istri diam. Ia telah hafal tabiat suaminya, yang tak bisa dibantah kalau sudah punya kemauan. Sampai di tepi pantai, hujan turun dengan lebatnya. Halilintar saling bersahutan. Tapi Jumadi tak gentar. Dengan khusyuk, ia baca wirid sebisanya dengan hitungan tasbih yang berputar di tangan kanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Setelah dirasa cukup,Jumadi menadahkan kedua belah telapak tangannya, berdoa dengan bahasa yang paling ia pahami, memohon turunnya rahmat pada Yang Mahakuasa. Entah berapa lama ia melakukan hal itu.Tubuhnya telah bergetar, menggigil tanpa ia sadari. Sampai tiba-tiba ada sebuah Xenia berhenti di dekatnya. Dengan kaca pintu sedikit terbuka, pengendara Xenia itu berteriak-teriak menegur Jumadi.Tapi Jumadi tak mendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pada panggilan kesepuluh, baru Jumadi sadar, ada orang yang menyapanya. Ia pun segera menengok menatap pengendara Xenia itu. ”Bapak sedang apa?” tanya pengendara Xenia. ”Berdoa, menunggu lailatul kadar,” sahut Jumadi. ”Kenapa Bapak melakukannya di tepi pantai saat hujan lebat begini?” ”Karena saya yakin, di tepi pantailah lailatul kadar akan turun.Dan saya ingin sekali mendapatkannya. Lebaran tinggal tiga hari lagi, sedangkan saya belum punya persiapan apa pun untuk anakanak dan istri saya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lelaki pengendara Xenia itu terdiam. Rasa iba melumuri hatinya. ”Kalau begitu mari ikut ke rumah saya, Pak,” katanya kemudian. ”Mungkin saya dapat memberi sesuatu yang Bapak perlukan untuk menyambut Lebaran nanti.” Tanpa berpikir dua kali, Jumadi menuruti ajakan pengendara Xenia itu. Dan dalam hati ia bersyukur, tapi juga bertanya-tanya: ”Inikah yang disebut malam lailatul kadar itu? Malam Seribu bulan itu? Inikah…??”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-1045895786701962714?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/1045895786701962714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-malam-seribu-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1045895786701962714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1045895786701962714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-malam-seribu-bulan.html' title='Cerpen : Malam Seribu Bulan'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-1458828434384243400</id><published>2009-01-20T06:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:59:58.878-08:00</updated><title type='text'>Biografi : JS Badudu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jusuf Sjarif Badudu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;Biografi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Jusuf Sjarif Badudu, lebih dikenal dengan nama J. S. Badudu, lahir di Gorontalo pada tanggal 19 Maret 1926. Dalam usia tiga belas tahun (1939) Badudu manamatkan Sekolah Rakyat di Ampana, Sulawesi Tenggara. Kemudian, ia mengikuti kursus Volksonderwijser/CVO di Luwuk, Sulawesi Tenggara (1941). Tahun 1949 ia menyelesaikan pendidikan Normaal School di Tertena, Sulawesi Tenggara. Ia melanjutkan sekolah di KweekschooI/SGA, Makassar, Sulawesi Selatan dan tamat pada tahun 1951. Tahun 1955 ia menyelesaikan pendidikan B.1 Bahasa Indonesia di Bandung dan menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, Bandung (1963). Tahun 1971Â—1973 Badudu melanjutkan pendidikan pada Postgraduate Linguistics di Leidse Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Tahun 1975 ia memperoleh gelar Doktor Ilmu Sastra dengan pengkhususan linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta, melalui disertasi yang berjudul Morfologi Kata Kerja Bahasa Gorontalo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Sebagai orang yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan bahasa Indonesia, Badudu telah mengabdikan diri sebagai guru sejak usia 15 tahun 5 bulan. Ia menjadi guru sekolah dasar di Ampana, Sulawesi Tengah hingga tahun 1951. Pada tahun 1951Â—1955 ia menjadi guru SMP di Poso, Sulawesi Tengah, dan pada tahun 1955Â—1964 menjadi guru SMA di Bandung. Ia juga pernah menyumbangkan tenaga sebagai dosen di Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1965 Â–1991. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Tahun 1982Â—sekarang, Badudu menjadi guru besar linguistik pada Program Pascasarjana (S2 dan S3) Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Pendidikan Bandung (dulu IKIP Bandung). Ia juga menjadi guru besar di Universitas Pakuan Bogor pada tahun 1991Â—sekarang dan di Universitas Nasional Jakarta pada tahun 1994Â—sekarang (tidak aktif memberikan kuliah, tugas diserahkan kepada asisten). Ia juga pernah, selama tiga tahun, menatar guru-guru sekolah dasar di enam provinsi (Sumatra Barat, D. I. Aceh, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan D.I. Yogyakarta) dalam proyek PEQIP (Prelimenary Education Quality Improvement Project), sebuah lembaga bantuan Jerman yang bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional). Tahun 1995Â—1997, ia mengunjungi setiap provinsi itu 2 kali dalam setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Tokoh bahasa ini juga dikenal sebagai pembawa acara Siaran Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI Pusat Jakarta (1977Â—1979) dan sebagai penatar bahasa Indonesia untuk berbagai lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, dosen, guru, wartawan, pegawai pemerintah, dan polisi. Ia juga sering menyajikan makalah di luar negeri, seperti Belanda, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Dalam usia 76 tahun saat ini Badudu tidak hanya aktif sebagai guru, dosen, penatar bahasa Indonesia, tetapi juga aktif sebagai penulis artikel tentang bahasa Indonesia di surat kabar dan majalah. Sejak tahun 1977 hingga sekarang, ia menjadi penulis atau pengisi rubrik tentang pembinaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di majalah Intisari Jakarta. Keaktifan Badudu menulis buku-buku yang berisi tuntunan tentang penggunaan bahasa Indonesia untuk pelajar, mahasiswa, dan umum, dapat dibaca melalui karyanya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt; 1) Pelik-Pelik Bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;2) Membina Bahasa Indonesia Baku (2 jilid);&lt;br /&gt;3) Bahasa Indonesia: Anda bertanya? Inilah jawabnya;&lt;br /&gt;4) Ejaan Bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;5) Sari Kesusasteraan Indonesia untuk SMA (2 jilid);&lt;br /&gt;6) Buku dan Pengarang;&lt;br /&gt;7) Belajar memahami Peribahasa (6 jiIid);&lt;br /&gt;8) Peribahasa;&lt;br /&gt;9) Mari Membina Bahasa Indonesia Seragam (3 jilid); dan&lt;br /&gt;10) Penuntun Ujian Bahasa Indonesia untuk SMP (Catatan: Buku no. 7 s.d. 10 tidak diterbitkan lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badudu juga pernah melakukan penelitian bahasa, antara lain:&lt;br /&gt;1) Morfologi Bahasa Indonesia Lisan (Pusat Bahasa);&lt;br /&gt;2) Morfologi Bahasa Indonesia Tulisan (Pusat Babasa);&lt;br /&gt;3) Perkembangan Puisi Indonesia Tahun 20-an hingga tahun 40-an (Pusat Bahasa);&lt;br /&gt;4) Buku Panduan Penulisan Tata Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (Pusat Bahasa);&lt;br /&gt;5) Â“Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan BogorÂ—JakartaÂ“ (Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pakar bahasa yang sangat berpengalaman, Badudu juga telah menyusun beberapa kamus, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;2) Kamus Umum Bahasa Indonesia (Bedudu Â— Zain);&lt;br /&gt;3) Â“Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan DasarÂ” (sedang diselesaikan);&lt;br /&gt;4) Â“Kamus Kata-Kata Serapan Asing Bahasa IndonesiaÂ” (segera terbit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Di masa pengabdian sebagai dosen dan guru besar, Badudu membimbing penulisan tesis mahasiswa S2 dan disertasi mahasiswa S3. Tujuh orang di antaranya sekarang telah menjadi guru besar (profesor) dan tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Bandung, Universitas Hasanuddin (Makassar), STKIP Gorontalo, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Lambung Mangkurat (Samarinda).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Sebagai guru dan dosen bahasa Indonesia selama 49 tahun, Badudu pernah menerima bintang jasa Pemerintah RI, yaitu Satyalencana 25 tahun Pengabdian dan Bintang Mahaputra yang diserahkan sendiri oleh Presiden Megawati Sukarnoputri pada tanggal 15 Agustus 2001 di Istana Negara. Bintang jasa itu diberikan pemerintah sebagai penghargaan atas jasanya membina bahasa Indonesia selama bertahun-tahun bagi seluruh lapisan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(51, 102, 255);" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Badudu didampingi istri yang sangat setia, Eva Henriette Alma BaduduÂ—Koroh. Mereka menikah 9 Mei 1953. Buah perkawinan mereka menghasilkan 9 putra-putri, yaitu Dharmayanti Francisca, Erwin Suryawan, Chandramulia Satriawan, Chitra Meilani, Armand Edwin, Rizal Indrayana, Sari Rezeki Adrianita, Mutia Indrakemala, dan Jussar Laksmikusala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-1458828434384243400?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/1458828434384243400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/biografi-js-badudu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1458828434384243400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1458828434384243400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/biografi-js-badudu.html' title='Biografi : JS Badudu'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-2307913656160031819</id><published>2009-01-20T06:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:54:57.469-08:00</updated><title type='text'>Cerpen : Pengemis dan Shalawat Badar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(255, 0, 0);" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;PENGEMIS DAN SHALAWAT BADAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: black;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Bus  yang  aku  tumpangi  masuk  terminal  Cirebon ketika matahari hampir mencapai pucuk langit. Terik matahari ditambah dengan panasnya mesin disel tua memanggang bus itu bersama isinya. Untung bus tak begitu penuh sehingga sesama penumpang tak perlu bersinggungan badan. Namun dari sebelah kiriku bertiup bau keringat melalui udara yang dialirkan dengan kipas koran.  Dari belakang terus-menerus mengepul asap rokok dari mulut seorang lelaki setengah mengantuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(255, 102, 102);" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Begitu bus berhenti, puluhan pedagang asongan menyerbu masuk. Bahkan beberapa di antara mereka sudah membajing loncat ketika bus masih berada di mulut termi­nal. Bus menjadi pasar yang sangat hiruk-pikuk. Celakanya, mesin bus tidak dimatikan dan sopir melompat turun begitu saja. Dan para pedagang asongan itu menawarkan dagangan dengan suara melengking agar bisa mengatasi derum mesin. Mereka menyodor-nyodorkan dagangan, bila perlu sampai dekat sekali ke mata para penumpang. Kemudian mereka mengeluh ketika mendapati tak seorang pun mau berbelanja. Seorang di antara mereka malah mengutuk dengan mengatakan para penumpang adalah manusia-manusia kikir, atau manusia-manusia yang tak punya duit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Suasana sungguh gerah, sangat bising dan para penum­pang tak berdaya melawan keadaan yang sangat menyiksa itu. Dalam keadaan seperti itu, harapan para penumpang hanya satu; hendaknya sopir cepat datang dan bus segera bergerak kembali untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta. Namun laki-laki yang menjadi tumpuan harapan itu kelihatan sibuk dengan kesenangannya sendiri. Sopir itu enak-enak bergurau dengan seorang perempuan penjual buah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sementara para penumpang lain kelihatan sangat gelisah dan jengkel, aku mencoba bersikap lain. Perjalanan semacam ini sudah puluhan kali aku alami. Dari pengalaman seperti itu aku mengerti bahwa ketidaknyamanan dalam perjalanan tak perlu dikeluhkan karena sama sekali tidak mengatasi keadaan. Supaya jiwa dan raga tidak tersiksa, aku selalu mencoba berdamai dengan keadaan. Maka kubaca semuanya dengan tenang: Sopir yang tak acuh terhadap nasib para penumpang itu, tukang-tukang asongan yang sangat berisik itu, dan lelaki yang setengah mengantuk sambil mengepulkan asap di belakangku itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Masih banyak hal yang belum sempat aku baca ketika seorang lelaki naik ke dalam bus. Celana, baju, dan kopiahnya berwarna hitam. Dia naik dari pintu depan. Begitu naik lelaki itu mengucapkan salam dengan fasih. Kemudian dari mulutnya mengalir &lt;i&gt;Shalawat Badar &lt;/i&gt;dalam suara yang bening. Dan tangannya menengadah. Lelaki itu mengemis. Aku membaca tentang pengemis ini dengan perasaan yang sangat dalam. Aku dengarkan baik-baik shalawatnya. Ya, persis. Aku pun sering membaca shalawat seperti itu terutama dalam pengajian-pengajian umum atau rapat-rapat. Sekarang kulihat dan kudengar sendiri ada lelaki membaca shalawat badar untuk mengemis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kukira pengemis itu sering mendatangi pengajian-penga­jian. Kukira dia sering mendengar ceramah-ceramah tentang kebaikan hidup baik dunia maupun akhirat. Lalu dari pengajian seperti itu dia hanya mendapat sesuatu untuk membela kehidupannya di dunia. Sesuatu itu adalah Shala­wat Badar yang kini sedang dikumandangkannya sambil menadahkan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semula ada perasaan tidak setuju mengapa hal-hal yang kudus seperti bacaan shalawat itu dipakai untuk mengemis. Tetapi perasaan demikian lenyap ketika pengemis itu sudah berdiri di depanku. Mungkin karena shalawat itu maka tanganku bergerak merogoh kantong dan memberikan selembar ratusan. Atau karena ada banyak hal dapat dibaca pada wajah si pengemis itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di sana aku lihat kebodohan, kepasrahan yang memperkuat penampilan kemiskinan. Wajah-wajah seperti itu sa­ngat kuhafal karena selalu hadir mewarnai pengajian yang sering diawali dengan Shalawat Badar. Ya. Jejak-jejak pengajian dan ceramah-ceramah tentang kebaikan hidup ada berbekas pada wajah pengemis itu. Lalu mengapa dari pengajian yang sering didatanginya ia hanya bisa menghafal Shalawat Badar dan kini menggunakannya untuk mengemis?&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ah,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kukira&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;beres.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah" Sayangnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begitu tega menyalahkan pengemis yang terus membaca shalawat itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perhatianku terhadap si pengemis terputus oleh bunyi pintu bus yang dibanting. Kulihat sopir sudah duduk di belakang kemudi. Kondektur melompat masuk dan berte-riak kepada sopir. Teriakannya ditelan oleh bunyi mesin disel yang meraung-raung. Kudengar kedua awak bus itu bertengkar. Kondektur tampaknya enggan melayani bus yang tidak penuh, sementara sopir sudah bosan menunggu tambahan penumpang yang ternyata tak kunjung datang. Mereka terus bertengkar melalui kata-kata yang tak sedap didengar. Dan bus terus melaju meninggalkan terminal Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sopir yang marah menjalankan busnya dengan gila-gilaan. Kondektur diam. Tetapi kata-kata kasarnya mendadak tumpah lagi. Kali ini bukan kepada sopir, melainkan kepada pengemis yang jongkok dekat pintu belakang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"He, &lt;i&gt;sira! &lt;/i&gt;Kenapa kamu tidak turun? Mau jadi gembel di Jakarta? Kamu tidak tahu gembel di sana pada dibuang ke laut dijadikan rumpon?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengemis itu diam saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Turun!"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Sira beli mikir! &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Bus cepat seperti ini aku harus turun?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Tadi siapa suruh kamu naik?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Saya naik sendiri. Tapi saya tidak ingin ikut. Saya cuma mau ngemis, kok. &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Coba, suruh sopir berhenti. Nanti saya akan turun. Mumpung belum jauh."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kondektur kehabisan kata-kata. Dipandangnya pengemis itu seperti ia hendak menelannya bulat-bulat. Yang dipandang pasrah. Dia tampaknya rela diperlakukan sebagai apa saja asal tidak didorong keluar dari bus yang melaju makin cepat. Kondektur berlalu sambil bersungut. Si pengemis yang merasa sedikit lega, bergerak memperbaiki posisinya di dekat pintu belakang. Mulutnya kembali bergumam: "... &lt;i&gt;shalatullah, salamullah, 'ala thaha rasulillah...."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Shalawat itu terus mengalun dan terdengar makin jelas karena tak ada lagi suara kondektur. Para penumpang membisu dan terlena dalam pikiran masing-masing. Aku pun mulai mengantuk sehingga lama-lama aku tak bisa membedakan mana suara shalawat dan mana derum mesin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt; diesel. Boleh jadi aku sudah berada di alam mimpi dan di sana kulihat ribuan orang membaca shalawat. Anehnya, mereka yang berjumlah banyak sekali itu memiliki rupa yang sama. Mereka semuanya mirip sekali dengan pengemis yang naik dalam bus yang kutumpangi di terminal Cirebon. Dan dalam mimpi pun aku berpendapat bahwa mereka bisa menghafal teks shalawat itu dengan sempurna karena mereka sering mendatangi ceramah-ceramah tentang kebaikan hidup di dunia maupun akhirat. Dan dari ceramah-ceramah seperti itu mereka hanya memperoleh hafalan yang untungnya boleh dipakai modal menadahkan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kukira aku masih dalam mimpi ketika kurasakan peristiwa yang hebat. Mula-mula kudengar guntur meledak de­ngan suara dahsyat. Kemudian kulihat mayat-mayat beterbangan dan jatuh di sekelilingku. Mayat-mayat itu terluka dan beberapa di antaranya kelihatan sangat mengerikan. Karena merasa takut aku pun lari. Namun sebuah batu tersandung dan aku jatuh ke tanah. Mulut terasa asin dan aku meludah. Ternyata ludahku merah. Terasa ada cairan mengalir dari lubang hidungku. Ketika kuraba, cairan itu pun merah. Ya Tuhan. Tiba-tiba aku tersadar bahwa diriku terluka parah. Aku terjaga dan di depanku ada malapetaka. Bus yang kutumpangi sudah terkapar di tengah sawah dan bentuknya sudah tak keruan. Di dekatnya terguling sebuah truk tangki yang tak kalah ringseknya. Dalam keadaan panik aku mencoba bangkit bergerak ke jalan raya. Namun rasa sakit memaksaku duduk kembali. Kulihat banyak kendaraan berhenti. Kudengar orang-orang merintih. Lalu samar-samar kulihat seorang lelaki kusut keluar dari bangkai bus. Badannya tak tergores sedikit pun. Lelaki itu dengan tenang berjalan kembali ke arah kota Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(255, 102, 102);" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Telingaku dengan gamblang mendengar suara lelaki yang terus berjalan dengan tenang ke arah timur itu: &lt;i&gt;"shalatullah, salamullah, 'ala thaha rasulillah..."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-2307913656160031819?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/2307913656160031819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-pengemis-dan-shalawat-badar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2307913656160031819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2307913656160031819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-pengemis-dan-shalawat-badar.html' title='Cerpen : Pengemis dan Shalawat Badar'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-3941360896083562253</id><published>2009-01-20T06:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:48:19.497-08:00</updated><title type='text'>Biografi : HB Jassin</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;H.B Jassin&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h1 style="text-align: center; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Paus Sastra &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; Sejarah mencatat, sepanjang hidupnya HB Jassin menumpahkan perhatiannya mendorong kemajuan sastra-budaya di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Berkat ketekunan, ketelitian dan ketelatenannya, ia dikenal sebagai kritisi sastra terkemuka sekaligus dokumentator sastra terlengkap. Kini, kurang lebih 30 ribu buku dan majalah sastra, guntingan &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt; kabar, dan catatan-catatan pribadi pengarang yang dihimpunnya tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; Begitu besarnya pengaruh HB Jasin di antara kalangan sastrawan, Gajus Siagian (almarhum) menjulukinya “Paus Sastra &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;”. Saat itu berkembang suatu ‘keadaan’ dimana seseorang dianggap sastrawan yang sah dan masuk dalam ‘kalangan dalam’ bila HB Jassin sudah ‘membabtisnya’. Meski kedengarannya berlebihan namun begitulah adanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Saat itu, ada beberapa pengarang yang lama berada di ‘kalangan luar’ sebelum akhirnya diakui masuk dalam ‘kalangan dalam’ seperti Motinggo Busye, Marga T yang aktif produktif mengarang, dan penulis novel-pop lainnya. Padahal karya-karya mereka cukup baik, berseni dan bernilai bernas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mereka lama berada di ‘kalangan luar’ karena "pengaruh besar kepausan" HB Jassin. HB Jassin jugalah yang menobatkan Chairil Anwar sebagai pelopor Angkatan '45. Lebih dari 30 tahun, julukan itu disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jassin rajin dan tekun mendokumentasikan karya sastra, dan segala yang berkaitan dengannya. Dari tangannya lahir sekitar 20 karangan asli, dan 10 terjemahan. Yang paling terkenal adalah Gema Tanah Air, Tifa Penyair dan Daerahnya, Kesusasteraan Indonesia Baru Masa Jepang, Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (empat jilid, 1954-1967) dan tafsir Alquran dalam buku Qur'an Bacaan Mulia. Pada saat ulang tahunnya ke-67, PT Gramedia menyerahkan ''kado'' buku Surat-Surat 1943-1983 yang saat itu baru saja terbit. Di dalamnya terhimpun surat Jassin kepada sekitar 100 sastrawan dan seniman Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jassin memulai dan meneruskan kariernya dari banyak membaca. Lahir 31 Juli 1917 di Gorontalo, Sulawesi Utara, anak kedua dari enam bersaudara ini berayahkan seorang bekas kerani BPM yang ''kutu'' buku. Jassin mulai gemar membaca tidak lama setelah duduk di bangku HIS (SD). ''Waktu itu, cara membangkitkan minat baca murid sangat bagus,'' tuturnya tentang sekolah yang mengajarkannya teknik mengarang dan memahami puisi. Teknik mengarang dan memahami posisi sudah dipelajarinya sejak masih duduk di HIS (SD). Di HBS Medan -- saat ikut ayahnya yang pindah ke BPM Pangkalanbrandan, Sumatera Utara -- ia mulai menulis kritik sastra, dan dimuat di beberapa majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di kantor Asisten Residen Gorontalo seusai HBS -- tanpa gaji -- memberinya kesempatan mempelajari dokumentasi secara baik. Tetapi, belakangan Jassin menerima tawaran Sutan Takdir Alisjahbana, waktu itu redaktur Balai Poestaka, bekerja di badan penerbitan Belanda itu, 1940. Di sana ia juga berkarya sebagai penulis cerpen dan sajak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tak lama kemudian ia beralih ke bidang kritik serta dokumentasi sastra. Adalah Armijn Pane yang mengajarinya membuat timbangan buku dengan lebih baik. Inilah awal jabatannya sebagai redaktur berbagai majalah sastra dan budaya, seperti Pandji Poestaka dan Pantja Raja, lalu setelah Indonesia merdeka, di Mimbar Indonesia, Zenith, Kisah, Sastra, Bahasa dan Budaya, Buku Kita, Medan Ilmu Pengetahuan, dan Horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas Lektor Sastra Indonesia Modern Fakultas Sastra UI ini tetap belajar sambil mengajar. Gelar sarjana sastra diraihnya pada 1957, dan doktor honoris causa, delapan belas tahun kemudian -- keduanya di FS UI. Ia juga sempat mendalami ilmu perbandingan sastra di Universitas Yale, AS. Ia menguasai bahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah unik saat ia menempuh pendidikan di UI. Saat itu, HB Jassin merangkap sebagai mahasiswa dan mahaguru sekaligus. Ketika kuliah sastra-lama, terutama mata pelajaran Jawa Kuno, Sanskerta, HB Jassin menjadi mahasiswa, tekun duduk bersama mahasisawa lainnya dan penuh perhatian pada matakuliahnya. Tetapi begitu berganti matakuliah Sastra Modern, Masa Kekinian, HB Jassin berdiri dan maju ke depan, berdiri di podium lalu memberi kuliah, karena memang sebagai doktor Sastra Modern. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jadi dalam satu hari pada dua matakuliah, ia sekaligus bisa menjadi mahasiswa dan bisa menjadi mahaguru. Pada masa itu, orang seperti dia masih sangat langka. Ia memberikan teladan kepada para mahasiswa dengan rajin belajar, tekun, teliti dan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HB Jassin terbilang bukan orang yang ahli berdebat atau ahli berbicara di depan umum. Ia adalah orang yang menulis, berpikir lalu menuliskannya, tekun, rajin, dan berhati-hati. Seringkali saat diajak berdebat di depan forum resmi, ia tidak meladeninya. Karena itu pula pada banyak kesempatan pada beberapa kali simposium sastra-budaya, konggres, konferensi, seminar, dia selalu menolak untuk berbicara yang sifatnya akan ada perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang tidak suka berdebat ini tidak bisa bersepeda. Ia lebih sering jalan kaki meski ada kalanya naik bis, becak dan kendaraan umum lainnya. Mungkin karena kebiasaannya itu ia panjang umur dan selalu dalam keadaan sehat pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wali Penjaga Sastra &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;'' -- julukan dari ahli sastra &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Prof. A.A. Teeuw -- ini pernah terganyang dan dikecam. Setelah menandatangani Manifes Kebudayaan (''Manikebu''), ia dituding oleh kelompok Lekra sebagai anti Soekarno. Akibatnya, ia dipecat dari Lembaga Bahasa Departemen P &amp;amp; K dan staf pengajar UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, HB Jassin mampu bersikap jujur. Mengomentari buku Pramudya Ananta Toer, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bumi Manusia&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; menilainya tidak mengandung hal-hal yang melanggar hukum. Pelarangan terhadap buku itu lebih banyak karena dikarang oleh bekas tokoh Lekra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Ki Panji Kusmin, Langit Makin Mendung, yang dimuat HB Jassin dalam Sastra, 1971, sempat dianggap ''menghina Tuhan''. Di pengadilan, ia diminta mengungkapkan nama Ki Panji Kusmin sebenarnya. Permintaan ditolaknya. Akibatnya, HB Jassin dihukum satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kritik sastranya bersifat edukatif dan apresiatif serta lebih mementingkan kepekaan dan perasaan daripada teori ilmiah sastra. Hasil dokumentasinya lebih dari 40 tahun -- termasuk 30 ribu buku dan majalah sastra, guntingan surat kabar, dan catatan-catatan pribadi pengarang -- telah dihimpun dan disimpan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria gemuk pendek ini menikah tiga kali. Istri pertama, Tientje van Buren, wanita Indo yang suaminya orang Belanda yang disekap Jepang, pisah cerai. Lalu Arsiti, ibu dua anaknya, meninggal pada 1962. Sekitar 10 bulan kemudian ia menikahi gadis kerabatnya sendiri, Yuliko Willem, yang terpaut usia 26 tahun. Yuliko juga memberinya dua anak. Dari kedua istri ini, ia memiliki empat anak, yakni Hannibal Jassin, Mastinah Jassin, Yulius Firdaus Jassin, Helena Magdalena Jassin, 10 orang cucu, dan seorang cicit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meninggal pada usia 83 tahun, Sabtu dini hari, 11 Maret 2000 saat dirawat akibat penyakit stroke yang sudah dideritanya selama bertahun-tahun di Paviliun stroke Soepardjo Rustam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sebagai penghormatan, ia dimakamkan dalam upacara kehormatan militer "Apel Persada" di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Apa Kata Mereka&lt;br /&gt;Kalangan sastra melihat HB Jassin sebagai pendokumentasi sastra yang sangat ulung dan sangat tekun. Menurut pengarang Budi Darma, peran Jassin sangat penting apalagi mengingat masyarakat Indonesia yang abai terhadap soal-soal dokumentasi dan kesadaran sejarahnya sangat rendah. Akibatnya banyak yang cenderung mengulang-ulang. Tambahnya ketika dihubungi di Surabaya, "ia juga kritikus sastra formal yang pertama. Sebelumnya seperti Sutan Takdir Alisjahbana, Armiyn Pane atau Amir Hamzah lebih banyak menulis puisi atau novel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Sapardi Djoko Damono menilai, dewasa ini banyak orang sekaliber HB Jassin, bahkan melebihinya. "Tetapi orang yang setia pada sastra seperti Pak Jassin tidak ada lagi. Selama 60 tahun hanya itu pekerjaannya," ujar Sapardi yang pernah menjadi editor pada buku HB Jassin 70 Tahun, terbitan PT Gramedia tahun 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarawan Taufik Abdullah, HB Jassin adalah tokoh yang luar biasa dalam bidang sastra karena bisa memperkenalkan sastra kepada anak muda tahun 1950-an, yang sulit ditemui pada zaman sekarang. Yang lebih penting lagi, HB Jassin adalah pemelihara dokumentasi sastra terpenting di Indonesia. Tambahnya, "Dengan itu kita bisa menulis lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta Dr Salim Said berpendapat, HB Jassin adalah pencari bakat terbesar yang dimiliki Indonesia. Dia pula satu-satunya sastrawan Indonesia yang diakui pemerintah dalam bentuk anugerah Bintang Mahaputera, sehingga HB Jassin dimakamkan secara militer. Ia menilai HB Jassin banyak menemukan pengarang-pengarang muda berbakat yang dia dorong untuk menjadi pengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kalangan seniman yang lebih muda pun tetap merasakan jasa Jassin. Penyair Dorothea Rosa Herliany (37) yang ditanya di Magelang, Jawa Tengah, mengaku tersentuh oleh sikap Jassin yang dalam keadaan sakit masih memperhatikan cerpen-cerpen anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan, Gus Dur berkata, "Saya dibesarkan dalam tulisan beliau di Mimbar Indonesia dan beberapa buku. Saya menghormati beliau, karena beliau adalah raksasa tempat kita berutang kepadanya." Gus Dur mengaku terkesan dengan tulisan asli HB Jassin berjudul Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei, yang pertama kali diterbitkan tahun 1954. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-3941360896083562253?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/3941360896083562253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/biografi-hb-jassin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/3941360896083562253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/3941360896083562253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/biografi-hb-jassin.html' title='Biografi : HB Jassin'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-5955855922423665302</id><published>2009-01-20T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:44:41.354-08:00</updated><title type='text'>Dongeng : Putri Tidur</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Putri Tidur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan. Setiap hari Raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama. "Jadilah engkau putri yang cantik", kata penyihir kedua. "Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir ketiga. "Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat. "Jadilah engkau putri yang panda menyanyi," kata penyihir keenam. Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, "Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantranya sempat bersembunyi dibalik tirai. "Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu. Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata,"Sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha…..". Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih. Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh, "Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang Pangeran datang padanya", ujar penyihir ketujuh. Setelah kejadian itu, Raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama Raja dan Permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri. Sang Putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang. Setelah berbicara dengan nenek tua, sang Putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang Putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantati. "Hi… hi…hi… tamatlah riwayatmu!", kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hilangnya sang Putri dan istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang Putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri. "Anakku ! malang sekali nasibmu…" rata Raja. Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati. Katanya, "Jangan khawatir, Tuan Putri hanya akan tertidur selama seratus tahun. Tapi, ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua," lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu. Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja Pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu. "Akan ku hancurkan naga itu," kata sang Pangeran. Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, Pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk. Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula. "Semak apa ini ?" kata Pangeran keheranan. Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati. "Pakailah pedang ini," katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dengan pedangnya yang baru, Pangeran berhasil masuk ke istana. "Nah, itu dia menara yang dijaga oleh naga." Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya. "Akhirnya kau datang, Pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!" Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara. Ia menghadang sang Pangeran. "Hai Pangeran!, jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" teriak si Penhyihir. Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya. Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, Pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga. "Aaaa….!" Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati. Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan Pangeran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang Putri tidur," katanya. Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang Putri tidur. Ia melihat seorang Putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah. "Putri, bukalah matamu," katanya sambil mengenggam tangan sang Putri. Pangeran mencium pipi sang Putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang Putri. Setelah tertidur selama seratus tahun, sang Putri terbangun dengan kebingungan. "Ah… apa yang terjadi…? Siapa kamu…? Tanyanya. Lalu Pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang Putri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih Pangeran," kata sang Putri. Di aula istana, semua orang menunggu kedatangan sang Putri. Ketika melihat sang Putri dalam keadaan sehat, Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang Pangeran yang gagah berani. Kemudian Pangerang berkata, "Paduka Raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang Putri." Raja pun menyetujuinya. Semua orang ikut bahagia mendengar hal itu. Hari pernikahan sang Putri dan Pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-5955855922423665302?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/5955855922423665302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/dongeng-putri-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5955855922423665302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5955855922423665302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/dongeng-putri-tidur.html' title='Dongeng : Putri Tidur'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-6356253082739028758</id><published>2009-01-20T06:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:41:45.113-08:00</updated><title type='text'>Sepuluh Strategi dalam Belajar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DA"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:130%;" &gt;Sepuluh Strategi dalam Belajar&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Seorang siswa akan memperoleh prestasi yang memuaskan apabila ia menyadari, bertanggung jawab, dan mengetahui cara belajar yang efisien. Penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli psikologi, maupun oleh penulis sendiri, menunjukkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam prestasi belajar antara siswa yang secara efekti menggunakan strategi dalam belajar dengan siswa yang tidak menggunaknnya. Cara belajar yang tepat akan mencapai hasil yang memuaskan dan cara yang tidak tepat akan mencapai hasil yang kurang memuaskan. Oleh sebab itu, penggunaan strategi dalam belajar perlu dimiliki oelh setiap siswa pada semua tingkatan.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dalam proses belajar, baik di tingkat sekolah dasar maupun sekolah lanjutan, pengaturan diri dalam belajar merupakan suatu pendekatan yang penting. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa lingkungan pun tidak menjamin proses belajar dapat berjalan dengan baik, tanpa diiringi perilaku-perilaku yang dapat mendukung proses belajar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jadi, dalam hal ini, pengaturan diri dalam belajar dipusatkan pada bagaimana para siswa secara aktif mengatur dan mendukung proses belajar sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Beberapa ahli psikologi telah melakukan srangkaian penelitian tentang penggunaan strategi-strategi pengaturan diri dalam belajar terhadap sejumlah siswa di tingkat dasar maupun lanjutan untuk menggali pengalaman mereka dalam menggunakan strategi belajar (penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara berstruktur). Dari hasil wawancara diperoleh berbagai strategi dalam belajar yang umumnya dilakukan para siswa, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Evaluasi diri (penilaian diri)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Siswa mempunyaiprakarsa sendiri untuk menilai kualitas atau kemajuan pekerjaan mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mengorganisasi dan mengubah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Siswa mempunyai prakarsa sendiri untuk mengatur kembali bahan-bahan pelajaran untukmemperbaiki cara belajarnya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Menentukan rencana dan tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Menentukan rencana dan tujuan yang menyangkut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penentuan terget untuk melengkapi tugas/kegiatan belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mencari informasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untuk mendapatkan informasi dari suber-sumber nonsosial (tertuis) ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mencatat dan memonitor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untuk merekam kejadian-kejadian atau hasil-hasil belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mengatur lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untuk memilih atau mengubah lingkungan belajar agar dapat belajar dengan baik .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Konsekuensi diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Menunjuk pada rencana atau imajinasi siswa tentang hadiah atau hukuman yang akan diberikan untukkeberhasilan atau kegagalan didri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mengulang danmengingat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untukmengingat bahan-bahan dalam bentuk latihan dalam hati maupun bukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mencari bantuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untuk mencari bantuan dari teman sebaya, atau guru maupun orang dewasalainnya dalam kegiatan belajarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mereview/menelaah catatan/tes/bukupelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Usaha siswa untuk membaca kembali catatan, tes yang sudah lalu, maupun buu-buku pelajaran untukmenghadapai pelajaran di kelas maupun untuk menghadapi ulangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Dengan menggunakan strategi-strategi belajar tersebut, diharapkan siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Guru atau orang tua, sebagai pendidik dapat menerapkan strategi-strategi tersebut dalam proses belajar siswa melalui bimbingan secara bertahap. Dengan seringnya guru atau orang tua membimbing siswa / anak malakukan pengaturan diri dalam belajar, siswa atau anak akan terbiasa melakukan  strategi belajar tanpa bimbingan lagi. Keadaan ini akan menguntungkan guru / orang tua maupun siswa sendiri dalam proses belajar mereka, sehingga siswa akan memperlihatkan potensinya yang maksimal.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-6356253082739028758?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/6356253082739028758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/sepuluh-strategi-dalam-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6356253082739028758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6356253082739028758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/sepuluh-strategi-dalam-belajar.html' title='Sepuluh Strategi dalam Belajar'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-6032199237287279770</id><published>2009-01-20T06:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:39:04.941-08:00</updated><title type='text'>Cerpen : Adam-ku Sayang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ADAM-KU SAYANG&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;H&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;appy birthday Adam….&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebuah kalimat terpahat di dinding pada salah satu sisi rumah. Di sisi yang lain juga terdapat coretan-coretan yang meskipun terkesan berantakan tapi kalau diperhatikan sebenarnya menarik juga. Di bawah coretan-coretan itu terdapat beberapa bangku dan sebuah meja. Hari ini ruang ini khusus didekorasi untuk merayakan ulang tahun sahabat kami. Terlihat balon dan pita berwarna warni. Bila kita masuk lebih dalam, pada ruangan selanjutnya ini akan kita temukan coretan-coretan yang jauh lebih berantakan dan urgh … sulit menggambarkannya. Selain sebuah busa yang lumayan lebar, terdapat sebuah meja tempat TV dan DVD. Di sampingnya sebuah rak tempat koleksi kaset dan film, serta beberapa buku. Pada salah satu sudut terdapat sebuah pintu rahasia menuju ruangan bawah tanah yang terlarang. Hanya orang-orang tertentu yang boleh menjamahnya. Sebuah ruangan yang menyimpan benda-benda pribadi, juga untuk rapat. Rumah mungil ini yang telah beralih fungsi menjadi sebuah markas besar ‘The Eternity Gank’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebelumnya, flash back kebeberapa tahun yang lalu. Empat orang remaja tengah membuat suatu perjanjian. Dimana masing-masing dari mereka akan saling menyayangi, saling menjaga, dan saling menerima. Mereka menamai dirinya ‘4ever’. Salah satu anggotanya yang merupakan pentolan 4ever adalah Amri, seorang pria ja’im yang selalu menjaga kewibawaannya. Dibawanya pula kekasih hatinya, Sierra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam gank ini. Seorang pria lagi Toto, super rame dan super kocak. Dan terakhir seorang gadis yang begitu mencintai dunia sastra. Yaitu aku. 4ever berjalan biasa saja selama lebih dari satu tahun ini. Hingga kemudian masuklah seorang pria lagi dengan postur tubuh extra. Namanya Bono. Bono yang mengenalkan kami dengan seorang pria misterius yang terkesan angkuh. Awalnya dia menolak masuk 4ever, tapi pria pindahan dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; itu akhirnya terbujuk. Dialah seorang Adam. Semakin hari Adam semakin dekat dengan kami, semakin berani terbuka dan semakin sering melukiskan senyum memamerkan lesung pipi yang menawan. Diajarkannya pada kami arti sahabat yang sebenarnya, bagaimana menjalani dan mengisi kehidupan dan mengajarkan kami tentang keabadian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suatu hari di ruang bawah tanah, kami para wanita tengah membersihkan barang-barang yang telah terbengkalai selama beberapa minggu ini. Tiba-tiba, gubrakk!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya ampun Bon, lu kenapa nungsep gitu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ni tangga sempit amat she.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya lu nyalahin tangganya, badan lu tuh kegedean!” Toto mencoba menarik lengan Bono, membantunya bangkit. Tapi kemudian, gedebug brakk!! Keduanya saling tindih di anak tangga paling bawah. Sierra yang sedari tadi menyaksikan tragedi itu meledak tak kuat lagi menahan diri, lantas terbawa selepasnya. Mengundang anak-anak yang lain. Amri menggeleng-geleng di anak tangga pertama, sedangkan Adam mulai turun membantu keduanya. Entah apa tujuan awal Bono dan Toto mengeluarkan cairan berwarna merah hati, mengundang perhatian Sierra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Dahi kamu berdarah tuh, To. Am, kotak obat aku pindahin di bawah meja TV.” setelah mengangguk Amri membantu keduanya kembali beserta Adam yang sempat menoleh ke arahku. Dan kami kembali dengan kesibukan kami. Barang-barang disini mudah kotor karena debu, dan yang paling rajin membersihkannya adalah aku. Sierra bersedia membantu kali ini karena ada yang ingin dia ceritakan padaku yang telah bertahun-tahun menjadi pendengar setia segala curhatannya. Dan saat ia mulai melanjutkan ceritanya, terdengar serunya Amri dari atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ra, kotak obatnya mana? Nggak ketemu ne.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Urgh, bentar ya Ras.” Sierra menyandarkan sapu di dinding, kemudian berlari kecil menaiki satu per satu anak tangga. Sunyi benar ruangan ini, saat hanya ada satu nyawa tengah sibuk mengusir debu. Saat aku membalikkan badan setelah urusanku dengan sebuah gucci selesai, aku tersentak dan hampir saja berteriak. Betapa pelan dan tenangnya sosok itu masuk kemari. Hingga aku sama sekali tidak menyadari kedatangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bisa aku bantu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku bisa sendiri kok. Aku nggak mau ngrepotin kamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Eh, Ras. Dengerin aku deh, yang namanya temen apalagi se-gank semua hal dikerjakan bersama. Jadi sudah seharusnya kalau kita tuh saling batu.” Aku tersenyum mendengar rentetan kalimatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ras, sebenarnya kamu tuh kalau senyum manis juga lho. Harusnya kamu lebih banyak senyum daripada murung. Biar kamu bisa nambah temen.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Enak aja, kamu pikir aku nggak punya temen apa?! Sebenarnya temenku banyak, Cuma kamu aja yang nggak tau.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Jauh dari perkiraanku sebelumnya, ternyata Adam pria yang baik, sopan dan supel. Hanya aku saja yang belum begitu memahaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;J&lt;/b&gt;arum jam terpendek telah bergeser satu angka, saat kami para 4ever berkumpul di ruang bawah tanah. Amri sang ketua segera membuka rapat. Dan pokok permasalahan kali ini adalah nama 4ever.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kalau dulu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; kita cuma berempat, jadi cocok sama 4ever. Tapi kita kedatangan dua anggota baru. Jadi diilhami dari usul saudara Toto, bagaimana kalau nama 4ever kita ganti? Dan kita cari nama baru untuk gank kita.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Semuanya tentu setuju. Tapi masalahnya tidak gampang mencari nama baru yang cocok untuk kami. Meskipun muncul banyak ide, kebanyakan ngawur. Hingga haripun berganti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Am, emangnya namanya Burger aja. Burger itu begitu berarti, apalagi kalau dagingnya ditebelin, ditambah daun selada, trus sausnya yang puedes. Yummi, cocok banget Am.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Cocok buat lu. Nah kita? Ya sebenarnya nggak perlu pake bahasa inggris, tapi ya terserah deh. Mo pake bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Inggris, Jepang, Belanda, nggak masalah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Asal bukan bahasa isyarat, iya nggak.” sekali Toto membanyol, seterusnya akan bermunculan banyolan yang lain. Dan ditengah guraukan mereka, muncul sebuah ide menarik dari seorang pria yang duduk di sampingku. Semuanya kembali hening.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Gimana kalau namanya ‘Eternity’? eh bukan, ‘The Eternity Gank’ kami saling pandang lalu tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Senja yang indah. Aku enggan melewatkannya. Dari belakang markas aku bisa menikmati pergantian siang menjadi malam indahnya. Tapi untuk senja kali ini, aku membagi kenikmatannya dengan seorang pria yang selama beberapa hari ini telah menempati ruang kosong dalam hatiku. Yang membantuku menemukan inspirasi untuk menulis. Dia membuatku semangat dan menjadi gadis periang hingga semua orang tidak akan lagi menganggapku kuper. Bahkan tidak hanya senja ini, di senja-senja yang lainpun aku rela jika harus membaginya kembali. Asal hanya dengan pria ini, Adam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu suka banget ya, ngliatin warna langit sore begini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“He-eh. Aku suka banget. Dulu aku sering nulis disini, tapi sekarang aku disini Cuma sekedar nikmatin fenomena yang nggak bikin penikmatnya bosen. Kamu sadar nggak sih, itu tuh indah banget.” Dari sudut mataku aku lihat Adam memandangiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ras, makasih ya. Kamu dah nunjukin macam-macam hal menarik buat aku. Kira-kira apa yang bisa aku lakukan buat ngebales semua kebaikan kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Eit, tunggu-tunggu. Kamu ni ngomong apa sih? Justru aku yang harusnya berterima kasih sama kamu.” Pria itu menatapku lekat. Seakan memamerkan satu lagi fenomena menarik yang dia punya. Lengkungan didahinya yang memukau. Dan aku melanjutkan kembali kata-kataku. Mencoba berusaha agar tidak terdengar bergetar, biar dadaku saja tak menentu iramanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya karena secara tidak langsung kamu dah ngerubah kehidupan aku dan kamu juga yang ngasih warna pada hitam putih hariku. Sampai sekarang aku bisa nulis lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya tapi coba kamu jawab dulu, hal apa yang lagi kamu pengen sekarang?” aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Kembali menerawang menikmati warna senja yang sebentar lagi akan hilang di ufuk barat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aku tidak ingin apapun darinya. Aku hanya ingin dia menemaniku, bersamaku berbagi senja. Tapi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu suka banget senja itu?” aku menoleh kearahnya, kemudian mengangguk. Adam tersenyum, bangkit dan mengambil sebuah gunting di saku jaketnya. Kemudian memainkannya di depan senja. Sesaat dia menoleh padaku yang termangu, setelah kembali duduk disampingku. Tiba-tiba direngkuhnya jemariku, ditaruhnya sesuatu dan digenggamkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Potongan senja ini khusus buat kamu. Kamu harus simpen baik-baik jangan sampai hilang.” mendengarnya barusan, aku semakin bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya emang abstrak, tapi justru itu nggak akan ada orang yang bisa ngambil ini dari kamu. Dan supaya nggak ada juga yang bisa ngambil kamu dari aku…” bagai menemukan oase di tengah gurun pasir. Seorang Adam, yang selama ini diam-diam aku kagumi. Bisa dibayangkan betapa kisruhnya hatiku. Rasanya dibagian yang terdalam ada yang tengah bersorak, melompat-lompat kegirangan. Apalagi setiap hari semakin dekat saja aku dengannya. Hingga ‘The Eternity Gank’ yang lain mulai mencium gelagat kami. Dan pada suatu hari di ruang bawah tanah. Telah diselenggarakan sidang paripurna dengan dua tersangka, yaitu aku dan Adam. Sudah bisa ditebak, apa yang mereka inginkan dengan diadakannya sidang dadakan ini. Penjelasan akan perasaanku dan Adam. Karena begitu lengkapnya bukti dan saksi mata, kami tidak mungkin lagi mengelak. Hingga tepat pada hari itulah untuk pertama kalinya aku mengutarakan perasaanku pada seorang pria. Tapi aku memang terlalu polos. Meski sudah terjadi perubahan tetap saja aku masih selugu yang dulu. Aku terlalu percaya diri bahwa Adam juga merasakan hal yang sama seperti aku. Ternyata jawabannya berbeda, dan sama sekali tidak pasti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku akan kasih kamu jawabannya, tapi nggak sekarang. Apa kamu mau nunggu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Berbelit-belit amat she, Dam. Udah langsung aja, tinggal bilang iya tidak gitu doank repot amat. Mo nunggu sampai kapan, kasihan Laras tuh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ssst…sst…mesin giling. Diem!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Maafin aku, Ras. Aku Cuma mau kamu nunggu sampai aku balik dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;?” serempak kami tersentak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku lupa bilang sama kalian kalau besok aku balik ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Disana kakak perempuanku mau tunangan. Jadi ya nggak mungkin kalau aku nggak dateng.” Serempak kami menghela nafas panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;P&lt;/b&gt;agi ini cerah. Aku enggan beranjak dari tempat tidur. Rasanya malas, setelah semalam pesta kembang api menyambut tahun baru. Apalagi untuk menyaksikan kepergian Adam. Sampai Toto menjemputku untuk upacara perpisahan di markas. Seakan tak tahan lagi mereka berlama-lama di pelupuk mataku, maka meneteslah satu demi satu. Tentu aku tidak siap melepas Adam, karena sebelumnya dia tidak pernah cerita apa-apa tentang keluarganya. Juga kakak perempuannya yang akan tunangan. Tapi aku sadar bahwa aku tidak berhak mencegahnya pergi. Kami, ‘The Eternity Gank’ mengantarnya sampai bandara, hingga sebuah mesin raksasa membawanya terbang jauh meninggalkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Untuk mempersingkat waktu Amri membawa kendaraan pribadi. Kurang lebih 20 menit kemudian kami sampai di Lanud Juanda. Tangan kirinya menjinjing sebuah tas lumayan besar. Dan tangan kanannya menggenggam jemariku. Aku diam, tak mampu berkata-kata. Ingin aku keluarkan sebuah pertanyaan, tapi tertahan ditenggorokan. Setalah berjalan beberapa saat, kami berhenti. Adam meletakkan tasnya begitu saja. Menatapku lekat, jauh lebih lekat dari sebelumnya saat kami menikmati senja di belakang markas. Argh..kenapa air mataku menetes lagi. Aku ingin menunjukkan kelemahanku dihadapannya. Tapi dia mengerti, dibenamkannya wajahku di dadanya yang bidang. Dan biarkan aku tenang dalam hangat dekapannya. Hingga tiba saatnya dia harus pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu cengeng. Aku ja, kita sama. Maaf sepertinya aku menyiksamu, tapi hati kecilku menyuruhku begitu. Kamu sendiri yang bilang, kalau yang paling jujur adalah hati.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku ngerti. Aku akan nunggu kamu sampai kamu kembali.” dia tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Senja kita mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; di saku jaketku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bagus. Simpan baik-baik, kita bisa kembali menikmatinya lagi nanti.” kami tersenyum. Layaknya sebuah kontes, mencari siapa yang punya lesung pipit paling indah. Dijabatnya erat satu demi satu ‘The Eternity Gank’ sebelum dia melangkah lagi. Di luar bandara kami dapat menyaksikan sebuah mesin raksasa bertittle Adam Air boeing 747 membawa Adam terbang menuju &lt;st1:city st="on"&gt;Manado&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kelahirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;D&lt;/b&gt;ua hari setelah keberangkatan Adam. Suasana markas tidak lagi seperti dulu. Tak lagi kutemukan keceriaan khas ‘The Eternity Gank’. Entah apa yang disembunyikan teman-teman dariku. Semangat yang ada dalam diri mereka lenyap sudah. Yang aku lihat adalah orang-orang lemah yang terkulai tak berdaya. Apa mungkin mereka mengadakan puasa masal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kenapa kalian?” tanyaku pelan. Membuat mereka saling pandang, dan Sierra malah menangis dipelukan kekasihnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ini nggak bisa didiemin. Laras harus tahu apa yang terjadi. Laras berhak tahu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bono benar, Am. Laras &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Oke oke. Laras akan segera tahu.” Amri bergeser duduk disampingku. Yang lain juga mendekatiku hingga aku bertambah bingung. Amri melanjutkan kalimatnya kembali. Yang terakhir, tepat pada kalimat yang terakhir. Aku baru sadar kenapa mereka berubah sedrastis ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu inget pesawat Adam Air yang terbang di atas kepalamu waktu kita keluar bandara setelah mengantar Adam, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Pesawat itu nggak sampai tujuan seharusnya. Pesawat itu lenyap entah kemana…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya, biarin aja yang penting Adam-ku nggak apa-apa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;? Yang penting Adam Cuma pulang sebentar untuk kakaknya, habis itu dia balik lagi kesini. Kita bisa bareng-bareng lagi. Dan…” aku sadar akan apa yang Amri katakan baru saja. Tapi aku ingin menepisnya. Saat pelukan Sierra makin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tolong cobalah menerima kenyataan. Kami hanya ingin kamu siap, kalau-kalau Adam tidak mampu menepati janjinya nanti. Kalau ingin jawaban darinya akan sangat terlambat. Dan kamu harus menunggu lebih lama lagi…” dibagian inilah. Aku mulai merasa seluruh tubuhku bergetar. Hingga semuanya berubah menjadi gelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;D&lt;/b&gt;ua minggu lebih Adam menghilang entah kemana. Semua orang mencarinya juga orang-orang yang bernasib sama sepertinya. Hari ini Adam genap berusia 18 tahun. Semuanya sudah siap berpesta. Sengaja aku tidak pulang ke rumah. Aku ingin disini menunggu Adam. Siapa tau ada keajaiban hingga tiba-tiba dia muncul dari ruang bawah tanah. Satu harapanku, kuucapkan di bawah senja sembari mengenggam potongan senja yang pernah diberikannya. Andai Adam-ku selamat, segera kembalikan dia dalam pelukan kami. Dan andai sebaliknya, maka terimalah dia di tempat yang terindah. Seperti tempat yang dia huni tepat di hati kami. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;16 Januari 2007&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-6032199237287279770?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/6032199237287279770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-adam-ku-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6032199237287279770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6032199237287279770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-adam-ku-sayang.html' title='Cerpen : Adam-ku Sayang'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-6744232798019058309</id><published>2009-01-20T06:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:36:32.776-08:00</updated><title type='text'>Pantun</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:180%;" &gt;Sekilas Tentang Pantun&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pantun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt; merupakan salah satu jenis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Puisi" title="Puisi"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;puisi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; lama. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik(atau empat baris bila dituliskan), ber&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sajak&amp;amp;action=edit" title="Sajak"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;sajak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ab-ab ataupun aa-aa. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampiran" title="Sampiran"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;sampiran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isi&amp;amp;action=edit" title="Isi"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;isi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali tentang alam (flora dan fauna), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 255, 51);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karmina" title="Karmina"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Karmina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 255, 51);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talibun" title="Talibun"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Talibun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; merupakan bentuk puisi lain yang mirip dengan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);" class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Struktur Pantun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi terkadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Air dalam bertambah dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hujan di hulu belum lagi teduh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hati dendam bertambah dendam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dendam dahulu belum lagi sembuh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(255, 153, 255);" lang="SV"&gt;Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-5 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pantun Adat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Menanam kelapa di pulau Bukum&lt;br /&gt;Tinggi sedepa sudah berbuah&lt;br /&gt;Adat bermula dengan hukum&lt;br /&gt;Hukum bersandar di Kitabullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ikan berenang didalam lubuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ikan belida dadanya panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Adat pinang pulang ke tampuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Adat sirih pulang ke gagang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Lebat daun bunga tanjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Berbau harum bunga cempaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Adat dijaga pusaka dijunjung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Baru terpelihara adat pusaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Bukan lebah sebarang lebah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Lebah bersarang dibuku buluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Bukan sembah sebarang sembah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Sembah bersarang jari sepuluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Pohon nangka berbuah lebat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Bilalah masak harum juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Berumpun pusaka berupa adat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Daerah berluhak alam beraja&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Agama"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;Pantun Agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Banyak bulan perkara bulan&lt;br /&gt;Tidak semulia bulan puasa&lt;br /&gt;Banyak tuhan perkara tuhan&lt;br /&gt;Tidak semulia Tuhan Yang Esa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Daun terap diatas dulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak udang mati dituba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dalam kitab ada terlarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Yang haram jangan dicoba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bunga kenanga diatas kubur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pucuk sari pandan Jawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Apa guna sombong dan takabur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Rusak hati badan binasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak ayam turun sepuluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Mati seekor tinggal sembilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bangun pagi sembahyang subuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Minta ampun kepada Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Asam kandis asam gelugur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ketiga asam si riang-riang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(153, 255, 153);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Menangis mayat dipintu kubur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Teringat badan tidak sembahyang&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Budi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Budi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bunga cina diatas batu&lt;br /&gt;Daunnya lepas kedalam ruang&lt;br /&gt;Adat dunia memang begitu&lt;br /&gt;Sebabnya emas budi terbuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Diantara padi dengan selasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Yang mana satu tuan luruhkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Diantara budi dengan kasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Yang mana satu tuan turutkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Apa guna berkain batik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kalau tidak dengan sujinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Apa guna beristeri cantik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kalau tidak dengan budinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Sarat perahu muat pinang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Singgah berlabuh di Kuala Daik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jahat berlaku lagi dikenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Inikan pula budi yang baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak angsa mati lemas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Mati lemas di air masin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hilang bahasa karena emas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Hilang budi karena miskin&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Jenaka"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pantun Jenaka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Dimana kuang hendak bertelur&lt;br /&gt;Diatas lata dirongga batu&lt;br /&gt;Dimana tuan hendak tidur&lt;br /&gt;Diatas dada dirongga susu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Elok berjalan kota tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kiri kanan berbatang sepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Elok berbini orang tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Perut kenyang ajaran dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Sakit kaki ditikam jeruju&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jeruju ada didalam paya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Sakit hati memandang susu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Susu ada dalam kebaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Naik kebukit membeli lada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Lada sebiji dibelah tujuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Apanya sakit berbini janda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak tiri boleh disuruh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Orang Sasak pergi ke Bali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Membawa pelita semuanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berbisik pekak dengan tuli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Tertawa si buta melihatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Ada apa diseberang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; Mentimun busuk dimakan kalong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; Ada apa diseberang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; Bujang bungkuk gadis belong&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Kepahlawanan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Kepahlawanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Adakah perisai bertali rambut&lt;br /&gt;Rambut dipintal akan cemara&lt;br /&gt;Adakah misai tahu takut&lt;br /&gt;Kamipun muda lagi perkasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hang Jebat Hang Kesturi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Budak-budak raja Melaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jika hendak jangan dicuri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Mari kita bertentang mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kalau orang menjaring ungka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Rebung seiris akan pengukusnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kalau arang tercorong kemuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ujung keris akan penghapusnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Redup bintang haripun subuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Subuh tiba bintang tak nampak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hidup pantang mencari musuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Musuh tiba pantang ditolak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Esa elang kedua belalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Takkan kayu berbatang jerami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Esa hilang dua terbilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Takkan Melayu hilang dibumi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Kias"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Kias&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ayam sabung jangan dipaut&lt;br /&gt;Jika ditambat kalah laganya&lt;br /&gt;Asam digunung ikan dilaut&lt;br /&gt;Dalam belanga bertemu juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berburu kepadang datar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dapatkan rusa belang kaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berguru kepalang ajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bagaikan bunga kembang tak jadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak Madras menggetah punai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Punai terbang mengirap bulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berapa deras arus sungai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ditolak pasang balik kehulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kayu tempinis dari kuala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dibawa orang pergi Melaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berapa manis bernama nira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Simpan lama menjadi cuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Disangka nenas ditengah padang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Rupanya urat jawi-jawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Disangka panas hingga petang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Kiranya hujan tengah hari&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Nasihat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Nasihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kayu cendana diatas batu&lt;br /&gt;Sudah diikat dibawa pulang&lt;br /&gt;Adat dunia memang begitu&lt;br /&gt;Benda yang buruk memang terbuang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kemuning ditengah balai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bertumbuh terus semakin tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berunding dengan orang tak pandai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bagaikan alu pencungkil duri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Parang ditetak kebatang sena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Belah buluh taruhlah temu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Barang dikerja takkan sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bila tak penuh menaruh ilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Padang temu padang baiduri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Tempat raja membangun kota&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Bijak bertemu dengan jauhari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Bagaikan cincin dengan permata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Ngun Syah Betara Sakti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Panahnya bernama Nila Gandi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Bilanya emas banyak dipeti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sembarang kerja boleh menjadi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Percintaan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pantun Percintaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Coba-coba menanam mumbang&lt;br /&gt;Moga-moga tumbuh kelapa&lt;br /&gt;Coba-coba bertanam sayang&lt;br /&gt;Moga-moga menjadi cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Limau purut lebat dipangkal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Sayang selasih condong uratnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Angin ribut dapat ditangkal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Hati yang kasih apa obatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Ikan belanak hilir berenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Burung dara membuat sarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Makan tak enak tidur tak tenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Hanya teringat dinda seorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Anak kera diatas bukit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dipanah oleh Indera Sakti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dipandang muka senyum sedikit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Karena sama menaruh hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Ikan sepat dimasak berlada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kutunggu di gulai anak seberang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 204);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jika tak dapat dimasa muda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Kutunggu sampai beranak seorang&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Peribahasa"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Peribahasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berakit-rakit kehulu&lt;br /&gt;Berenang-renang ke tepian&lt;br /&gt;Bersakit-sakit dahulu&lt;br /&gt;Bersenang-senang kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kehulu memotong pagar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Jangan terpotong batang durian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Cari guru tempat belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Jangan jadi sesal kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kerat kerat kayu diladang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Hendak dibuat hulu cangkul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Berapa berat mata memandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Barat lagi bahu memikul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Harapkan untung menggamit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kain dibadan didedahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Harapkan guruh dilangit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Air tempayan dicurahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pohon pepaya didalam semak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pohon manggis sebasar lengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 204, 102);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kawan tertawa memang banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Kawan menangis diharap jangan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Perpisahan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;h2 style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pantun Perpisahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pucuk pauh delima batu&lt;br /&gt;Anak sembilang ditapak tangan&lt;br /&gt;Biar jauh dinegeri satu&lt;br /&gt;Hilang dimata dihati jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Bagaimana tidak dikenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Pucuknya pauh selasih Jambi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Bagaimana tidak terkenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Dagang yang jauh kekasih hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Duhai selasih janganlah tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kalaupun tinggi berdaun jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Duhai kekasih janganlah pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="FI"&gt;Kalaupun pergi bertahun jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Batang selasih mainan budak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Berdaun sehelai dimakan kuda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bercerai kasih bertalak tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Seribu tahun kembali juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Bunga Cina bunga karangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Tanamlah rapat tepi perigi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Adik dimana abang gerangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bilalah dapat bertemu lagi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;&lt;a name="Pantun_Teka_teki"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h2 style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Pantun Teka-teki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kalau tuan bawa keladi&lt;br /&gt;Bawakan juga si pucuk rebung&lt;br /&gt;Kalau tuan bijak bestari&lt;br /&gt;Binatang apa tanduk dihidung ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Beras ladang sulung tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Malam malam memasak nasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dalam batang ada daun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Dalam daun ada isi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Terendak bentan lalu dibeli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Untuk pakaian saya turun kesawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Kalaulah tuan bijak bestari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Apa binatang kepala dibawah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kalau tuan muda teruna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Pakai seluar dengan gayanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kalau tuan bijak laksana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Biji diluar apa buahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tugal padi jangan bertangguh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kunyit kebun siapa galinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kalau tuan cerdik sungguh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Langit tergantung mana talinya ?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-6744232798019058309?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/6744232798019058309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/pantun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6744232798019058309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/6744232798019058309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/pantun.html' title='Pantun'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-2939645181154557217</id><published>2009-01-20T06:12:00.001-08:00</published><updated>2009-01-20T06:15:40.746-08:00</updated><title type='text'>Cerpen : Sejuta Melodi di Bulan Maret</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;SEJUTA MELODI DI BULAN MARET&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;“Kujatuh cinta lagi …”&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Tuk kesekian kali ….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kuterlahir untukmu, menuju indah dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dambaanku, penuntun jalanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Terangi malam tak lagi gelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Berhiaskan kasih nan suci …”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;M&lt;/b&gt;asih seperti kematin. Lagu itu-itu saja yang dia nyanyikan dua hari belakangan ini. Pada sebuah rumah mungil di Jl. Romance, kurang lebih 50 meter dari sebuah SMU yang merupakan SMU faforit di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; itu. Suara cempreng yang khas, bersumber dari kamar mandi. Dua orang gadis yang tinggal serumah dengannya berdiri mematung tepat di depan pintu, sembari menempelkan daun telinganya. Gadis yang tengah mandi tidak menyadari keberadaan dua orang temannya itu. Saat dia keluar dari kamar mandi, dua gadis tadi menyeretnya ke kamar. Kemudian mereka memaksanya untuk bicara. Tepatnya bercerita. Tapi setiap pertanyaan yang terlontar dari dua gadis tadi, selalu dijawab dengan senyum. Menjengkelkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ayo donk, Nay cerita ke kita!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kayaknya bener kamu lagi jatuh cinta. Siapa Nay? Dia siapa? Jangan senyam senyum gitu, jawab!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Gadis yang dipanggil Nayla masih tersenyum. Matanya menerawang, handuk yang masih basah dipekuknya. Memang dia tengah jatuh cinta. Ini dirasakannya sejak beberapa hari lalu, tepatnya disadarinya. Seorang Nayla, 15 tahun pengalaman hidupnya. Dia masih belum banyak makan asam garam kehidupan. Masih ada banyak hal yang belum dimengertinya. Tapi sial cinta, dia terlampau mahir. Dia juga lebih peka, lebih bisa membedakan dan menyadari bahwa yang dirasakannya adalah cinta dan bukan sekedar rasa suka atau kagum. Dia yakin dan begitu mantap saat mengatakan pada hatinya bahwa ia tengah jatuh cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dialah seorang Fabian. Pria yang belum genap dua bulan dikenalnya. Febian dinilai sebagai seorang pria yang baik, lembut namun tegas, dan juga komunikatif. Nayla tidak pernah mengundang rasa itu datang ke hatinya, namun Nayla juga tak kuasa untuk mengusirnya. Dan ia pun kembali bersenandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Biarkanku menggapaimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memelukmu, memanjakanmu ….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ih, Nayla. Mau cerita enggak ?” Beti mulai gemas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Santi, Beti. Kalian teman terbaikku. Nggak sedikit yang kalian ceritakan dan kalian bagi denganku. Aku juga mau berbagi dengan kalian. Memang benar aku lagi jatuh cinta. Dia Fabian.” dan dimulailah cerita panjangnya sore itu. Dua sahabat gadisnya mendengarkan dengan khusyu’. Begitu tertarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka bertiga tinggal bersama belum genap satu tahun. Tepatnya sejak mereka sama-sama memasuki tahu ajaran baru di sekolah yang baru pula. Sekarang mereka kelas satu SMU. Banyak hal mereka lakukan bersama. Banyak persamaan namun bukannya tidak ada perbedaan antara ketiganya. Berselisih pendapat kadang-kadang, tapi dapat segera teratasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan mudahnya. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda-beda, begitu Tuhan menciptakan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Santi lebih dulu kenal dengan Nayla. Dia lebih dewasa dari kedua teman gadisnya itu. Dia juga lebih berpengalaman soal cinta. Selain bertanggung jawab, disiplin, dia juga pintar dalam hal pelajaran. Tapi tidak jarang dua juga bertingkah konyol seperti dua teman gadisnya. Dan yang paling gila dari ketiganya adalah Beti. Begitu banyak hal gila dimilikinya, tanpa ada Beti dua gadis yang lain tidak akan dapat menggila dengan lepasnya. Begitu menarik kisah hidup mereka untuk disimak. Karena mereka memang tidak ingin hidup yang hanya sekali ini berjalan datar dan biasa-biasa saja. Sedangkan Nayla sendiri, tidak banyak pengalamannya, sifatnya yang terlalu mencari perhatian kadang membuat teman-temannya gemas. Tapi dibalik sifat kekanak-kanakkannya itu, Nayla memiliki hati yang lembut. Dia berani mengambil resiko dari apa yang dia perbuat. Dengan sifat dan kepribadian yang bervariasi itu, mereka dapat menjalin persahabatan dengan begitu erat tanpa membutuhkan waktu yang lama. Mereka berbagi dalam hal apapun. Pelajaran sekolah, keluarga, teman-teman yang lain, dan tentu hal percintaan seperti sekarang ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diantara ketiganya, Nayla dianggap paling kecil, karena fisiknya, karena segala sifat dan tingkah lakunya, juga berdasarkan pada kenyataan yang ada. Santi telah berdua dengan dia yang disana, begitupun Beti yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Sedangkan Nayla… Maka dari itu, kedua gadis ini turut senang mendengar berita jatuhnya Nayla dalam jurang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;asmara&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang konon begitu curam, dan bila terjatuh pada tempat yang tidak tepat akan terasa nyeri yang begitu sakit. Dan Santi juga Beti telah berjanji pada Nayla, maupun pada diri mereka sendiri bahwa mereka akan membantu Nayla. Demi mendapatkan pria itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Begitulah cerita seorang gadis pada dua teman gadisnya. Di senja yang indah, di awal bulan Maret.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kriiiiiiing …….. !!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jam beker di kamar mandi Beti berdering nyaring. Gadis yang pada detik sebelumnya masih lelap, kini ternyenyak saat mendapati jarum jam telah menunjukkan angka 06.30. Sedangkan di dapur, Santi sibuk menyiapkan sarapan. Sembari mengapit ponsel di telinganya demi berbincang dengan yang terkasih di seberang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tapi dimana gadis yang satu lagi, yang suka menyanyi di kamar mandi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Pagi Santi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Pagi juga. Beti mana?” sahut Santi setelah menutup ponselnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Pagi semua” sebelum Nayla menjawab, yang dimaksud telah muncul. Kelihatan begitu tergesa-gesa. Diteguknya setengah gelas susu panas, dan dicomotnya roti dari tangan Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aah Beti…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Pelan-pelan donk, Bet.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku duluan ya, ada tugas jaga.” Dua gadis yang lain saling pandang, kemudian menggeleng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang dimaksud tugas jaga adalah berdiri tegap di samping gerbang sekolah untuk mengamati dan memperhatikan murid-murid yang berseragam kurang lengkap. Tugas ini merupakan kewajiban setiap anggota&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekstra kurikuler yang bersangkutan. Menurut cerita Beti dulu, dia dan kelompoknya akan mulai stand by di depan gerbang tepat pukul 06.00. Dan barang siapa terlambat akan dikenai sanksi berdasarkan lamanya ia terlambat. Jika tidak ada tugas jaga, seperti Nayla juga Santi yang enggan mengikuti ekskul tersebut, mereka lebih memilih berangkat siang. Dalam artian paling tidak sepuluh menit sebelum bel masuk kelas. Kecuali di hari-hari sibuk yang padat PR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menit meninggalkan pukul 10.00, tepatnya dua puluh menit setelah bel masuk kelas berdentang seusai jam istirahat pertama. Pelajaran selanjutnya ekonomi, tapi guru mata pelajaran tersebut tidak hadir. Akibatnya anak-anak terlantar, ada yang keluyuran ke perpus, ke kantin, ke toilet, atau hanya sekedar berjalan-jalan santai mengitari sekolahan. Dan tidak sedikit pula yang tergolek lemas di kelas. Seperti ketiga gadis dipojok belakang. Di kursi paling belakang, merupakan singgasana bagi Beti dan Gilang. Tapi berhubung Gilang yang merupakan anggota OSIS tengah menghadiri rapat, Beti harus menikmati jam kosong sendiri tanpa kekasihnya itu. Apalagi hari ini merupakan hari yang melelahkan baginya. Pagi tadi ia harus push up 30 kali, lantaran ia terlambat jaga 30 menit. Di kursi depannya Santi tengah mengutak atik HP, membalas pesan dari dia di seberang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, yang tengah mencuri-curi kesempatan saat sedang pelajaran. Meskipun satu sekolah, Santi tidak berada di kelas yang sama saat sedang pelajaran. Meskipun satu sekolah, Santi tidak berada di kelas yang sama dengan Nugi, kekasihnya. Sedang disebelah Santi, duduklah seorang gadis yang tengah terlelap, Nayla. Tak ada yang bisa ia lakukan antara kedua temannya yang tengah kasmaran, selain tidur dan bermimpi indah tentang yang dirindukannya. Di pojok depan berkumpul Riri and the gank, sekitar empat orang, tengah membicarakan hal yang tidak jauh menyimpang dari gosip. Dan beberapa anak sibuk sendiri dengan kegiatan masing-masing. Dalam suasana yang tidak terlalu gaduh itu, tiba-tiba Nayla terhenyak. Kemudian berlari keluar kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, mau kemana?” tanya Santi kaget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku mesti ngomong sama dia….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nayla berlalu setelah memberi jawaban yang cukup singkat. Entah apa yang dia maksud. Mungkinkah ia hanya mengigau, atau memang telah mendapat wangsit dari tidur nyenyaknya barusan? Tak ada yang bisa dilakukan Santi ataupun Beti. Mereka hanya bisa menggeleng-geleng, dan menarik nafas panjang setelah itu dikeluarkan lagi seleganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama dua jam, atau lebih tepatnya dua kali empat puluh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menit anak-anak di kelas Nayla terlantar. Gilang telah kembali ke kelas, sedangkan Nayla masih belum diketahui rimbanya. Bahkan saat mata pelajaran berikutnya pun Nayla masih belum kembali. Hal ini membuat teman-temannya panik dan bingung. Hingga beberapa saat kemudian, saat Mr. sad (sebutan dari anak-anak untuk pak Sungkawa, guru Fisika) tengah berbicara bagaimana Einstein dapat menemukan rumusnya, seseorang mengetuk pintu dengan lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nayla. Darimana saja kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Maaf, Pak. Tadi saya kebelet ke belakang, jadi telat deh…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya sudah. Kali ini kamu saya maafkan, tapi kalau sampai terulang lagi kamu tidak boleh ikut pelajaran saya. Mengerti?! Sekarang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; duduk!” Nayla berjalan ke bangkunya. Bukannya merasa bersalah, dia malah senyum-senyum. Bahkan sampai bel pulang sekolah berdentang. Membuat Santi, Beti juga Gilang menjadi semakin bingung. Entah apa lagi yang terjadi pada gadis aneh ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jarum jam menunjukkan angka 12.00. Bel pulang sekolah telah berbunyi. Sedikit mengherankan bagi anak-anak seantero sekolah, karena biasanya sekolah bubar pukul 13.00. Tapi tidak bagi yang telah mendapat bocoran dari anak OSIS, bahwa hari ini para guru akan menghadiri acara dinas. Termasuk Nayla cs yang mendapat bocoran dari Gilang. Anak-anak berhamburan keluar kelas. Anehnya, Nayla langsung berlari keluar kelas tidak seperti biasanya. Kembali Santi cs dibuat bingung olehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Mungkin emang lagi ada urusan kali. Jadi buru-buru gitu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;“Mungkin juga sih, Gil. Ya udah pulang yuk, Bet!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;“Iya deh. Gilang ntar mampir dulu ya!” pria manis itupun mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketiganya berjalan beriringan. Tak lebih dari sepuluh menit mereka sampai di rumah mungil Santi cs. Tidak jarang Gilang berkunjung ke rumah itu, bahkan bisa dikatakan sering. Meskipun jarak ke rumahnya cukup jauh, kurang lebih 10 km. Siang yang panas. Di serambi rumah terasa lebih sejuk karena banyak pohon yang tumbuh. Saat mereka tengah menikmati es jeruk dan kue buatan Santi, terdengar suara orang bersenandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Satukanlah cinta kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Walau hati ini lelah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beranikan untuk jalani hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari semua kekuatan kita…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nayla berjalan riang ke serambi, menyongsong teman-teman tercintanya. Tersungging senyumannya yang manis dipipi. Dipeluknya teman-temannya yang tengah bingung melihat tingkah anehnya itu, kecuali Gilang yang kemudian bertanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu kenapa, Nay?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku baru jadian…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Apa? Jadian?” ketiga temannya seperti kor tanpa dirigen. Nayla kembali tersenyum. Riang benar hatinya saat ini. Akhirnya ia telah mendapatkan pria yang selama ini ia inginkan. Fabian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“gila, cepet banget. Selamet ya, Nay?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Emang kapan jadiannya? Cerita donk.” Gilang begitu antusias.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tadi siang di sekolah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Oou, jadi kamu telat ikut jamnya Mr. Sad gara-gara Fabian? Mang dimana dia nembak kamu? Atau kamu duluan yang nembak dia?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Gini temen-teman”, Nayla memulai kembali ceritanya siang ini. “Tadi di sekolah aku mimpi aneh banget, intinya aku harus nembak Fabian sebelum keduluan sama cewek lain. Ya, pas aku bangun aku langsung aja samperin dia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Di toilet….” Mendengar jawaban Nayla tersebut, ketiga makhluk dihadapannya mengerutkan kening. Secara toilet putra dan putri di sekolah mereka berbeda. Jadi mana mungkin mereka bertemu di toilet. Dan Nayla pun mengerti, ia kembali melanjutkan ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tadi aku ke toilet trus aku SMS dia, aku bilang kalau aku suka sama dia. Habis kalau untuk ketemu langsung aku nggak berani.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Jadi, lewat SMS?” tanya Santi, diikuti anggukan mantap dari Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tapi, aku bilang kalau aku nggak mau jadian lewat SMS. Aku maunya dia bilang langsung. Trus dia nanggepin, dan dia minta aku nunggu dia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Baik Santi, Beti maupun Gilang begitu antusias mendengar cerita sahabatnya itu. Meskipun sedikit konyol dan terdengar bodoh. Meskipun dia masih dalam tahap menunggu, akhirnya Nayla akan segera terbebas dari predikat jomblo yang sedang disandangnya sejak empat bulan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini cerita seorang gadis yang tengah berbunga-bunga, pada ketiga sahabatnya diserambi rumah mungil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sore yang cerah. Tak ada orang di rumah saat Santi pulang kencan. Beberapa kali dipanggil dua sahabatnya, tapi tak ada jawaban. Di pintu kulkas tertempel secarik kertas yang kemudian dibacanya sebagai berikut,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Santi/Nayla,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku mau jenguk Gilang yang sakit. Malam ini aku pulang agak telat soalnya aku mau nemenin dia di RS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Salam Cute,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Beti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Santi menghembuskan nafas panjang. Tak ada orang di rumah berarti sepi, sepi berarti seram, itu yang ada dipikirannya. Ia memang sedikit pobhia pada makhluk halus. Terlebih lagi saat didengarnya bunyi gemericik air di kamar mandi. Dengan segala keberanian yang ada, ia mulai melangkahkan kaki ke depan pintu kamar mandi. Di tempatnya berdiri, bulu kuduknya turut berdiri saat ia dengar suara orang bersenandung. Ia tempelkan telinga ke daun pintu. Hingga senandung itu semakin jelas terdengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;“Menunggu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Ternyata menyakitkan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Harus berapa lama,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku menunggumu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Bila kuharus menunggumu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Datangnya cintamu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; kupastikan itu jadi nyata….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Santi mulai mengenali suara tersebut, rasa takutnya tlah memudar, tergantikan oleh kerutan dikening. Karena lagu-lagu cinta yang kemarin masih sempat dinikmati, kini tergantikan oleh melodi penantian yang sendu benar. Santi tidak mampu mengeluarkan suara memanggil gadis dalam kamar mandi itu, maka ditunggunya hingga si gadis keluar dari kamar mandi itu, maka ditunggunya hingga si gadis keluar dari kamar mandi. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka pelan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nayla, kamu kenapa?” yang ditanya tidak segera menjawab. Ia terduduk lemas di kursi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“San, kok perasaan aku nggak pernah sukses kalau soal cowok.” Katanya kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu ni ngomong apa sih? Apa maksud kamu nggak pernah sukses?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Iya. Dulu Famby selingkuh, Tio mau nggak mau putus karena mesti keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, Iyan kamu tahu sendiri dia gimana, sakau, trus Andika baru juga dua bulan dan bubar. Apes banget sih. Dan sekarang, Fabian nggak bisa jadi pacar aku, San.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nggak bisa gimana? Bukan dulu dia nggak boleh pacaran sama bokapnya. Dia bilang bokapnya galak banget, beliau nggak mau ngecewain bokapnya. Dia minta aku nunggu sampai dia dapat restu dari bokapnya. Ta udah, &lt;i style=""&gt;tinggalah disini kusendiri…”&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; sekarang jamannya dah beda. Banyak kok yang nekat, lagipula Cuma buat have fun aja. Dan kalau dia memang beneran suka sama kamu, backstreet juga bisa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Siapa bilang, aku serius nggak main-main. Enak aja Cuma buat have fan. Sebenernya sih bisa, tapi kalau backstreet, nggak asyik. Mau ketemuan aja mesti sembunyi-sembunyi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Maka dimulailah kembali kisah yang baru. Si gadis tidak lagi seriang dulu, sejak dia kenal dengan kata ‘menunggu’. Dia baru sadar kalau menunggu itu nggak enak. Apalagi &lt;i style=""&gt;menunggu sesuatu yang tak pasti…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sabtu pagi yang cerah. Tapi berbeda dengan hati gadis yang suka menyanyi di kamar mandi. Sejak apa yang menimpanya beberapa hari lalu, yaitu sebuah kenyataan yang ingin dia tolak, ia menjadi lebih sering melamun. Membuat kedua sahabatnya makin bingung. Bahkan melibatkan Gilang, hingga cowok itu harus ikut berpusing-pusing mencari pemecahan masalah Nayla. Tapi tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Fabian, bukan orang yang cukup mereka kenal. Sedangkan Nayla yang terlalu pemikir, semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpuruk hilang kesabaran. Ia serius menyayangi pria itu, ia ingin pria itu menemaninya, menghiburkan, menyayanginya, dan selalu berada disampingnya. Kemarin dulu mungkin Nayla masih bisa membayangkan indahnya, dengan senyum terkembang dibibir, tapi kini ia hanya bisa berharap, bahkan bermimpi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sabtu ini, ia tidak sanggup turun dari tempat tidur. Pertama karena pening di kepalanya tak kunjung membaik, kedua karena ia takut dan malu akan kelopak matanya yang bengkak karena menangis semalaman, dan juga karena ia malas. Ia lebih ingin menangis di kamarnya, daripada menikmati soal-soal dari Mr. Sad. Hari ini dua jam pelajaran segera saja menghilang, tergantikan oleh bayangan yang lebih mengerikan. Seorang pria berambut cepak dan bermata teduh. Membuatnya harus kembali meneteskan air mata. Biasanya Nayla cs punya jadwal yang cukup padat di hari Sabtu. Tapi untuk hari ini tidak ada yang dilakukannya selaun mengurung diri dikamar. Kedua sahabatnya, Santi juga Beti membiarkan tetap begitu untuk sementara waktu. Tapi mereka dapat pastikan, untuk hari berikutnya tidak akan ada lagi wajah sedih diwajah Nayla. Karena mereka sendiri yang akan menghiburnya, dan mengembalikan senyumnya yang hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Usaha kedua temannya cukup lumayan. Ia pun tidak ingin berlarut-larut, kalau memang ia cinta sampai kapanpun akan ditunggunya. Karena ia yakin Febian hanya untuknya dan bukan untuk yang lain. Tapi semakin hari penantiannya semakin terasa. Apalagi ia jarang bertemu dengan orang terkasihnya itu. Seakan Fabian memang benar-benar menghindarinya sekarang. Tapi kenapa harus menghindar? Dan kenapa tidak ada lagi perhatiannya yang dulu, tidak ada SMS? Dan kenapa sama sekali tidak pernah Fabian menghubunginya? Pertanyaan itu segera terjawab. Beberapa hari lalu di kantin sekolah, Dina salah satu anggota gank Riri mendekati Nayla yang tengah duduk sendiri. Entah darimana ia tahu tentang hubungan Nayla dan Fabian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Hingga Dina menceritakan hal yang membangkitkan nyeri dihati Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku denger-denger sih, Fabian lagi ada hubungan special sama seorang cewek namanya Sera…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Bayangan tentang Fabian kembali memenuhi pikiran Nayla. Kali ini bukan Fabian yang dia kenal yang muncul, melainkan seorang yang terlihat tengah menyayat hatunya dengan belati. Jadi Fabian membawa-bawa nama ayahnya hanya demi untuk menolak cinta Nayla. Lalu tanggapanya pada pengakuan Nayla dulu, apa artinya? Lebih menyakitkan lagi saat Nayla tahu bahwa Sera masih duduk di bangku SMP. Hatinya remuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kenapa Fabian tega nglakuin ini semua sama aku? Harusnya dia bilang aja terus terang kalau dia udah punya cewek lain. Dia nggak perlu bikin aku sakit kayak gini.” Keluhnya pada kedua sahabatnya di kamar. Sedang kedua sahabatnya itu hanya bisa terdiam membisu, entah harus bagaimana. Maka mereka biarkan si gadis dengan cerita dan keluh kasihnya. Biar ia lepaskan semua beban yang mengganjal. Hingga air mata berhenti menetes dengan sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Padahal aku dah berharap banyak sama dia . Aku seneng banget waktu dia bilang ‘mulai detik ini kamu jadi belahan hatiku…’ dan aku mulai berkhayal tentang dia. Tapi apa? Apa artinya ini semua?” butiran bening kembali menetes membasahi pipinya. “San, Bet, boleh nggak aku nyanyi?” kedua sahabatnya mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku kecewa, aku terluka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan cerita antara engkau dan dia…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin diriki, tak pernah bisa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan tak pernah bisa untuk dapatkan dirimu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Air mata gadis itu masih belum kering. Mengalir-alir, menganak sungai. Bila ia duduk bersandar akan mengalir kebawah, namun bila ia tidur menghadap jendela maka terbut aliran baru ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;samping, Melunturkan keceriaanya dulu. Kini matilah Nayla yang dulu, dan lahirlah Nayla yang lemah, yang selalu menangu\is saat menghadapi masalah. Kedua sahabatnya semakin bingung. Tidak tahu harus berbuat apa. Menghibur percuma, membicarakan dan mencari penyelesaianpun tidak mungkin keadaan Nayla yang makin kacau. Akhirnya semuanya tetap mengalir seperti apa-adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Inilah awal si gadis yang tengah patah hati karena sang pujaan jatuh ke gadis lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nayla tersentak. Ponsel dalam sakunya bergetar secara teratur, saat ia tengah melamun di serambi rumah mungil. Ia hapus air matanya. Sebuah SMS dari Fabian. Menanyakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang tugas sekolah. Nayla tersenyum sinis, sedang air matanya mengalir lagi. Tanpa pikir panjang ia langsung menanyakan siapa dan apa hubungannya dengan gadis yang bernama Sera. Tak berapa lama kemudian, ia rasakan sejuk dihati, senyumnya mulai terkembang. Saat pria itu menuliskan, ia rasakan sejuk dihati, senyumnya mulai terkembang. Saat pria itu menuliskan, bahwa ia sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan Sera, selain hanya sekedar teman saja. Nayla tak hanya menyayangi Fabian, tapi ia juga memberi kepercayaan penuh padanya. Hingga air matanya mulai kering, tergantikan oleh senyum yang semakin manis setelah lama tak ia pamerkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kini kembalilah Nayla yang dulu. Kedua teman gadisnya mulai dapat bernafas lega. Mereka akan kembali menyantap es krim coklat vanila di kantin, mencorat coret bangku bis saat jalan-jalan, menceritakan kisah-kisah lucu saat pelajaran, makan permen karet dibelakang Mr. Sad, menyembunyikan seragam anak-anak yang tengah abermain basket, membuat suara gaduh di perpustakaan, menjahili Mr. Punk (sebutan buat Pak Pangaribuan) penjaga laboratorium, dan masih banyak lagi hal konyol yang akan kembali menjadi rutinitas mereka. Sedang penantian Nayla pada pujaannya, masih dipertahankan. Kini ia akan lebih percaya pada Fabian, daripada gosip-gosip murahan yang sempat ‘membunuhnya’. Meskipun seorang Fabian memang bukan orang yang jauh dari gosip. Hampir seantero sekolah mengenalinya. Selain sekolah ia juga memiliki kesibukan lain, yaitu sebagai fotografer. Hal itu juga yang membuat Nayla berpikir, bahwa Fabian jarang menghubunginya karena sibuk. Dan Nayla yang mengharapkannya harus menerima keadaannya. Meskipun gosip-gosip yang beberapa kali ini muncul terlalu menyakitkan, tapi ia tetap tegar. Ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama karena tidak mempercayai orang terkasihnya. Maka dari itu meskipun sakit ia tetap bertahan. Ia menganggap tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dan pria itu. Karena baginya yang terpenting adalah membuat pria itu nyaman dan tidak merasa terganggu sedikitpun. Ia takut bila suatu saat nanti semua orang tahu tentang apa yang terjadi padanya dan pria itu, maka akan membuat Fabian terusik. Tugasnya sebagai seorang pencinta adalah membuat orang yang dicintainya merasa nyaman dan terjaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi pria itu tidak menyadari bahwa yang ia lakukan telah membuat seorang gadis merasa sakit hati. Hingga ia ulangi kesalahannya, membuka balutan luka di hati si gadis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, aku nggak tahu mesti bilang sama kamu atau nggak, tapi kayaknya kamu perlu tahu dech.” Beti menarik lengan Nayla yang tengah sibuk dengan makalahnya di serambi rumah mungil, menuju sekolah. Tak berapa lama kemudian, di gerbang sekolah terlihat seorang pria dengan tustel tergantung didadanya, tengah bersendau gurau dengan seorang gadis berseragam SMP. Nayla mengerutkan kening. Wajahnya memerah dan tidak ada sepatah katapun dapat terucap. Air mata mewakili segala kekecewaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Gadis yang berseragam SMP itu memang cantik, pantas saja bila Fabian menyukainya. Mereka berdua terlihat begitu dekat. Bahkan gurauan yang terkesan mesra, membuat Nayla berbalik melangkah gontai kembali ke rumah mungil. Dibelakangnya langkah Beti semakin berat. Timbul rasa bersalah karena menunjukkan hal yang membuat sahabatnya itu semakin sakit. Bukan hanya sakit dihatinya, tapi juga sakit yang semakin selama ini telah terlupakan mulai kembali menjangkit, tepat di ulu hatinya. Nyeri semakin nyeri, perih semakin perih, dan sesak bertambah sesak. Bahkan semakin sesak dan sesak lagi, hingga tubuhnya lemas ambruk tak berdaya. Tak ada yang diingatnya setelah kejadian itu. Saat ia sadar, ia tengah berada dikamar serba putih. Mulai tercium aroma yang ia benci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ih, bau obat. Aku lagi dimana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu di rumah sakit, Nay. Tadi kamu pingsan trus kita bawa kamu ke rumah sakit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, maaf ya aku dah bikin kamu sakit gini.” Rupanya rasa bersalah Beti semakin menjadi. Kedua sahabatnya tersenyum. Santi yang lebih mengenal Nayla, tahu tentang penyakit yang menjangkit sahabatnya itu. Tapi sengaja mereka lupakan karena Nayla tidak pernah lagi mengeluh sakit, maka dari itu sampai sekarang Beti baru tahu dari penjelasan dokter bahwa Nayla mengidap penyakit liver.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku sakit sejak belum ketemu kamu, Bet. Aku malah berterima kasih karena kamu dah kasih tahu aku gimana sebenarnya Fabian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sejak saat itu Nayla terbaring lemah di rumah sakit, hampir seminggu ia tinggalkan sekolah, hampir seminggu ia menangisi pria terkasihnya. Dalam hati ia masih ragu akan pria itu. Ia ragu Fabian bisa setega itu menyakitinya. Karena sebelumnya ia telah yakin, Fabian adalah pria yang baik, bahkan terlampau baik. Tapi gadis itu, benarkah gadis itu adalah alasan Fabian untuk menghindari Nayla?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kini Nayla tidak lagi setegar yang dulu. Keceriaan yang baru saja kembali kini pudar, hilang terbawa oleh air mata yang masih mengalir. Kedua teman gadisnya heran, seorang Nayla yang periang, penuh apercaya diri, dan juga tegar, ternyata dapat jatuh terlalu dalam seperti ini. Selemah itukah ia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Kau tuliskan cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tentang engkau dan dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Membuat hatiku semakin terluka …”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;Bersenandung dan melantunkan melodi-melodi seperti itulah hal yang ia lakukan saat sendiri. Melodi dari suara bindengnya, melodi yang menggambarkan isi hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Tiap kali aku berlutut…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;Dering ponsel menghentikan senandungnya. Perlahan ia hapus air mata, dan ucapkan salam pada yang diseberang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, gimana keadaan kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku baik. Ini siapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Jadi kamu dah nglupain aku? Kamu dah nggak kenal lagi ma aku, Nay?” suara itu, rasanya pernah Nayla dengar. “Ini aku, Fabian…“ barulah Nayla ingat beberapa nomor yang ia hapus dari phone booknya. Air matanya kembali mengalir, buru-buru ia usap dengan telapak tangannya yang pucat. Tak pernah ia menyangka pria itu akan menghubunginya lagi setelah sekian lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Santi dah ceritain semuanya sama aku. Kenapa kamu nggak percaya sama aku, Nay?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku percaya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kalau kamu percaya kamu nggak akan mikir macam-macam waktu lihat aku bgobrol sama Sera. Meskipun kita Cuma berdua. Kamu pasti ingat kalau aku pernah bilang aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Dia cuma teman kenalanku aja, nggak lebih…” lidah Nayla kelu dan tenggorokannya semakin pekat. Rasa bersalah mulai muncul, karena melupakan kepercayaan yang pernah ia berikan untuk pria itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, kalau kamu masih nggak percaya kamu tanya aja sama Egha. Rumahnya deket sama rumah Egha.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nggak perlu, Fa. Kalau kamu dah ngomong gitu aku percaya. Lagian aku juga nggak kenal sama Egha. Makasih kamu dah jelasin semuanya. Aku percaya sepenuhnya sama kamu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;Dan senyum gadis itu mulai kembali terkembang. Dua sahabatnya kini bisa bernafas lega. Setelah sebelumnya mereka ragu, apakah harus cerita atau tidaj pada Fabian tentang kondisi Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Untung cerita.” bisik Santi pada Beti dan Gilang di depan pintu kamar Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 145%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 145%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Inilah kisah kesekian yang terjadi di rumah mungil. Air mata yang kemudian menjadi hembusan nafas lega.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Meski kau terus sakiti aku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cinta ini akan selalu memaafkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan aku percaya nanti engkau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengerti bila cintaku takkan mati…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebuah melodi penantian yang selalu terlantun merdu di kamar Nayla. Baru saja dibelinya saat jalan-jalan dengan kedua sahabatnya untuk melepas penat. Nayla tersenyum, ditemani butir-butir air matanya yang kembali mengalir. Baru sekarang ia sadar, meski seberapapun Fabian menyakitinya tidak akan benci mengganti cinta. Meskipun penantiannya tidak menemui kata pasti, namun kepercayaan selalu tertanam dihati. Mungkin kedengarannya memang sedikit konyol, tapi kalau cinta mau bilang apa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Toh bukan Nayla minta rasa itu datang dan kemudian menyiksa batinnya. Nayla tidak pernah dan tidak ingin berfikir demikian, ia lebih suka menganggap inilah jalannya. Mungkin memang sudah jatahnya untuk mendapat pengalaman macam sekarang. Sempat terlintas dalam ingatannya, sebuah pesan bijak ‘kenangan bukan tuk dikenang melainkan tuk pengalaman’. Maka biarlah kisahnya dengan Fabian kali ini dijadikan sebagai pengalaman paling mengesankan. Rasa sakit yang dirasakan selama ini, tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dirasa korban-korbannya dulu. Beberapa anak Adam yang pernah disakitinya. Dan sekarang mau tidak mau Nayla harus percaya akan adanya karma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Iya, ada apa, San?” Nayla buru-buru mengusap air matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kamu nangis lagi ya? Tadi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; kamu dah janji kalau kamu nggak akan nangis lagi. Kamu gimana sich.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tadi aku bilang insya Allah. Udah aku nggak apa-apa kok.” Santi tidak berani tanya-tanya apa-apa lagi. Baru kemudian ia ingat tujuannya menemui Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Oya, Nay. Tadi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; kita sempat beli kaset. Aku punya lagu yang bagus banget buat kamu. Dan kayaknya juga pas sama apa yang kami alami sekarang. Dengerin ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Makasih, ntar aku coba. Hari ini kalian jadi ke rumah Nugi? Maaf ya, kayaknya aku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Iya-iya aku tahu. Nggak apa-apa, kamu istirahat aja di rumah. Aku pergi dulu ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dan benar, Nayla sendiri di rumah mungil. Diulang-ulang lagu itu. Beberapa kali diikuti air mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang masih terus mengalir. Mungkin memang terlalu berlebihan. Rasa sakitnya, harusnya tidak sampai segitunya. Tapi itulah Nayla. Sekali ia jatuh akan sulit sekali untuk bisa kembali bangkit. Namun bila faktor yang menimbulkan sakitnya itu mendukung, akan berbeda lagi ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Sampai kapan kau gantung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cerita cintaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memberi harapan…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sakitnya Nayla, mungkin karena memang ia belum dan tidak bisa menjadi dewasa. Semuanya dilakukan selalu dengan perasaan dan tidak dipikirkan matang. Dan inilah pertama kalinya ia merasakan yang orang bilang cinta bertepuk sebelah tangan. Karena meskipun Fabian tidak pernah mau berkata jujur, Nayla yakin bahwa Fabian tidak pernah menyukainya. Alasan saja tentang larangan ayahnya itu. Satu hal yang sampai saat ini masih menjadi beban pikiran Nayla. Apa mungkin nanti Fabian masih mau bersahabat dengannya? Ataukah Fabian akan meninggalkannya begitu saja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Rasa sesal dalam dasar hatinya menjalar mengikuti aliran darah, menjalar seluruh tubuh, hingga membuatnya lemas seperti sekarang. Penyesalan akan kenekatan dan kecerobohannya dulu. Belum genap dua bulan ia kenal dengan seorang Fabian, dekap pun mungkin baru sebulan, tapi ia sudah berani menyatakan perasaan. Harusnya ia tunggu untuk melakukan pendekatan. Paling tidak hingga keduanya saling kenal dekat, akrab, mengerti sifat masing-masing. Dengan begitu akan lebih mudah baginya, bila pada akhirnya nanti ia tetap tidak bisa membuat Fabian menyukainya. Kadang terlintas dipikirannya pertanyaan mengapa ia begitu ceroboh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi semuanya telah terjadi. Walau tidak lagi dapat diulang. Sudah seharusnya yang lalu biar berlalu, dan mulailah menyambut hari baru. Langkahnya kaki kedepan tanpa menoleh kebelakang. Bila dipikirkan akan semakin menyakitkan, namun sulit sekali bila harus melupakan. Andai segera hadir malaikat yang mampu endapkan laranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Lelah semua tuk berganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Endapkan laraku disini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Coba ‘tuk lupakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bayangan dirimu yang selalu saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memaksa ‘tuk merindumu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Meski sulit dan sekali lagi rasanya nyeri begitu sakit, tetap Fabian harus ia lupakan. Dikemudian hari, bila Fabian bersedia melanjutkan hubungan sebagai teman maka akan terbuka hatinya lebar-lebar. Namun bila seandainya Fabian mengabaikannya, tidak akan lagi ia ajukan protes atau keluhan macam-macam. Semuanya dianggap wajar. Itupun kalau bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kembalilah air mata mengalir sia-sia. Seperti yang diharapkan, semoga menjadi tetesan yang terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Biarkanlah saja aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lupakan dirimu bunuh cintaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ok kekasihku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah bila aku harus bertahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Usai sudah semua cerita antara kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kau bukan untukku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa kali harus merasakan yang namanya kehilangan, putus cinta. Ternyata sakit juga. Kini Nayla tahu, akan apa yang dirasakan mantannya dulu. Bukan salahnya bila terjadi serentetan kisah yang kurang mengesankan. Dulu sekali, ia sudah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang dicinta. Cinta pertamanya, yang tidak lagi dapat menemaninya lebih lama. Pria itu pergi begitu saja tanpa pamit, tapi sepeninggalnya meninggalkan bekas. Andaikan bisa dan Tuhan mengijinkan, mungkin dapat terlihat goresan atau luka menganga dihati kecil Nayla. Tapi memang luka seperti itu bukan sesuatu yang pantas untuk dipertontonkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena luka itu, yang begitu terasa untuk seorang Nayla. Luka itu yang membuatnya buta akan cinta. Mungkin bisa disebut trauma. Nayla tidak ingin hal itu terulang kembali. Dan sejak itu ia tidak pernah serius berhubungan dengan laki-laki. Karena ia takut, bila ia benar-benar menempatkan seseorang dalam tahta yang teragung, andai suatu saat orang itu pergi, maka kembali Nayla harus menahan sakit hati. Baginya ini begitu mengerikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan Fabian, kehadirannya yang membukakan pintu hati Nayla untuk cinta. Tidak lagi rasa takut menghantui, setiap saat yang terbayang hanyalah kebahagiaan untuk dapat bersama. Kebahagiaan andai dapat mengukir senyum pada wajahnya yang tersayang. Tapi bayangan tentang kebahagian itu musnah sudah. Hanyut terbawa derasnya air mata. Karena mengingatnya, otomatis mengingatkan kembali pada luka sebelumnya. Mungkin memang benar bila Nayla menyebut dirinya seorang pengecut yang takut terluka karena cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Aku memang pengecut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang tak biasa biarkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diriku terluka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku terlalu takut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bila cinta mengalahkanku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan kejadian ini, Nayla semakin mengerti akan cinta. Cinta yang harus dihargai, diperjuangkan, dan dipertahankan. Juga untuk menghargai dan menerima keputusan orang lain. Dan yang terpenting, belajar bagaimana mempertahankan diri untuk tidak terus terpuruk dalam jurang kesedihan. Dunia tak sesempit daun kelor, hidup masih panjang. Masih ada banyak hal yang dapat dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nayla berlari ke kamar mandi. Melewati kedua sahabatnya yang tengah ngobrol di depan TV. Santi juga Beti bingung, cemas, dan takut bercampur jadi satu. Di dalam Nayla membasuh wajahnya, kemudian berkata sendiri pada dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nay, buat apa kamu mikirin orang yang nggak pernah mikirin kamu? Buang-buang waktu. Mending ikutin kata Beti, dibawa enjoy aja…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dan ia pun keluar dari kamar mandi. Wajahnya, meskipun masih terlihat merah dengan kelompak mata yang sedikit membengkak, namun terlihat lebih menarik dari sebelumnya karena terhias senyum diperuntukkan bagi kedua sahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“nay, kamu nggak apa-apa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?” Beti menuntunnya ke kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Beti, Santi. Aku nyerah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Maksudnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Mati satu tumbuh seribu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Sesaat semuanya terdiam, tapi kemudian ketiganya melompat ke atas tempat tidur. Sembari tertawa lepas, Santi bertanya pada kedua sahabatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Berarti besok kita bisa ngerjain Mr. Punk lagi donk?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Besok ada jamnya Mr. Sad dua jam. Hari ini kita mesti ke supermarket buat beli permen karet.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Temen-temen, kita cabut sekarang, jangan lupa bawa spidol buat di bis nanti”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya kesedihan di rumah mungil telah berakhir. Pada penghuninya kembali membuat gaduh seperti sediakala. Rumah mungil tersenyum lega. Tidak ada lagi butir-butir air mata &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; menodainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sore ini di taman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, tiga orang gadis tengah berjalan beriringan, masing-masing membawa es krim coklat vanila yang nikmat. Namun tiba-tiba seorang menghentikan langkahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Eh, tunggu-tunggu. Coba kita berhenti dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aduh Santi, kenapa sich?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Itu ada cowok dari tadi ngeliatin kamu terus. Coba perhatiin deh.” Ketiganya menanggapi kata-kata Santi. Memang pria itu tengah memperhatikan seorang diantara ketiganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Cakep juga tuh cowok. Gimana Nay?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hah, gimana apanya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya gimana menurut kamu? Dia cakep nggak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Oh, kirain. Cakep sih, tapi apa dia punya lesung pipit kaya …. ups sorry keceplosan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sesaat kemudian pria manis itu mendekati ketiga gadis ini. Dan perlahan diulurkan tangannya pada Nayla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hai, boleh kenalan? Namaku Dewa…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Nayla tak segera menjawab. Terpesona oleh lekukan sederhana yang begitu mempesona di pipi pria itu, membuatnya terlihat semakin manis. Memang dunia tak seluas daun kelor. Pria manis itu tidak jauh berada di bumi tempat Nayla berdiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;**The End**&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-2939645181154557217?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/2939645181154557217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-sejuta-melodi-di-bulan-maret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2939645181154557217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2939645181154557217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-sejuta-melodi-di-bulan-maret.html' title='Cerpen : Sejuta Melodi di Bulan Maret'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-5453422115532249128</id><published>2009-01-20T06:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:11:40.168-08:00</updated><title type='text'>Cerpen : Semalam di Pulau Khayalan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;SEMALAM DI PULAU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);font-size:100%;" &gt;KHAYALAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;Teet…tet…tet…&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bel masuk kelas berdentang nyaring memenuhi seantero sekolah. Pada sebuah SMU yang merupakan salah satu SMU faforit di Wonogiri &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Kota&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Anak-anak dengan santai berjalan memasuki ruang kelas masing-masing. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang berjalan bergerombol sembari bergurau, sendirian saja, ada pula yang berdua dengan kekasih, namun tidak sedikit yang terburu-buru karena belum membuat PR. Di pos satpam beberapa anak termasuk aku tengah menikmati ‘sarapan’ dari Pak Herlan, satpam sekolah kami. Setelah beberapa menit, baru kami dibebaskan. Selanjutnya kami akan dipersilakan, atau tepatnya diwajibkan untuk menikmati tujuh macam hidangan berbeda yang tersaji setiap 45 menit. Begitu setiap harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Anak-anak yang lain mempercepat langkahnya, berbeda denganku. Aku berjalan dengan malas. Jam pertama nanti Bu Sonya, guru yang kurang menyenangkan dimata murid-muridnya. Beliau menguasai kelas dengan cara yang keliru saat mengajar. Mengingatkan murid dengan gertakan, pandangan dengan mata melotot, atau bahkan dengan lemparan penghapus. Sehingga kebanyakan murid terutama di kelasku, tenang bukan karena memperhatikan, melainkan karena takut. Sungguh dua jam pelajaran Bu Sonya terbayang-bayang begitu membosankan dibenakku. Saat melewati depan kantin, hampir aku berbelok arah. Tapi langkahku terhenti saat terdengar teguran seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ayla, mau kemana kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Eh, Pak Edo. Ee…e.. mau itu anu, mau ke kelas dong, Pak.” Jawabku gugup. Beliau menatapku curiga. Sebagai seksi kesiswaan, beliau yang paling sering memergoki aku dan teman-temanku membolos terutama di kantin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya sudah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;sana&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;! Bapak tunggu sampai kamu masuk ke ruang kelas kamu.” Yang benar saja? Gagallah rencanaku untuk ‘cabut’ ke kantin. Belum lagi dikelas aku harus mendengar omelan dari Bu Sonya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Seharusnya kamu kasihan pada orang tuamu. Mereka banting tulang mencari uang untuk biaya sekolah kamu. Sedangkan kamu malah seenaknya. Datang terlambat, bahkan kamu juga sering bolos &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Iya, Bu. Saya minta maaf.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Maaf saja tidak cukup. Kamu harus memperbaiki sikap dan kelakuanmu itu. Zaman sekarang ini biaya sekolah mahal. Buku-buku pelajaran apalagi. Coba, apa pernah kamu membuka buku pelajaran yang kamu beli mahal-mahal? Pasti belum, dan hanya kamu gunakan untuk bantal tidur…” dan masih banyak lagi yang beliau katakan. Bagai naskah argumentasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perduli apa dengan mahalnya sekolah atau buku pelajaran. Aku tidak mau tahu dengan itu semua. Toh selama ini aku tidak pernah berniat untuk membeli buku atau tetek bengek lainnya yang berhubungan dengan sekolah. Aku hanya menurut saja pada aturan dan bagaimana seharusnya sebagai seorang siswa. Untuk mahal atau tidaknya itu urusan orang tuaku. Bukankah memenuhi kebutuhan anak merupakan suatu kewajiban bagi mereka. Lagipula untuk seorang direktur sebuah perusahaan ternama macam ayahku, itu semua bukan hal yang berarti. Orang tuaku, mereka juga tidak akan tahu dan tidak akan perduli dengan nilai-nilai mata pelajaranku. Lagipula bila tahu biaya sekolah dan buku mahal, lalu kenapa tidak diringankan? Diskon misalnya. Atau malah tidak bayar sekalian, alias gratis. Dengar-dengar biaya sekolah akan digratiskan, tapi sampai sekarang kami masih saja ditagih biaya ini itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat istirahat pertama di kantin. Aku pesan makanan dan minuman berdua dengan Arini, tapi aku sedikit kaget saat dia menolak. Padahal biasanya kami selalu makan bersama saat istirahat. Katanya dia akan berhemat, uang jajannya akan ditabung untuk membayar buku-buku pelajaran yang sudah sejak lama ditagih oleh bendahara. Entah kenapa aku selalu merasa tidak enak saat mendengar segala hal tentang biaya sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Jadi dari dulu kamu belum bayar?” tanyaku, diikuti anggukan pelan darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku nggak berani minta uang sama orang tuaku, Ay.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kenapa nggak berani?Lagian uang itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; buat bayar sekolah, bukan buat macam-macam. Memangnya orang tua kamu galak banget ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku nggak berani karena aku takut menyusahkan mereka. Mereka sudah bekerja keras banting tulang untuk mencukupi kebutuhanku dan keluarga, tapi masih saja semua itu tak cukup. Ibuku telah menjual cincinnya untuk membayar biaya sekolah tiga bulan kemarin. Sekarang apa lagi yang akan beliau pertaruhkan untuk membayar buku-buku itu, Ay?” dadaku sedikit bergetar mendengar kisah Arini barusan. Getir suaranya terdengar memilukan. Sesulit itukahbaginya dan keluarga untuk membayar biaya sekolah yang selama ini kuanggap begitu enteng?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal ini makanan Arini aku yang bayar. Dia sangat berterima kasih, sedangkan aku masih saja terbayang akan kesulitannya. Mana mungkin tahan bila setiap hari harus puasa di sekolah, dan bagi anak seusia kami pasti banyak godaan untuk membeli barang-barang seperti perbnak pernik yang sebenarnya tidaklah penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bel masuk kelas kembali berbunyi dengan lantangnya. Tapi kami tidak segera beranjak meninggalkan kantin. Berikutnya, jam pelajaran Pak Cipto. Malas benar dengan guru satu itu. Pikirku lebih baik bersantai di kantin. Arini menurut saja aku ajak bolos, lantaran aku menanggung jajannya. Dan perlu diketahui bahwa tidak hanya kami berdua disini. Melainkan beberapa anak yang mulai malas belajar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkumpulnyapun di kantin ini. Diantaranya tiga orang gadis yang duduk dibelakangku. Tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan mereka. Katanya, salah satu teman sekelasnya ada yang memutuskan hubungan dengan sekolah ini dan tidak akan meneruskan perjuangan disini. Ia akan berhenti karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai uang sekolahnya. Padahal anak itu sudah kelas dua, sebentar lagi ia naik ke kelas tiga dan kurang lebih setahun kemudian ia akan mengikuti ujian kelulusan. Ternyata tidak hanya Arini yang mempunyai problem demikian. Selain dia, masih banyak yang kesulitan dan bahkan harus putus sekolah karena mahalnya biaya sekolah dan buku-buku pelajaran. Sungguh aku tidak pernah membayangkan hal demikian sebelumnya. Beruntungnya aku terlahir disebuah keluarga yang mapan. Hingga aku tidak perlu berpusing-pusing lagi memikirkan biaya sekolahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sepulang sekolah aku sempatkan untuk jalan-jalan sebentar. Sudah lama aku tidak ke salon. Rasanya rambutku ini sudah sangat gatal karena hampir sebulan aku bolos cream bath. Tidak ada salahnya memanjatkan diri setelah seharian menghadapi buku-buku pelajaran. Meskipun beberapa jam aku sempat bolos. Di jalan saat lampu merah, pandanganku tertuju pada sekumpulan anak seusiaku yang berpakaian kumal penuh tambalan, dan badannya juga kotor tak terawat. Diantara mereka ada yang membawa kotak semir sepatu, ada pula kotak kayu berukuran lumayan besar yang diberi lubang bulat dan senar yang dikaitkan membujur pada salah satu sisinya menyerupai gitar, dan yang baru datang itu membawa sebuah kantong plastik bekas permen yang digunakannya untuk memungut rupiah demi rupiah saat mengamen. Tak jauh dari sekumpulan remaja &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;malang&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; itu, berbaring seorang anak kecil di depan bangunan bekas kios yang sudah tak terpakai. Tubuhnya kurus kerempeng, wajahnya pucat. Hatiku teriris juga menyaksikan pemandangan itu. Hampir aku keluar dari mobil dan menghampirinya, saat seorang wanita tengah baya mendekati dan menggendongnya, kemudian mereka pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Entah mengapa akhir-akhir ini aku sangat mudah terharu. Aku yang tidak perduli akan keadaan di sekitarku, kini mulai tertarik dengan pemandangan seperti di lampu merah. Aku mulai berpikir, mungkin mereka merupakan suatu gambaran dari kegagalan ‘Tuntas Buta Aksara’. Aku baru sadar, bahwa bagi mereka biaya sekolah sangatlah mahal. Tapi bukankah tidak seharusnya mereka meninggalkan profesi sebagai siswa, dan menyandang profesi baru sebagai pengamen, pengemis, anak jalanan, gelandangan, atau apa saja orang menyebutnya. Dalam hati kecilku muncul suatu tekat untuk mengupayakan masa depan mereka. Sungguh mengejutkan, seorang Ayla yang acuh, tak peduli, dan sering bolos pelajaran, menyimpan harapan demi kemajuan masa depan anak bangsa dan menjadi malaikat bagi banyak anak bernasib kurang baik. Mungkinkah Ayla dapat mewujudkan harapannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Matahari telah tinggi. Sinarnya menerobos masuk lewat lubang bilik kedalam sebuah gubuk reot di bawah jembatan. Gubuk berukuran tak lebih dari 4 x 4 m itu dihuni oleh dua orang gadis berusia kurang lebih 15 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ay, Ayla bangun!” salah satu dari kedua gadis itu membangunkan gadis yang satu lagi. Mengguncang-guncangkan tubuh temannya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ah, Airin?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Baru juga tidur semalam, masa dah lupa sama teman sendiri.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Astaghfirullah…” dielusnya dadanya. Menyadari akan apa yang dialaminya barusan. Sesaat kemudian ia tersadar. “Jadi yang tadi itu cuma mimpi?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Memangnya kamu mimpi apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku jadi anak orang kaya, aku sekolah, naik mobil bagusm keluar masuk salon, bahkan aku sering bolos pelajaran…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Payah kamu. Kalau aku bisa sekolah aku nggak akan bolos.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku juga nggak. Aku dalam mimpi punya harapan untuk bisa bantuin anak-anak jalanan yang lain biar bisa sekolah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Terus, usahamu berhasil?” tanya Airin yang ternyata mereka juga merupakan salah satu bagian dari gambaran kegagalan ‘Tuntas Buta Aksara’. Ayla tak segera menjawab, malah menempeleng kepala Airin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Gara-gara kamu, aku jadi nggak tahu apa aku bisa bikin mereka sekolah lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sesaat mereka terhanyut dalam keheningan, dengan pikiran masing-masing. Mungkin mereka tengah membayangkan mimpi Ayla barusan. Menit berikutnya mereka saling pandang kemudian tertawa lepas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pegimana caranya tuh, gembel bisa sekolah? Mimpi kamu ngaco banget. Lain kali mimpi yang bagusan dikit napa, Ay?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tapi di mimpi tadi, kamu tetep jadi gembel lho. Nggak mampu bayar duit sekolah” mereka tertawa lepas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Pilih beli buku pelajaran perut laper atau beli sepiring gorengan, Rin?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Beli buku, pinter belum tentu laper pasti. Beli gorengan, jelas kenyang tuh.” sekali lagi tawa mereka makin keras, makin lepas. Walau dalam hati terselip sedikit getir kesedihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak dapat dipungkiri. Tuhan telah menggariskan pada mereka demikian. Maka demikian pula yang harus mereka jalani. Dengan lapang, dengan dada yang dibusungkan, dengan senyum yang tetap terkembang, dan dengan keikhlasan, yakin bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi makhluk-Nya. Sesekali Dia memainkan mereka dalam mimpi hingga mereka terbuai. Namun nasib tidak akan berubah secepat pergantian detik, dan tidak pula berubah semudah membalikkan telapak tangan. Biarpun hidup serba kekurangan yang penting bagi mereka adalah sampai sekarang mereka masih diberi kesehatan. Dan mereka madih diberi kesempatan untuk saling melindungi satu sama lain. Dalam dinginnya angin malam yang menerobos lubang-lubang bilik, mereka nikmat kehangatan sebuah persahabatan. Yang sampai kapanpun akan terus terjaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya sudah, ayo siap-siap. Nanti kalau kita telat penjaga TPS keburu datang dan mengusir kita.” kata Arini sembari menggendong keranjang dari anyaman bambu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ayla, jangan bengong! Ayo berangkat!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hah, kemana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;            “Ke sekolah.” lepas lagi tawa mereka.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-family: times new roman;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;**selesai**&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-5453422115532249128?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/5453422115532249128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-semalam-di-pulau-khayalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5453422115532249128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5453422115532249128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-semalam-di-pulau-khayalan.html' title='Cerpen : Semalam di Pulau Khayalan'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-3359805891109672526</id><published>2009-01-20T05:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T06:06:35.804-08:00</updated><title type='text'>Keterampilan Menyimak</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);font-size:180%;" &gt;KETERAMPILAN MENYIMAK&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Oleh  :  Sriyono, S. Pd.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Perkembangan ilmu dan teknologi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam era globalisasi ini banyak menuntut masyarakatnya untuk mampu menyimak berbagai informasi dengan cepat dan tepat, baik melalui berbagai media, radio, televisi, telepon, internet maupun melalui tatap muka secara langsung. Berbagai lembaga baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, untuk memecahkan masalah, sering mendatangkan para pakar yang sesuai dengan bidang informasi yang dibutuhkannya. Pemecahan masalah itu melalui berbagai kegiatan seperti rapat, seminar, diskusi, ceramah, debat, simposium, dsb. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari kita sering pula harus menyimak, berita, cerita, pengumuman, laporan, dan sebagainya. Namun, tidak semua orang mampu menyimak dengan baik, pasdahal kemajuan masyarakat sangat tergantung pada kemampuan menyimak berbagai informasi anggota masyarakatnya. Jika seseorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak mendapatka informasi berarti orang itu meningkatkan pengetahuan, dan banyak pengetahuan berarti meningkatkan daya pikir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berbicara tentang keterampilan menyimak tidak dapat dipisahkan dari keterampilan bahasa yang lain, yaitu keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Keberhasilan seseorang dalam menyimak dapat diketahuai bagaimana penyimak memahami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menyampaikan informasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara lisan maupun tertulis. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cukup kompleks jika penyimak ingin menangkap makna yang sesungguhnya dari simakan yang mungkin tidak seutuhnya tersirat , sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyimak harus berusaha mengungkapkan hal-hal yang tersirat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oleh karena itu, penyimak perlu memiliki pengetahuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan materi simakan, artinya ia harus sering berlatih menyimak. Dengan demikian, berhasil tidaknya keterampilan siswa menyimak tidak lepas dari upaya guru dalam meningkatkan proses pembelajarannya. Hal ini dapat dilihat dari kepentingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keterampilan menyimak terhadap keterampilan bahasa yang lainnya, yakni: (1) keterampilan menyimak merupakan dasar yang cukup penting untuk keterampilan berbicara. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang berbicara harus ada yang menyimak atau sebaliknya, keduanya saling membutuhkan, (2) keterampilan menyimak juga merupakan dasar bagi keterampilan membaca atau menulis, petunjuk-petunjuk disampaikan melalui bahasa lisan . Ini berarti mereka harus menyimak, (3) keterbatasan penguasaan kosakata pada saat menyimak akan menghambat kelancaran membaca dan menulis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Berikut ini diuraikan secara singkat hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran menyimak yaitu: (1) Ciri-ciri penyimak yang baik, (2) Jenis-jenis menyimak, (3) Tahap-tahap menyimak, (4) Faktor yang mempengaruhi menyimak (5) Kendala dalam menyimak, (6)Teknik pembelajaran menyimak, (7) Materi menyimak SMP menurut Kurikulum 2004, (8) Penilaian menyimak.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;h1 style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Ciri-ciri Penyimak yang Baik&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Penyimak yang baik adalah penyimak yang memiliki tiga sikap berikut ini (Suyono dan Kamijan 2002:17).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bersikap objektif terhadap bahan simakan. Penyimak sebaiknya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal di luar kegiatan menyimak, seperti pembicara, ruang, suasana, sarana, dan prasarana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bersikap kooperatif, penyimak harus bersia untuk bekerja sama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Bahan simakan harus komunikatif, berupa konsep, gagasan, dan informasi yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Jenis-jenis Menyimak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Secara garis besar, Tarigan (1983;22) membagi menyimak menjadi dua jenis yakni: (1)menyimak ekstensif dan (2) menyimak intensif.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Menyimak ekstensif ialah proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak radio, televisi, ercakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya.Ada beberapa jenis kegiatan menyimak ekstensif, antara lain: (a)menyimak sekunder yang terjadi secara kebetulan, (b) menyimak sosial yaitu menyimak masyarakat dalam kehidupan sosial, di pasar, di kantor pos, dan sebagainya, (c) menyimak estetika, ersifat apresiatif, dan (d) menyimak pasif, dilakukantanpa upaya sadar. Misalnya, seseorang mendengarkan bahasa daerah, setelah itu dalam kurun waktu dua atau tiga tahun berikutnya orang itu sudah dapatberbahasa daerah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menyimak Intensif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Menyimak intensif ini memiliki ciri-ciri yang harus diperhatikan, yakni: (a) menyimak intensif adalah menyimak pemahaman, (b) menyimak intensif memerlukan konsentrasi tinggi, (c) menyimak intensif ialah memahami bahasa formal, (d) menyimak intesiof diakhiri dengan reproduksi bahan simakan. Jenis-jenis menyimak intensif terdiri atas: (a)menyimak kritis, (b) menyimak konsentratif, (c) menyimak eksploratif, (d) menyimak interogatif, (e) menyimak selektif, dan (f) menyimak kreatif.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Tahap-tahap Menyimak&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Dalam kegiatan menyimak ada tahapan yang harus dilakukan oleh penyimak agar penyimak benar-benar memahami informasi yang disimaknya. Tahapan itu adalah: (a) tahap mendengar, (b) tahap memahami, (c) tahap menginterpretasi, dan (d) tahap mengevaluasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Faktor yang Mempengaruhi Menyimak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Faktor yang mempengaruhi menyimak menurut Hunt dalam Trigan(1990: 97)adalah: sikap, motivasi, pribadi, situasi kehidupan, dan peranan dalam masyarakat. Sementara Logan (dalam Tarigan 1990: 98) mengemukakan bahwa yang mempengaruhi menyimak adalah faktor lingkungan, fisik, psikologios, dan pengalaman. Selain itu, Webb (Tarigan 1990:97) menambahkan bahwa perbedaan jenis kelamin juga mempengaruhi menyimak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Cara Meningkatkan Keterampilan Menyimak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(255, 102, 102);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keterampilan menyimak seperti berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bersikaplah secara positif&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bertindaklah responsif&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Cegahlah gangguan-gangguan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Simaklah dan ungkaplah maksud pembicara&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Carilah tanda-tanda yang akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Carilah rangkuman pembicaraan terlebih dulu&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Nilailah bahan-bahan penunjang&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Kendala dalam Menyimak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Russel dan Black dalam Tarigan (1990: 82-86) ada beberapa kendala dalam menyimak, seperti berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keegosentrisan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keengganan ikut terlibat&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ketakutan akan perubahan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Keinginan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghindari pertanyaan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Puas terhadap penampilan eksternal&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pertimbangan yang prematur&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kebingungan semantik.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Teknik Pembelajaran Menyimak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan menyimak dan agar pembelajarannya menarik, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan  dalam proses belajar mengajar. Teknik-teknik itu antara lain sebagai berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Simak Ulang- Ucap&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Teknik simak-ulang ucap digunakan  untuk memperkenalkan bunyi bahasa dengan pengucapan atau lafal yang tepat dan jelas. Gurui dapat mengucapkan atau memutar rekaman buyi bahasa tertentu seperti fonem, kata, kalimat, idiom, semboyan, kata-kata mutiara, dengan jelas dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan. Teknik ini dapat dilakukan secaea individual, kelompok, dan klasikal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Identifikasi Kata Kunci&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Untuk menyimak kalimat yang panjang siswa perlu mencari kalimat intinya. Kalimat inti itu dapat dicari melalui beberapa kata kunci. Kata kunci itulah yang mewakili pengertian kalimat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Parafrase&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Guru menyiapkan sebuah puisi dan dibacakan atau diperdengarkan. Setelah menyimak siswa diharapkan dapat menceritakab kembali isi puisi tadi dengan kata-katanya sendiri.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Merangkum&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Guru menyiapkan bahan simakan yang cukup panjang. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Materi itu disampaikan secara lisan kepada siswa dan siswa menyimak. &lt;/span&gt;Setelah selesai menyimak siswa disuruh membuat rangkuman.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Identifikasi Kalimat Topik&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Setiap paragraf dalam wacana minimal mengandung dua unsur Yaitu: (a) kalimat tipok, (b) kalimat pengembang. Posisi kalimat topik dapat di awal, tengah, dan akhir.Setelah menyimak paragraf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siswa disuruh mencari kalimat topiknya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Menjawab Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Untuk memahami simakan yang  agak panjang, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang  dapat menggali pemahaman siswa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Bisik Berantai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 255, 153);"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Suatu pesan dapat dilakukan secara berantai. Mulai dari guru membisikkan pesan kepada siswa pertama dan dilanjutkan kepada siswa berikutnya sampai siswa terakhir. Siswa terakhir harus mengucapkannya dengan nyaring. Tugas guru adalah menilai apakah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dibisikkan tadi sudah sesuai atau belum. Jika belum sesuai, bisikan dapat diulangi, jika sudah sesuai bisikan dapat diganti dengan topik yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Menyelesaikan Cerita&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Guru memperdengarkan suatu cerita sampai selesai. Setelah siswa selesai menyimak, guru menyuruh seseorang untuk menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri. Sebelum selesai bercerita, guru menghentikan cerita siswa tadi dan menggantikan dengan siswa lain yang bertugas menyelesaikan cerita kawannya, begitu seterusnya sehingga cerita itu berakhir seperti yang disimaknya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Model  Pembelajaran Menyimak di  SMP&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);" lang="FI"&gt;Berdasarkan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran menurut Kurikulum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2004 untuk SMP, materi pembelajaran keterampilan menyimak adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimak berita,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimak wawancara,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimak laporan perjalanan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimak pidato, dan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimak dialog.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Berikut disajikan contoh model pembelajaran menyimak dengan materi dan teknik penyajiannya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyimak Berita&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berita merupakan kabar atau informasi yang disampaikan kepada orang lain. Penyampaian berita dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis baik langsung atau melalui berbagai media. Untuk pembelajaran menyimak, bahan simakan berita dapat diambil secara langsung dari penutur atau pembicara, diskusi, seminar,dsb., dan dapat pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diambil dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;media radio, televisi, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siswa menyimak, selanjutnya siswa disuruh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menuliskan pokok-pokok berita.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menuliskan isi berita, dan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;memberi tanggapan.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Untuk penilaian menyimak berita, dapat dilihat dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(1) aspek kebahasaan yang terdiri atas indikator (a) nada/irama, (b) diksi, (c) struktur kalimat, dan (2) aspek nonkebahasaannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan indikatiornya: (a) penguasaan topik, (b) keberanian, (c) penalaran, dan (d) gerak/mimik. Masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;indikator diberi nilai/skor.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyimak Wawancara&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Tujuan pembelajaran menyimak wawancara adalah melatih kepekaan siswa dalam menerima atau mencari informasi. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Informasi ini dapat digunakan untuk mendukung keterampilan berbahasa yang lainnya seperti berbicara dan menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pembelajaran menyimak wawancara dapat dilakukan secara langsung atau dari rekaman kaset atau video. Setelah siswa menyimak, siswa ditugasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk memahami isi wawancara itu dengan cara berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 46.35pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mencatat hal-hal yang penting menarik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 46.35pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;melaporkan hal-hal penting dan menarik,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 46.35pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimpulkan isi wawancara.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Penilaian menyimak wawancara ini dapat dilakukan dengan melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuan :&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;!. Aspek kebahasaan : &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;pemahaman isi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;ketepatan penangkapan isi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;ketahanan konsentrasi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek pelaksanaan dan sikap:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menghormati&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menghargai&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kritis&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Masing-masing aspek/indikator diberi nilai/skor yang sudah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyimak Laporan Perjalanan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Laporan dari berbagai kegiatan memiliki ragam dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; bahasa berbeda-beda sesuai dengan jenis atau macam yang dilaporkan. Untuk laporan perjalanan (sesuai dengan Kurikulum 2004) biasanya sangat bersifat subjektif. Oleh karena itu biasanya laporan perjalanan memiliki diksi yang sangat bervariasi menurut pelapornya. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Materi simakan yang disajikan harus dipilih yang menarik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tidak membosankan, sehingga siswa dapat mengikuti alur dan memahami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;isi laporan itu.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyimak, siswa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditugasi (secara individu atau kelompok) untuk:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menuliskan pokok laporan perjalanan,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menuliskan kembali laporan perjalanan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menanggapi laporan perjalanan. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Penilaian menyimak lapora perjalanan dapat dilihat dari :&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek kebahasaan:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;pemahaman isi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kelogisan penafsiran&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;ketahanan keionserntrasi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek pelaksanaan dan sikap:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menghargai&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kesungguhan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kritis&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Masing-masing aspek dan indikator diberi nilai dan skor yang sudah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyimak Pidato&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Menyimak pidato adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi dan juga menambah wawasan. Dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan seseorang akan lebih mampu berpikir dan bertindak.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Materi pidato dapat diambil secara langsung maupun melalui rekaman kaset atau video. Supaya simakan menarik perhatian siswa, sebaiknya materi memiliki persyaratan antara lain: (a) menarik, (b) aktual, (c) bahasanya komunikatif. Setelah siswa menyimak tugas siswa selanjutnya adalah :&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh guru,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menemukan hal-hal yang penting dalam pidato,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimpulkan isi pidato.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Penilaian menyimak pidato ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat dilakukan dengan melihat kemampuan siswa memahami pidato lewat aspek kebahasaan dan nonkebahasaan.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyimak Dialog&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Tujuan menyimak dialog adalah siswa dapat memahami isi dialog baik yang tersurat maupun yang tersirat. Materi simakan dialog&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat diambil secara langsung atau rekaman. Agar menarik perhatian siswa, topik dialog bersifat aktual. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Setelah siswa menyimak dialog, selanjutnya siswa melakukan kegiatan berikut:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;mencatat hal-hal yang penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam dialog,&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyatakan informasi tersrat dalam dialog, &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menyimpulkan isi dialog, dan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;(d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;mengomentari isi dialog dari narasumber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Penilaian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyimak dialog dapat dilakukan dengan melihat kemampuan siswa melalui:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek kebahasaan: &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;pemahaman isi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kelogisan berpikir&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;vokalisasi&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;struktur kalimat&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek pelaksanaan dan sikap:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;menghargai&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;konsentrasi/kesungguhan&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;kritis&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;(d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;penalaran&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Masing-masing aspek dan indikator  diberi nilai dan skor yang sudah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: left; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Depdikbud. 1985. &lt;i&gt;Menyimak dan Pengajarannya&lt;/i&gt;. Jakarta: Universitas Terbuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Depdiknas. 2003. &lt;i&gt;Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jakarta: Depdiknas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;_____.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2004. “Bahasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sastra Indonesia Keterampilan Menyimak”. &lt;i&gt;Bahan Pelatihan&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Terintegrasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berbasis Kompetensi Guru SMP. &lt;/i&gt;Jakarta:Depdiknas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kamijan dan Suyono. 2002. &lt;i&gt;Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Pelajaran Menyimak. &lt;/i&gt;Jakarta: Depdiknas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Nurhadi dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Agus Gerald Senduk. 2003. &lt;i&gt;Pembelajaran Kontekstual dan Penerapan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dalam KBK. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Malang: Universitas Malang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Subyakto N., Sri Utari. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1988. &lt;i&gt;Metodologi Pengajaran Bahasa. &lt;/i&gt;Jakarta:Depdikbud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suyatno. 2004. &lt;i&gt;Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. &lt;/i&gt;Surabaya:SIC.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tarigan, Henry Guntur. 1983.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Menyimak Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 102, 102);" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;: Angkasa.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 28.35pt; text-align: left; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Underwood, Mary. 1989. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Teaching Listening.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(255, 102, 102);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;London&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;: Longman.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;                               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;    &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-3359805891109672526?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/3359805891109672526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/keterampilan-menyimak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/3359805891109672526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/3359805891109672526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/keterampilan-menyimak.html' title='Keterampilan Menyimak'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-1617232344464407754</id><published>2009-01-20T05:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T05:48:59.620-08:00</updated><title type='text'>Anekdot : Melihat Surga Amrozi</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Melihat Surga Amrozi&lt;/span&gt; &lt;/h1&gt;     &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Almarhum Bendul baru seminggu meninggal dunia, oleh malaikat jalan-jalan di akherat guna diperkenalkan dengan lingkungan barunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; Disuatu tempat Bendul melihat orang-orang yang disiksa, dicambuk dan dibakar di atas api neraka.Setelah disiksa mereka mati tapi hidup lagi lalu disiksa lagi. Begitu terus berualng-ulang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; Lalu Bendul lalu bertanya kepada Malaikat. "Wahai Malaikat, tempat apakah itu namanya? dan kenapa mereka disiksa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; "O..itu namanya neraka, tempat orang-orang yang selama hidupnya suka mencuri, berzina, korupsi dan semua perbuatan berdosa lainnya." jawab Malaikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; O..begitu ya...lalu Bendul diajak berjalan lagi untuk melihat tempat penyiksaan yang lain sampai suatu saat Bendul melihat Amrozi CS sedang berada di tempat yang sejuk, indah dan pemandangannya indah sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; Di sana Amrozi CS ditemani wanita-wanita cantik telanjang, diiringi musik nan merdu, di meja dihidangkan makanan yang serba lezat. Lalu dengan sedikit heran Bendul bertanya. "Wahai malaikat tempat apakah itu namanya ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; "O..itu surganya Amrozi !' Jawab malaikat. Kemudian Bendul diajak berjalan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; Tiba-tiba terdengar suara Bom, Bluarrr,,bendul heran tapi masih terdiam,,merekapun berjalan lagi. Sekitar sepuluh menit kemudian terdengar bom lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; Bendulpun bertanya kepada malaikat, "Suara apakah itu wahai Malaikat ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; "O..itu suara bom, setiap sepuluh menit surganya Amrozi kami ledakkan..!!!"&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-1617232344464407754?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/1617232344464407754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/anekdot-melihat-surga-amrozi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1617232344464407754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/1617232344464407754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/anekdot-melihat-surga-amrozi.html' title='Anekdot : Melihat Surga Amrozi'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-5903057478761508319</id><published>2009-01-19T04:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T04:45:22.665-08:00</updated><title type='text'>Morfofonemik Dalam Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;MORFOFONEMIK DALAM BAHASA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;BAB I      PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;A.    Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai tanggung jawab keilmuan kepada peserta didik dalam memberikan kaidah berbahasa yang baik dan benar. Materi pembelajaran yang disajikan hendaknya mencerminkan kazanah bahasa Indonesia yang selaras dan sejalan dengan perkembangan peradaban rakyat Indonesia. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya juga melakukan pengkajian terhadap berbagai persoalan terhadap perkembangan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Salah satu bidang pengkajian bahasa Indonesia yang cukup menarik adalah bidang tata bentukan atau morfologi. Bidang ini menarik untuk dikaji karena perkembangan kata-kata baru yang muncul dalam pemakaian bahasa sering berbenturan dengan kaidah-kaidah yang ada pada bidang tata bentukan ini. Oleh karena itu perlu dikaji ruang lingkup tata bentukan ini agar ketidaksesuaian antara kata-kata yang digunakan oleh para pemakai bahasa dengan kaidah tersebut tidak menimbulkan kesalahan sampai pada tataran makna. Jika terjadi kesalahan sampai pada tataran makna, hal itu akan mengganggu komunikasi yang berlangsung. Bila terjadi gangguan pada kegiatan komunikasi maka gugurlah fungsi utama bahasa yaitu sebagai alat komunikasi. Hal ini tidak boleh terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Salah satu gejala dalam bidang tata bentukan kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki peluang permasalahan dan menarik untuk dikaji adalah proses morfofonemik atau morfofonemis. Permasalahan dalam morfonemik cukup variatif, pertemuan antara morfem dasar dengan berbagai afiks sering menimbulkan variasi-variasi yang kadang membingungkan para pemakai bahasa. Sering timbul pertanyaan dari pemakai bahasa, manakah bentukan kata yang sesuai dengan kaidah morfologi. Dan, yang menarik adalah munculnya pendapat yang berbeda dari ahli bahasa yang satu dengan ahli bahasa yang lain. Fenomena itulah yang menarik bagi kami untuk melakukan pengkajian dan memaparkan masalah morfofonemik ini dalam makalah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;B.    Fokus Permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. Bagaimanakah peristiwa morfofonemik dalam bahasa Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2. Apa saja jenis morfofonemik dalam bahasa Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3. Bagaimanakah kaidah morfofonemik dalam bahasa Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;C.    Kajian Teori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pengertian Morfofonemik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. Proses morfofonemik adalah proses berubahnya suatu fonem menjadi fonem lain sesuai dengan fonem awal kata yang bersangkutan (Zainal Arifin, 2007:8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2. Morfofonemik, disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi atau peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis, baik afiksasi, reduplikasi, maupun komposisi (Abdul Chaer, 2007:194).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3.  Morfofonemik adalah subsistem yang menghubungkan morfologi dan fonologi. Di dalamnya dipelajari bagaimana morfem direalisasikan dalam tingkat fonologi. (Kridalaksana, 2007:183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BAB II    PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;A.    Peristiwa Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Proses morfofonemik adalah peristiwa fonologis yang terjadi karena pertemuan morfem dengan morfem. Proses morfonemik dalam bahasa Indonesia hanya terjadi dalam pertemuan realisasi morfem dasar (morfem) dengan realisasi afiks (morfem), baik prefiks, sufiks, infiks, maupun konfiks (Kridalaksana, 2007:183).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Peristiwa morfonemik dalam bahasa Indonesia dapat kita lihat misalnya pada prefiks me- . Dalam proses afiksasi, prefiks me- tersebut akan berubah menjadi mem-, meny-, meng-, menge-, atau tetap me-, menurut aturan-aturan fonologis tertentu. Istilah “morfofonemis” menunjukkan kaidah yang menyesuaikan bentuk-bentuk alomorf-alomorf yang bersangkutan secara fonemis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;B.   Jenis Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Kridalaksana memerikan perubahan-perubahan fonem yang terjadi akibat pertemuan morfem itu dapat digolongkan dalam sepuluh proses, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. pemunculan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2. pengekalan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3. pemunculan dan pengekalan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4. pergeseran fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;5. perubahan dan pergeseran fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;6. pelesapan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;7. peluluhan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;8. penyisipan fonem secara historis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;9. pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;10. variasi fonem bahasa sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Sedangkan Abdul Chaer membagi perubahan fonem dalam proses morfofonemik ini dalam lima wujud, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. pemunculan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2. pelesapan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3. peluluhan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4. perubahan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;5. pergeseran fonem&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Berbeda dengan kedua ahli bahasa sebelumnya, Zaenal Arifin dan Junaiyah memaparkan peristiwa morfofonemik dari afiks-afiks dan kata bentukan pada afiksasi tersebut. Sehingga munculah morfofonemik pada prefiks meng-, per-, ber-, dan ter- beserta morfofonemik yang terjadi akibat pertemuan afiks-afiks tersebut dengan fonem tertentu pada dasarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;C.   Kaidah Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. Menurut Harimurti Kridalaksana :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;a. pemunculan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Proses morfofonemik yang paling banyak terjadi ialah pemunculan fonem. Fonem yang muncul itu sama tipenya (homorgan) dengan fonem awal dalam morfem dasar. Perubahan morfofonemik semacam itu menimbulkan alomorf-alomorf dari morfem yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1) pemunculan bunyi luncur /y/ pada kata : ketinggiyan, tepi yan, penanti yan&lt;br /&gt;2) pemunculan bunyi luncur /w/ pada kata : kepulau wan, serbu wan, pertoko wan&lt;br /&gt;3) pemunculan /a/ pada penggabungan morfem dasar ayah dan prefiks anda :/ ayahanda/&lt;br /&gt;4) pemunculan /n/ pada pertemuan morfem dasar diri dengan prefiks se-: /sendiri/&lt;br /&gt;5) pemunculan /m/ pada pertemuan morfem dasar barang dengan prefiks se- : /sembarang/&lt;br /&gt;6) pemunculan /m/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /b/, /f/, dan /p/ yang bergabung dengan prefiks me-, pe-, dan pe-an : membeli, memperbarui, memfitnah, pemberian&lt;br /&gt;7) pemunculan /n/ yang terjadi bila morfem dasar diawali oleh konsonan /t/ dan /d/ bergabung dengan /me-/, /pe-/, maupun /pe-an/, contoh : pendengar, mendapat, pendalaman.&lt;br /&gt;8) pemunculan /n/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /c/, dan /j/ yang bergabung dengan prefiks me-, pe-, dan pe-an : mencari, pencuri, pencarian&lt;br /&gt;9) pemunculan /ng/ pada penggabungan morfem dasar yang diawali dengan /g/, /x/, dan /h/ yang bergabung dengan prefiks me-, pe-, dan pe-an : mengkoordinir, penggugat, pengkhususan, penghapus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;b. pengekalan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Proses pengekalan fonem terjadi bila proses penggabungan morfem tidak terjadi apa-apa, baik pada morfem dasar maupun afiks. Morfem dasar dan morfem terikat itu dikekalkan dalam bentuk baru yang lebih konkret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) pengekalan fonem terjadi pada morfem dasar /y/, /r/, /l/, /w/, atau nasal bergabung dengan /me-/, /pe-/, contoh : meyakinkan, peramal, pelempar, pewarna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) pengekalan fonem terjadi bila morfem dasar yang berakhir dengan /a/ bergabung dengan konsonan ke-an, contoh : kerajaan, keadaan, kelamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) Pengekalan fonem terjadi bila afiks ber-, per-, atau ter- bergabung dengan kecuali ajar, anjur, atau yang diwakili konsonan /r/ atau suku kata pertamanya berakhir mengandung /r/ contohnya : bermain, tersalip, pertanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4) Pengekalan fonem terjadi bila afiks se- bergabung dengan morfem dasar, contohnya : searah, seumur, sebutir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;5) Pengekalan fonem terjadi bila afiks –man, -wan, dan –wati bergabung dengan morfem dasar, contohnya : seniman, peragawati, wartawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         c. pemunculan dan pengekalan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Pemunculan dan pengekalan fonem ialah proses pemunculan fonem yang homorgan dengan fonem pertama morf dasar dan sekaligus pengekalan fonem pertama morf dasar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) pemunculan /ng/ dan pengekalan /k/ contohnya : mengkukur, pengkaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) pemunculan /ng/ dan pengekalan /’/ contohnya : mengarang, pengukur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         d. pergeseran fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Pergeseran posisi fonem terjadi bila komponen dari morfem dasar dan bagian dari afiks membentuk satu suku kata. Pergeseran ini dapat terjadi ke depan, ke belakang, atau dengan pemecahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) pergeseran ke belakang : /baik/ + /per-i/  per-ba-i-ki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                                            /bakar/ + /ke-an/  ke-ba-ka-ran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) peregeseran ke depan : /ibu/ + /-nda/   i-bun-da&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) pemecahan suku kata : /gembung/ + /-l-/  ge-lem-bung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                                        /gigi/ + /-r-/   gerigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         e. perubahan dan pergeseran fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Perubahan dan pergesaran posisi fonem terjadi pada proses penggabungan morfem dasar yang berakhir dengan konsonan dengan afiks yang berawal dengan vokal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) perubahan dari fonem /’/ menjadi fonem /k/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contohnya : /me-i/ + /nai’/     me-na-i-ki, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /ke-an/ + /dudu’/    ke-du-du-kan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) perubahan dari fonem /r/ menjadi fonem /l/ pada afiks ber-, per-, dan per-an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contohnya : /ber-/ + /’ajar/    be-la-jar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /per-/ + /’ajar/    pe-la-jar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                       /per-an/ + /’ajar/   pe-la-ja-ran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         f. pelesapan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Proses pelesapan fonem terjadi bila morfem dasar atau afiks melesap pada saat terjadi penggabungan morfem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) pelesapan fonem /k/ atau /h/ terjadi bila morfem dasar yang berakhir pada konsonan tersebut bergabung dengan sufiks yang berasal dari konsonan juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contoh : /’anak/ + /-nda/    ananda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                   /sejarah/ + /wan/   sejarawan  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         g. peluluhan fonem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Proses peluluhan fonem terjadi bila proses penggabungan morfem dasar dengan afiks membentuk fonem baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) peluluhan fonem awal /k/ bila morfem dasar tersebut bergabung digabung dengan afiks /me-/, /me-kan/, /me-i/, /pe-/, dan /pe-an/. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contoh : /me-/ + /karang/   mengarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                   /me-kan/ + /kirim/  mengirimkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                   /me-i/ + /kurang/  mengurangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                   /pe-/ + /karang/  pengarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                  /pe-an/ + kurang/  pengurangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) peluluhan fonem awal /p/ bila morfem dasar tersebut bergabung dengan afiks /me-/, /me-kan/, /me-i/, /pe-/, dan /pe-an/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contohnya : /me-/ + /pilih/  memilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /me-kan/ + /piker/  memikirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /me-i/ + /perang/  memerangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /pe-/ + /pahat/  pemahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /pe-an/ + /putih/  pemutihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) peluluhan fonem /s/ terjadi pada penggabungan dengan afiks /me-/, /me-kan/, /me-i/, /pe-/, dan /pe-an/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Contohnya : /me-/ + /sayur/   menyayur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /me-kan/ + /saksi/  menyaksikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /me-i/ + /sakit/  menyakiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /pe-/ + /susun/  penyusun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                        /pe-an/ + /salur/  penyaluran     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;         h. penyisipan fonem secara historis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Penyisipan terjadi bila morfem dasar yang berasal dari bahasa asing diberi afiks yang berasal dari bahasa asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Contoh : /standar/ + /-isasi/      satndardisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;               /objek/  + /if/   objektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;               /impir/ + /ir/   importir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;          i. pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Pemunculan fonem akibat dari mengikuti pola morfofonemik bahasa asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;          j. variasi fonem bahasa sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Variasi fonem ini mengikuti pola bahasa sumber dan memiliki makna sama dengan bahasa sumber.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt; 2. Menurut Abdul Chaer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Bahasan Abdul Chaer mengenai kaidah morfofonemik dalam bahasa Indonesia pada dasarnya sama dengan pembahasan yang diberikan oleh Kridalaksana. Namun Abdul Chaer hanya memerikan proses morfofonemik ke dalam lima peristiwa, yaitu (1) pemunculan fonem; (2) pelesapan fonem; (3) peluluhan fonem; (4) perubahan fonem; (5) pergeseran fonem.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Lebih jauh Abdul Chaer menegaskan bahwa seperti tampak pada namanya, yang merupakan gabungan dari dua bidang studi yaitu morfologi dan fonologi, atau morfologi dan fonemik, bidang kajian morfonologi atau morfofonemik ini meskipun biasanya dibahas dalam tataran morfologi tetapi sebenarnya lebih banyak menyangkut masalah fonologi. Kajian ini tidak dibicarakan dalam tataran fonologi karena masalahnya baru muncul dalam kajian morfologi, terutama dalam proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Masalah morfofonemik ini terdapat hampir di semua bahasa yang mengenal proses-proses morfologis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt; 3. Menurut Verhaar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Verhaar dalam Asas-Asas Linguistik Umum tidak banyak mengulas morfofonemik ini. Dia hanya menyampaikab bahwa istilah morfofonemis sudah menunjukkan bahwa kaidah tersebut menyesuaikan bentuk alomorf-alomorf yang bersangkutan secara fonemis. Contoh tentang men- dalam morfologi Indonesia, sebelum /m/ dan /b/ menjadi mem- sehingga homorgan dengan fonem pertama bentuk dasar; atau sebelum vokal menjadi /meng-/ sebelum /s/ menjadi /meny-/ dan seterusnya demikian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Lebih lanjut Verhaar menyampaikan bahwa alomorf-alomorf imbuhan men- dalam bahasa Indonesia yang menjadi mem- sebelum /m/ dan /b/, hal itu boleh dipandang sebagai hal fonemis semata-mata,  karena kehomorganan, yaitu homorgan artikulasinya. Pendek kata kaidah morfofonemis adalah fonemis hanya sejauh kaidah tersebut dapat dirumuskan dengan mengacu pada fonem-fonem saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt; 4. Menurut Zaenal Arifin dan Junaiyah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;       Kedua ahli bahasa ini mengelompokkan proses morfofonemik pada afiks-afiks yang mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;a. Morfofonemik Prefiks meng-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Ada tujuh peristiwa morfofonemik pada prefiks meng-, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) Jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /a/,  /i/, /u/, /e/, /o/, /k/, /h/, /x/ bentuk meng- tetap meng-/men-/.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : mengawali, mengikuti, mengubah, mengekor, mengarang, menghitung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) Jika prefiks meng- ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /l/, /m/, /n/, /r/, /y/, atau /w/, bentuk tersebut akan menjadi me-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : melalui, meronta, meyakini, mewariskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) Jika prefiks meng- ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /d/, atau /t/, prefiks tersebut berubah menjadi men-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : mendengar, menulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4) Jika prefiks meng- ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /b/, /p/, atau /f/, prefiks tersebut berubah menjadi mem-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : membawa, memarkir, memfitnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Fonem /f/ berasal dari bahasa asing maka tidak diluluhkan. Pada kata patuhi dan pakai, fonem /p/ luluh. Akan tetapi, peluluhan itu tidak terjadi jika fonem /p/ merupakan bentuk yang mengawali prefiks per- atau dasarnya berawal dengan per- dan pe- tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : mempelajari, memperbincangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;5) Jika prefiks meng- ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /c/, /j/, dan /s/, bentuk meng- berubah menjadi men-, meny-, men-, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya :  mencubit, mencopot, menjadikan, menjajakan, menyapu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;6) Jika prefiks meng- ditambahkan pada dasar yang bersuku satu, bentuk meng- berubah menjadi menge-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : mengetik, mengerem, mengepel, mengebom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;7) Jika verba yang berdasar tunggal direduplikasi, dasarnya diulangi dengan mempertahankan peluluhan konsonan pertamanya. Dasar yang bersuku satu mempertahankan unsur nge- di depan dasar yang direduplikasi. Sufiks (jika ada) tidak ikut direduplikasi, misalnya : menulis-nulis, menari-nari, mengelap-ngelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;b. Morfofonemik Prefiks per-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Ada tiga peristiwa morfofonemik pada prefiks per-, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) Prefiks per- berubah menjadi pe- apabila ditambahkan pada dasar yang dimulai fonem /r/ atau dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;     Misalnya : perasa, peraba, pekerja, peserta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) Prefiks per- berubah menjadi pel- apabila ditambahkan pada bentuk dasar ajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : per- + ajari  pelajari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) Prefiks per- tidak mengalami perubahan bentuk jika bergabung dengan dasar lain di luar kaidah 1 dan 2 di atas.     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : perdalam, perluas, perkaya, perindah, perbaiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;c. Morfofonemik Prefiks ber-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Ada empat peristiwa morfofonemik pada prefiks ber-, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) Prefiks ber- berubah menjadi be- jika ditambahkan pada dasar yang dimulai dengan fonem /r/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Misalnya : beransel, berupa, berenang, berendam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) Prefks ber- berubah menjadi be- jika ditambahkan pada dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : ber + kerja  bekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                      ber + serta  beserta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Bandingkan dengan : ber + karya  berkarya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                                        ber + kurban  berkurban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    dalam kedua kata tersebut prefiks ber tidak berubah karena suku pertamanya tidak berakhir dengan /er/ tetapi /ar/ dan /ur/.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3) Prefiks ber- berubah menjadi bel- jika ditambahkan pada dasar tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : ber + ajar  belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4) Prefiks ber- tidak berubah bentuknya apabila digunakan dengan dasar di luar kaidah 1-3 di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : ber + layar  berlayar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                      ber +main  bermain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                      ber+peran  berperan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;d. Morfofonemik Prefiks ter-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Morfofonemik ter mengalami dua peristiwa morfofonemik yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1) Jika suku pertama kata dasar berakhir dengan bunyi /er/, fonem /r/ pada prefiks ter- ada yang muncul dan ada pula yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : ter + percaya  terpercaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                      ter + cermin  tercermin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2) Di luar kaidah di atas, ter- tidak berubah bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;    Misalnya : ter + pilih  terpilih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;                      ter + bawa  terbawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BAB III   SIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1. Peristiwa morfofenemik pada dasarnya adalah proses berubahnya sebuah fonem dalam pembentukan kata yang terjadi karena proses afiksasi karena pertemuan antara morfem dasar dengan afiks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2. Morfofonemik terdapat pada setiap bahasa yang mengalami proses morfologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3. Morfofonemik adalah peristiwa fonologis yang terjadi pada proses morofologis sehingga dibahas pada bidang morfologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;4. Analisis terhadap peristiwa morfofonemik perlu dilakukan agar dapat diketahui kaidah pembentukan kata yang benar dalam pemakaian bahasa serta dalam upaya memperkaya kasanah bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Arifin, Zainal dan Junaiyah. 2007. Morfologi :Bentuk, Makna, dan Fungsi.    Jakarta:PT Grasindo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta:Rineka Cipta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Verhaar. 2006. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-5903057478761508319?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/5903057478761508319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/morfofonemik-dalam-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5903057478761508319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5903057478761508319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/morfofonemik-dalam-bahasa-indonesia.html' title='Morfofonemik Dalam Bahasa Indonesia'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-9140073204673607682</id><published>2009-01-17T03:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T21:46:49.323-08:00</updated><title type='text'>Cerpen Motinggo Busye: Tuhan dengan Suatu Malam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia"&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="color: rgb(204, 255, 255);" size="5"&gt;Tuhan dengan Suatu Malam&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Maukah kau kawin dengan aku?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kenapa?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku mau kawin,” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan ini ketawa sambil menuangkan teh ke cangkir. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lelaki itu pergi. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Maukah kau kawin dengan aku?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Edan!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Edan? Apa kau kira aku ini edan? Aku mengajak kau sungguh-sungguh!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Dan ketika lelaki itu pergi dari warung itu, diikuti oleh mata perempuan itu sampai di balik penjual-penjual barang lowak, dan perempuan itu berkata kepada perempuan di sebelahnya bahwa lelaki itu sudah gila barangkali. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Mau kau kawin dengan aku?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tidak!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lelaki itu terdiam. Ia benar-benar terdiam mendengarnya. Dipandangnya perempuan itu. Perempuan itu membelah manggis dengan telapak tangannya dan menawarkannya kepadanya. Ia menolak. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku tidak mau manggis. Aku mau kawin,” katanya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Makanlah manggis ini dulu. Nanti kita kawin,” jawab perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Dijamahnya manggis itu satu, tapi ia belum memakannya, &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Minum?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tidak. Mau kau kubawa jalan-jalan? Aku punya uang banyak sekarang. Kemarin aku terima gaji.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ke mana kita jalan-jalan?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ke mana saja kamu suka. Asal jangan ke neraka, “ kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu ketawa dengan riahnya, kemudian meladeni seorang lagi dan kemudian memeriksa tas hijaunya, kemudian menepuk bahu lelaki itu, kemudian keluar dari warung itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Naik becak?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tidak usah. Jalan saja dulu. Kalau kau capek kita naik becak.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lalu mereka jalan. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku pernah melihatmu dulu sering menyanyi di rel-rel kereta api,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ya, dekat Jembatan Kewek,” jawab perempuan itu sambil tertawa dan membetulkan selendangnya, &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Siapa namamu?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Maria,” jawab perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kau Katolik,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ya. Aku masih bisa sembahyang dan hafal lagu-lagu gereja. Kau mau mendengar aku menyanyikan lagu gereja?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lelaki itu terdiam. Dan perempuan itu berpikir sebentar lalu bertanya, “Kau juga Katolik, Mas?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ya.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Siapa nama baptismu?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ignatius,” jawab lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Di mana kau tinggal?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Dekat palang sepur sana di utara,” jawab lelaki itu. Dan perempuan itu merasa riang. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Barangkali namaku yang tepat Maria Magdalena. Aku ingat romo pastor menceritakan hal itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Waktu itu aku menyanyi gereja dekat gereja. Aku habis ditipu oleh lelaki yang tidak mau bayar. Lalu aku sedih. Aku pikir Tuhan tidak kasihan denganku lagi. Sehingga aku merasa ditipu, ditipu, ditipu oleh orang-orang. Lalu aku menyanyi. Nyanyi itu nyanyi missa,” perempuan itu ketawa serak, kemudian menepuk punggung lelaki itu, bertanya, “Kita ke mana?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ke mana saja kamu suka,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tapi semua tempat-tempat itu sudah tutup. Kita bisa ditangkap polisi,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Besok-besokkan bisa. Jadi gimana kata pastor itu. Maukah pastor itu menegurmu?” tanya lelaki itu lagi. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Heran! Heran sekali! Pastor itu mau menegurku dan menanyakan di mana aku belajar lagu itu. Aku menjawab, lagu itu kupelajari di gereja. Aku ikut ibu ke gereja dan tiap missa menyanyi sampai pandai.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Rupa-rupanya,” lalu perempuan itu ketawa geli, “rupa-rupanya pastor itu heran kalau ada perempuan macamku ini bisa menyanyi. Tapi kemudian pastor itu bertanya, siapa namaku. Dan kujawab bahwa namaku Maria. Dan pastor itu menyuruhku insaf. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Aku bilang aku tidak bisa dapat pekerjaan. Dan pastor itu bercerita tentang Maria Magdalena. Kau kan tahu cerita itu bukan? &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Berapa umurmu?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lelaki itu menjawab, “Empat puluh lima.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Sudah tua juga kau ini,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Memang,” jawab lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kau kira aku bisa dimaafkan Yesus seperti Maria Magdalena'?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Maria Magdalena! Itu cerita kudapatkan dari seorang kawanku yang juga Katolik. Dongeng itu akan kuingat selalu. Ya, kisah. di mana seorang pelacur akan dilempari batu oleh semua orang dan Yesus melarangnya,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lalu orang-orang itu berkata, “Bunuhlah wanita jalang itu. Ia wanita berdosa. Lempari dengan batu-batu,” sambung perempuan itu menyambungi cerita lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tapi Yesus bertanya: 'Apa kalian sudah bersih dari dosa? Benarkah begitu ceritanya?” tanya lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ya, ya. Kira-kira begitu. Lalu orang-orang itu menyadari, bahwa mereka pun orang-orang yang berdosa dan setelah dijelaskan Yesus mereka tak jadi melemparinya,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Kemudian perempuan itu bertanya, “Ke mana kita sekarang. Aku capek.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kita naik becak.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Biarlah kita jalan saja,” kata perempuan itu lagi. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kau ini siapa?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ya. Kau!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku orang yang berdosa!” jawab lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku khawatir tadi,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kenapa?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu melepaskan nafasnya sambil ketawa dan mengebut-ngebut selendangnya. Kemudian berkata, “Kaukira kamu ini Yesus.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Laki-laki itu ketawa. Tiba-tiba ia merasa benar-benar senang dengan perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kamu berasal dari mana? “tanya lelaki itu, &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Dari Muntilan,” jawab perempuan itu. “Di Muntilan ada gereja!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku barusan saja membunuh,” kata lelaki itu tiba. “Tapi bukan aku yang berbunuh-bunuhan. Tapi aku percaya, rohku telah membunuh mereka. Atau Tuhan telah membunuh mereka,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu terdiam. Lelaki itu terdiam pula. Kedua-duanya semakin terdiam. Tiba-tiba kedua-duanya sama mengingat Tuhan. Bila kedua-duanya sama mengingat Tuhan, kedua-duanya ingat pada masa kecilnya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kamu mendongeng atau sungguh-sungguh?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Sungguh-sungguh,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Nanti kau bisa ditangkap polisi. Apa polisi tidak tahu kejadian itu?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Barangkali besok polisi tahu.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Besok kau dicari polisi dan ditangkap,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu terdiam, Dalam terdiam ia ingat ayahnya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ayahku setelah membunuh ibuku lalu tertangkap. Biarpun ayah kejam dan aku sayang padanya. Ayahku sayang padaku. Ibu yang jahat,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ayah dihukum sepuluh tahun. Mati di dalam penjara,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kenapa ibumu dibunuhnya?” tanya lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ibu berdosa,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kenapa?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Main-main dengan laki-laki,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Istriku juga demikian. Rumah itu dekat jembatan dekat palang sepur. Aku selama ini bekerja sebagai tukang palang sepur. Sampai sore tadi aku masih malang sepur. Aku bekerja sampai pagi. Aku sudah tahu bahwa istriku main-main. Sudah tiga kali aku diamkan. Akhirnya hilang kesabaranku. Aku tahu lelaki itu masuk jam delapan dan pulang jam dua belas. Dan tadi, aku sudah tidak sabar lagi. Aku batuk-batuk keliling rumah ketika mereka berada di rumahku. Laki-laki itu rupanya tidak berani ke luar, Aku batuk-batuk kecil, Dekat sumur. Lalu aku batuk-batuk besar dekat pintu. Aku berkata keras-keras seperti bercakap-cakap dengan seseorang. Dan aku sendiri yang menjawabnya dengan suaraku: 'Kepung saja rumah ini', kataku seperti bercakap-cakap dengan seseorang. Lalu kukecilkan suaraku dan berkata seperti menjawab: 'Kamu bawa pisau?' Dan aku menjawab: 'Si Paidin bawa golok'. Dan dekat pohon-pohon pisang aku berseru: 'Masuk dari kakus, Paidin', Dan aku lari ke dekat pohon pisang, menjawab suaraku sendiri: 'Biar dulu. Kalau dia berani ke luar pintu kita bunuh saja'. Lalu aku lari ke dekat kamarku. Aku mendengar istriku dan laki-laki itu bertengkar. 'Kau larilah ke luar!' kata istriku. Laki-laki itu tidak berani 'Jangan ribut-ribut. Aku membawa pisau. Bisa kubunuh kau!' dan istriku menjawab: 'Coba kalau kau berani bunuh aku. Kau tidak punya tanggung jawab sebagai lelaki'. Lelaki itu mengancam lagi: 'Jangan berisik. Kucekik kau nanti'. Dan istriku berkata; 'Coba kalau berani. Kau yang kucekik'. istriku rupanya pintar berkelahi. Mereka bergulat. Akhirnya, akhirnya, kudengar dua-duanya merintih. Mereka dua-duanya rupa-rupanya saling bunuh-membunuh,” lelaki itu letih bercerita dan menarik nafas. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kedua-duanya mati?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Mati. Betul-betul mati.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu kemudian berkata, “Kenapa kau lari?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku tidak lari. Aku jijik menginjak rumah itu. Sebab itu aku jalan-jalan. Aku mau menghirup udara. Sekarang giliran kawanku jaga palang sepur,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kau tidak sedih istrimu mati?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;'Tidak.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku memang pernah lihat kau jaga palang. Waktu itu kau lama-lamakan, sehingga orang-orang menggerutu menunggu palang terbuka,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku suka sekali bikin lucu,” kata perempuan itu lagi. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Mereka kini telah berada di depan Gereja Bintaran. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tahu-tahu kita sudah sampai di Gereja Bintaran,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ke mana kita sekarang?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Masuk ke gereja. Sembahyang. Kau mau?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku malu. Pastor sedang tidur barangkali,” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kita ketuk saja pintunya. Kita katakan kita mau sembahyang,” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Tapi aku wanita jalang. Gereja akan kotor.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ah, tak apa.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu berdiri saja. Tapi tangannya kemudian menekan-nekan manggis. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Kau mau manggis?” kata perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku mau sembahyang,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Sudah dua puluh tahun aku tidak masuk-masuk gereja,” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku mau pulang,” kata perempuan itu. “Kau punya uang buat becak aku ke pasar? Aku tadi ada janji sama seorang lelaki,” kata perempuan itu lagi. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Marilah masuk. Yesus telah memaafkan Maria Magdalena. Kenapa kau takut masuk?” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu kemudian berkata, “Sekarang tidak ada lagi orang yang seperti Yesus yang mau memaafkan Maria Magdalena.” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Ada!” kata lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Siapa?” tanya perempuan itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;“Aku!” teriak lelaki itu. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Perempuan itu terkejut amat sangat. Dipandangnya lelaki tinggi itu. Lelaki itu berjanggut seperti Yesus dan dengan gemetar ia menangkap sekilas-sekilas dongeng-dongeng masa kecil dan gambar-gambar Yesus yang pernah dilihatnya. Lalu perempuan itu sangat menggigil, tidak dapat berkata, dan lari, ia lari sekuat-kuatnya melewati jalan-jalan Bintaran, Sayidan dan kemudian masuk pasar. Di warung dengan nafas; mendegap-degap ia berkata, “Aku ketemu Tuhan Yesus. Laki-laki tadi!” &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Orang-orang di warung semua heran, tapi mereka kemudian ketawa. Perempuan itu marah-marah. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Lalu dia bercerita. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Ketika perempuan itu bercerita di warung itu, dalam sebuah gereja, seorang lelaki berjanggut sedang berlutut berdoa, minta ampun atas segala dosa-dosanya. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Ketika itu ia sendiri. Sangat sendiri. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Ia adalah seorang manusia. &lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;TAMAT&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-9140073204673607682?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/9140073204673607682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-motinggo-busye-tuhan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/9140073204673607682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/9140073204673607682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-motinggo-busye-tuhan-dengan.html' title='Cerpen Motinggo Busye: Tuhan dengan Suatu Malam'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-7552436625228764548</id><published>2009-01-17T02:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T03:02:59.398-08:00</updated><title type='text'>Cerpen AA Navis: Tamu yang Datang di Hari Lebaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;Tamu yang Datang di Hari Lebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Sepasang orangtua yang rambutnya telah memutih memandang dari ruang tamu ke jalan raya yang ramai oleh orang orang berbaju indah-indah dan baru. Berjalan kaki, berbendi atau bermobil sebagaimana tradisi setiap lebaran Idul Fitri. Keduanya memandang sambil bergoyang pelan di kursi goyang yang dipisahkan oleh meja kecil bardaun marmar Itali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Rumah kedua orang tua itu bangunan kayu model lama yang berkolong tinggi. Bercat oker yang telah pudar warnanya. Kelihatan ganjil di antara sederetan bangunan bergaya terkini. Mungkin karena sudah terlalu biasa dalam pandangan penduduk kota kecil itu, tak terasa lagi ada keganjilan pada rumah itu. Setiap orang tahu siapa penghuninya. Yaitu Inyik Datuk Bijo Rajo dan Encik Jurai Ameh. Lazimnya orang menyebutnya Inyik dan Encik saja. Inyik dulunya seorang pejuang dan pernah menjadi gubernur. Menurut istilah lama yang kini terpakai lagi, mereka "dikaruniai" enam orang anak. Semua telah jadi orang terpandang di rantau. Pada hari tua yang sudah lama terpakai mereka tinggal dengan sepasang pembantu yang telah puluhan tahun bersamanya. Pembantu yang laki-laki ialah paman Si Dali. Encik berkulit gelap dan bertubuh gemuk. Hampir tidak dapat bergerak seleluasa maunya. Dan Inyik berkulit cerah, tapi tubuhnya ceking. Keduanya sama mengenakan baju yang terindah, meski modelnya sudah kuno. Sambil bergoyang di kursinya sejak tadi Encik bicara sendiri tak henti- hentinya. Mengatakan apa yang lewat di kepalanya. Sedangkan Inyik berbuat yang sama. Dalam hatinya pula. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Kata Encik: "Pada setiap lebaran begini aku mau semua anak-cucuku berkumpul. Aku rindu mereka antri, bertekuk lutut sambil mencium tanganku waktu bersalaman. Seperti anak-cucu presiden di televisi. Terharu aku melihatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Berdiri seluruh bulu romaku. Namun mataku sabak oleh airmata bila ingat aku tidak pernah memperoleh kebahagiaan seperti itu. Padahal, sebetulnya anak-anakku mampu pulang bersama. Yang tak mampu hanya Ruski. Rezkinya memang pas-pasan. Lebih sulit lagi dia tinggal jauh. Di Irian sana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Kalau mau, saudara-saudaranya bisa patungan membiayai yang tidak mampu. Tapi itu tidak pernah terjadi. Rasanya aku tidak salah didik. Aku datangkan guru agama tiga kali seminggu agar mereka menjadi penganut yang tawakal. Tapi mengapa setelah makmur mereka hidup nafsi-nafsian? Setiap lebaran datang luka hatiku kian dalam. Dulu, waktu ayahnya jadi gubernur setiap lebaran mereka bisa berkumpul. Kata mereka, akan apa kata orang nanti bila mereka tidak datang waktu lebaran. Setelah itu mereka tidak lagi datang dengan lengkap. Mengapa? Sama seperti anak-buah Inyik dan pejabat lain. Kalau mereka tidak lagi datang, itu adat dunia masa kini. Dimana padi masak disana pipit berbondong-bondong. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Tapi kalau bagi anak-menantuku tentu tidak berlaku ungkapan itu." Inyik pun berkata dalam hatinya: "Dulu aku pernah baca artikel, kalau tidak salah Ki Hajar yang menulis. Katanya, Idul Fitri hari yang istimewa. Karena pada hari itu setiap orang tanpa pandang usia dan status saling bertemu dan saling memaafkan. Tak ada rasa rendah diri. Tidak ada rasa lebih diri. Tapi kini, setelah Idul Fitri jadi kebudayaan baru, bawahan dan orang miskin yang wajib datang ke penguasa untuk minta maaf. Penguasa akan merasa tidak pantas minta maaf kepada rakyat. Meski kementerengan hidup yang mereka dapat, karena banyak rakyat yang diterlantarkan. Tak tersentuh hati mereka. Paling-paling mereka memberi zakat fitrah senilai satu hari makan untuk satu orang miskin. Kenapa tidak untuk sepuluh atau seratus orang miskin. Atau untuk makan sepuluh atau seratus hari orang miskin?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Kata Encik melanjutkan lamunannya: "Ruski memang keras hati. Pantang meminta-minta. Saudara-saudaranya mau membantu kalau Ruski mau meminta. Kenapa harus menunggu dulu kalau sudah tahu saudara sendiri tidak punya kemampuan? Siapa yang mengajar mereka begitu? Seperti mereka tidak tahu betapa rindunya aku. Si Mael yang paling kaya dari semuanya. Lain perilaku hidupnya. Setiap akhir tahun dia pergi berlibur membawa anak dan isterinya. Ke Amerika atau ke Eropa atau ke Jepang. Tutup tahun ini berkebetulan sama dengan lebaran. Tapi dia tidak pulang. Dia ke Mekkah karena sudah bosan ke kota-kota dunia lainnya. Begitu janjinya kepada anak-anak. "Sambil libur, sambil mencari ridha-Nya." tulisnya dalam surat. Sepertinya menemui ibu-bapa tidak merupakan ridha-Nya. Aneh fahamnya beragama." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Tulisan siapa yang pernah aku baca dulu? Hasan, Roem, Natsir atau siapa, ya? Katanya, Nabi tidak menyuruh orang berpesta untuk merayakan Idulfitri. Melainkan berzakat dan takbiran. Tapi kebudayaan baru menjadikannya lain. Acara takbir dijadikan acara tontonan di lapangan. Pakai musik segala. Takbir bukan lagi ibadah pribadi, melanikan dijadikan pesta dunia dengan biaya milyaran rupiah. Sepertinya uang sebanyak itu tidak lagi berfaedah untuk orang miskin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Sebetulnya Idul Adha tak kurang mulianya. Bahkan lebih. Kewajiban inti pada kedua hari raya itu membantu orang miskin. Pada Idul Fitri memberi zakat firah. Sedangkan pada Idul Adha memberi Qurban senilai seekor kambing." Inyik terbatuk-batuk. Setelah minum sereguk air, renungannya melanjut: "Waktu jadi gubernur dulu, aku mencoba merobah tradisi lama itu. Mengikis keduniawian pada acara ritual itu. Aku minta ulama mengeluarkan fatwanya. Sebagai kepala pemerintahan aku dipojokkan. Kolegaku menyalahkan aku dengan kata-kata durjana: "Biarkan saja agama begitu, asal stabiltas terjamin." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Sabir juga tidak pulang. Katanya, dia harus berlebaran ke rumah menterinya yang baru. Menteri bisa salah sangka kalau dia tidak datang. Aku maklum alasannya. Untuk keamanan jabatannya. Dulu ketika ayahnya jadi gubernur, aku pun dendam jika ada bawahannya tidak datang berlebaran ke gubernuran. Terlambat datang pun jadi pertanyaan dalam hatiku." kata Encik melanjutkan kata hatinya. Dan dia terus merunut satu demi satu alasan anaknya tidak bisa pulang berlebaran. Melani karena tidak mendapat tiket pesawat. Sofi karena suaminya belum bisa kembali dari Eropa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Sedangkan Gafar lain lagi alasannya. Pikiran Inyik masih terus menerawang. Katanya: "Lima tahun jadi gubernur, sesungguhnya tidak cukup waktu untuk merobah tradisi yang usang. Akan tetapi menjadi gubernur lebih lama, akulah yang akan menjadi usang. Kiayi Marzuk mengatakan kepadaku: "Kalau mau jadi pemimpin, teladani Nabi. Nabi diberi waktu dua puluh tiga tahun oleh Tuhan. Ketika berhenti karena umurnya sampai, beliau tetap seperti Muhammad sebelum menjadi Nabi. Tidak kaya raya seperti umumnya diktatur yang berkuasa. Kalaupun punya warisan, semuanya dihibahkan menjadi wakaf untuk umatnya. Itu yang pertama. Kedua, sebagai pemimpin umat umurnya dibatasi Tuhan sampai enampuluh tiga tahun saja. Jika lebih dari itu, kondisi mental dan fisiknya sudah menurun dan terus menurun. Bagaimana nasib umat dibawah pimpinan yang pikun? Dan bagaimana umatnya meneladani perilaku Nabi apabila diakhir hidupnya kepikunan lebih menonjol. Apakah tidak akan terjadi kekacauan pada kehidupan umatnya?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Tiba-tiba Inyik merasa dadanya sesak. Dia mengalaikan kepala ke sandaran kursi. Beberapa saat kemudian dia berdiri. Kursi yang ditinggalkannya terus bergoyang. "Aku lelah, Jurai, Aku mau berbaring dulu." katanya kepada isterinya sambil melangkah dengan gontai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Aku juga." kata Encik hampir tak berdaya. "Rasanya hari lebaran ini terlalu panjang. Coba kalau anak-anak kita disini semua, waktu dirasakan terlalu singkat." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Lama kemudian masih dalam goyangan kursi, pikirannya terus menerawang: "Alangkah anehnya hidup ini. Rasanya aku sudah mendidik anak-anak, supaya menjadi anak yang bersatu kukuh dalam persaudaraan serumpun. Tapi kenapa pada hari tua kita, mereka telah hidup menurut pikiran dan caranya masing-masing. Selagi aku masih hidup mereka tidak lagi berpikiran sama seperti sebelum mereka menjadi apa-apa? Apalagi kalau aku sudah mati. Mungkin mereka akan bercerai-berai." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Goyangan kursi Encik kian lama kian pelan. Lama-lama berhenti sendiri. Menjelang berhenti, dalam penglihatannya beberapa mobil sedan yang mengkilat catnya karena baru, memasuki halaman. Setiap pintu terbuka. Dari setiap pintu keluar semua orang yang dikenalnya. Anak, menantu dan cucunya. Satu demi satu secara khidmat mereka berlutut ketika menyalami, menciumi tangannya dan kemudian memeluk untuk mendekapi pipinya. Persis seperti yang dilakukan anak-cucu presiden dalam tayangan televisi. Kalau masih ada airmatanya tersisa, mungkin akan turun deras melelehi pipinya oleh rasa bahagia. "Tuhan telah mengabulkan doaku. Semua anak-anakku pulang berlebaran. Oh, alangkah indahnya Hari Raya sekali ini. Terima kasih, Tuhan, terima kasih. Terima kasih juga seandainya ini hanya mimpi. Mimpi terakhirku." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Dalam berbaring di bangku tidur yang biasa digunakan pada waktu tidur siang, pikiran Inyik masih terpaut pada waktu ketika di kursi goyang ruang tamu. "Sebenarnya aku ingin jadi gubernur lebih lama. Terutama sekali karena aku tidak melihat ada bawahanku yang mampu menggantikan aku. Meski mereka berpendidikan tinggi, namun nyalinya kecil-kecil. Aku cemas pada nasib negeriku ini bila dipimpin orang-orang seperti itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Tidak diduganya seseorang masuk ke kamar tidurnya. Lalu duduk di kalang-hulunya. Inyik tidak bereaksi, selain heran oleh kedatangan tamu yang tidak dikenal itu. Tamu yang berani-berani saja sudah duduk di bangku tidurnya. Dan bicara tanpa basa-basi. "Sebetulnya aku tidak akan ke sini. Tapi aku mendengar yang kau katakan." Hati Inyik merasa tertusuk oleh kata kau ke alamatnya. Kata yang tidak pernah ada dalam hidupnya diucapkan orang kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Ternyata kau sama saja dengan golonganmu. Tambah tua kian sombong. Sebaiknya kau tahu, bahwa waktu Nabi sampai umurnya, baru separoh jazirah Arab yang Islam. Tetapi dalam masa seratus tahun, para khalifah telah meluaskan wilayah Islam sampai ke Spanyol di barat, sampai ke Pakistan di timur. Maka itu janganlah kau punya pikiran yang berlawanan dengan kodrat alam." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Kodrat alam?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Ya. Karena alam dan kodrat-Nya. Sunnatullah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Lama Inyik terdiam. Tak mampu dia memahami apa yang dimaksud tamunya. Kini disadarinya benar, bahwa memang usia tua membuatnya lamban berpikir, lamban bereaksi. Bahkan pelupa. Tapi berapa sesungguhnya usianya sekarang? "Ah, baru tujuhpuluh usiaku sudah begitu lambannya aku." katanya pada dirinya. Lalu kepada tamunya: "Apa maksudmu?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Dalam peribahasamu ada ungkapan: "Patah tumbuh, hilang berganti. Masa kau lupa." kata tamu itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Pengganti belum tentu sebaik yang digantikan." Inyik menggugat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Tergantung pada perilaku kepemimpinanmu. Kalau kau berkuasa seperti diktator, akan terjadi kekacauan pada ujung kekuasaanmu. Pemimpin pengganti akan didambakan dengan sorak gembira oleh rakyat. Apabila kepemimpinanmu berganti pada kondisi yang baik, kau akan selalu dikenang dengan segala kekaguman oleh rakyat." kata tamu itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;     Inyik merasa tamu itu menguliahinya. Harga dirinya tersinggung. Maunya dia marah. Tapi ada rasa tak berdaya pada dirinya. Dialihkannya pembicaraan. "Engkau ke sini berlebaran, bukan?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Ada sedikit urusan dengan isterimu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Bagaimana dia?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Kursinya tidak bergoyang lagi." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Inyik lama termangu sambil membolak-balik makna ucapan tamu itu. Tiba-tiba dia sadar bahwa tamu itu tidak lain dari Sang Maut. Dia mencoba meraba-raba perasaannya sendiri. Tidak ada perasaan apapun. Karena rasionya yang lebih kuat. Bahwa manusia itu lahir, hidup dan akhirnya mati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Pantarai." desis dalam mulutnya ketika ingat pelajaran sejarah Yunani Kuno pada klas terakhir sekolah menegahnya dulu. "Sudah tiba waktuku kalau begitu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Belum. Belum sekarang." kata tamu itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Kalau waktuku belum akan tiba, aku mau kehadiranku tidak akan menyiksa hidup bangsaku." kata Inyik pula dalam keragu-raguan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;"Tidak. Tidak akan. Karena kau tidak berkuasa lagi." kata tamu yang disangka Inyik sebagai Sang Maut seraya keluar dari kamar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Inyik yang berbaring lemas sendirian di bangku tidurnya masih mendengar samar-samar gema takbiran dari pesawat televisi di ruang tengah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kayutanam, 21 Januari 1998. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-7552436625228764548?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/7552436625228764548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-aa-navis-tamu-yang-datang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/7552436625228764548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/7552436625228764548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/cerpen-aa-navis-tamu-yang-datang-di.html' title='Cerpen AA Navis: Tamu yang Datang di Hari Lebaran'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-2594306708091761835</id><published>2009-01-17T02:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T02:53:06.157-08:00</updated><title type='text'>Soal Lomba Rumpun Mapel Kebahasaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);font-size:130%;" &gt;SOAL  LOMBA  RUMPUN  MAPEL  KEBAHASAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberikan tanda silang pada pilihan jawaban yang tersedia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;1.    Kesehatan  mempunyai  arti  penting  bagi  manusia.  Karena  tubuhnya  sehat,  manusia  dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari.  Bayangkan jika manusia sedang sakit. Manusia  tidak  bisa melakukan apa-apa. Dirinya hanya tidur seharian. Bahkan, seluruh harta benda yang dimilikinya bisa habis untuk biaya pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Simpulan yang tersirat dari paragraf di atas adalah …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    tubuhnya yang sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    pentingnya kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    tidak sedang sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    kesehatan manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;2.    (1)  Akhir-akhir  ini   kita  sering  menyaksikan   berbagai  unjuk  rasa  lewat  media  elektronika.  (2)  Akibatnya   kota  yang  dijadikan  ajang  berunjuk  rasa terganggu kelancaran lalu lintasnya. (3) Penyebab unjuk rasa itu bermacam-macam. (4) Jika unjuk rasa terus menerus terjadi niscaya stabilitas keamanan, yang sangat didambakan akan semakin sulit kita dapatkan.     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kalimat yang berisi pendapat pada paragraf di atas adalah kalimat nomor ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.  (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.  (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.  (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.  (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;3.    “Sudah   saya  katakan  berkali-kali.  Suka mencuri itu  tidak baik. Itu namanya …. Kamu masih membandel dan  tidak  menuruti  kata-kataku.  Awas, kalau terjadi apa-apa denganmu, aku akan …. Tidak akan ikut  bertanggung jawab,”  kata ayahnya dengan marah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Idiom yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada paragraf tersebut adalah ,,,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    angkat tangan dan cuci tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    tangan panjang dan campur tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    panjang tangan dan lepas tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    ringan tangan dan campur tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;4.    (1) Mata Sarkim lalu menyapu ke pemandangan di bawah. (2) Dilihatnya cahaya lampu dan jalan raya yang masih ramai. (3) Mikrolet, metromini, bus kota, dan mobil-mobil pribadi lalu lalang, juga sepeda motor. (4) Orang-orang menyeberang jalan, lalu berkerumun di halte. (5) Juru parkir liar di sekitar Monas memberikan aba-aba dan meniup peluit tak beraturan, metropolitan memang tak pernah tidur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Latar tempat cerpen terebut terjadi ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    di puncak bukit, dibuktikan kalimat  nomor (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    di Jakarta, dibuktikan kalimat  nomor (5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    di jalan raya, dibuktikan kalimat  nomor (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    di halte bus kota, dibuktikan kalimat  nomor (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;5.    Setelah  melihat  hasil  nilai rapornya,  Wulan  merasa  sedih.  Betapa tidak, ia berharap nilai 80  tertulis di rapor. Akan tetapi, yang tertera justru angka 69,  yang cukup satu angka di atas KKM. Ia lalu menulis di buku hariannya. Sabtu, 19 Januari 2008. Aku menangis sejadi-jadinya karena nilai yang kudambakan tidak kudapat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Tanggapan yang logis sesuai tulisan di buku harian tersebut adalah …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Wajar Wulan menangis, tetapi menangis bukan penyelesaian suatu masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Wajar Wulan menangis karena dengan nilai itu ada kemungkinan ia tidak naik kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Seharusnya Wulan tidak perlu menangis sebab menangis menandakan kerapuhan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Seharusnya Wulan tidak menangis sebab  nilai itu sudah pantas untuknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;6.    Korban bencana banjir akibat meluapnya Bengawan Solo yang melanda di beberapa daerah harus segera … ke tempat-tempat yang aman. Hal ini perlu dilakukan mengingat bencana banjir hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan mereda. Bahkan, BMG … bahwa hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi masih akan berlangsung di minggu ini. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar selalu waspada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kata serapan yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dalam paragraf di atas adalah ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    dievakuasi – merelokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    direlokasi – diestimasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    dievakuasi – memprediksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    direnovasi - memfasilitasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;7.    (1) Laba-laba termasuk organisme penghasil sutra yang digunakan sebagai sarang atau menjerat sekaligus menyerang mangsa. (2) Para ilmuwan telah lama berusaha menemukan mengapa sutra laba-laba mempunyai sifat yang luar biasa. (3) Dari sekian jenis sutra laba-laba yang secara intensif diteliti adalah sutra jenis dragline yang mengandung sifat mekanik lebih unggul. (4) Karena laba-laba sukar sekali untuk diternak, hal itu menjadi kendala memproduksi sutra laba-laba secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kalimat yang menyatakan hubungan sebab-akibat terdapat pada  kalimat nomor ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.   (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.   (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.   (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.   (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;8.    Saat ini, saluran televisi lebih banyak menayangkan acara-acara sinetron yang dibumbui dengan kesadisan, kekerasan, asusila, klenik, kejadian-kejadian yang tidak logis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kritik atas masalah tersebut yang tepat adalah ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Sebaiknya acara semacam itu dihentikan saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Itu tontonan yang jelek dan menjijikkan, jangan ditonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Sungguh tidak logis tayangan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Sebaiknya televisi menayangkan tontonan yang lebih mendidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;9.    Meskipun bukan termasuk sehat, kopi memiliki efek yang baik untuk kesehatan gigi. Penelitian terbaru dari negeri capuccino, Italia, menguatkan fakta tersebut. Carlo Pruzzon dari Universitas Ancona menjelaskan, senyawa yang terkandung di dalam kopi menghentikan bakteri yang menempel ke gigi. Senyawa tersebut juga efektif membasmi bakteri yang bisa langsung merusak gigi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Ide pokok paragraf di atas adalah ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Kopi membasmi bakteri pada gigi.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Kopi merupakan minuman yang sehat.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Kopi bisa menyehatkan gigi.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Kopi tidak mengganggu pertumbuhan gigi.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;10.    Penulisan kata sapaan yang tepat terdapat pada kalimat … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Apakah saudara sudah mendaftar?      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Silakan masuk, Saudara!      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Saudara kandungku semua enam orang.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Sidang dipimpin saudara Burhan.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;11.           (l)Sejumlah pemilik gerai mengaku bisa meraih untung lebih besar bila menjual HP bekas. (2)Untuk ponsel bekas yang harga jualnya sekitar Rp1.000.000,00, mereka bisa untung Rp50.000,00 sampai dengan Rp150.000,00. (3)Hal itu berbeda dengan menjual ponsel baru, yang harganya sudah dipatok secara resmi oleh vendornya. (4)Untuk itu, belilah ponsel bekas karena harganya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kalimat sumbang dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (1)           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (2)           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (3)          &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (4)        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;12.    Kalimat berikut ini yang tidak termasuk kalimat berita negatif adalah … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Ayah tidak masuk kerja hari ini karena sakit.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Tim kami belum lolos ke babak semi final.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Beliau memperkenalkan diri di depan kelas.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Kami bukan membaca novel melainkan buku cerpen.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;13.          (1)Pemanfaatan internet untuk dunia bisnis sudah dilakukan banyak orang. (2)Sektor bisnis yang memanfaatkan internet antara lain media massa, hotel, BUMN, lembaga pendidikan, pariwisata, dan restoran. (3)Pemanfaatan internet juga dilakukan oleh dunia perbankan. (4)Perbankan bermaksud memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada nasabahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kalimat yang menyatakan opini pada teks di atas terdapat pada kalimat ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (1)     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (2)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (3)     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (4)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;14.    Penggunaan bentuk polisemi yang tepat terdapat pada kalimat … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Jangan melempari genting dalam suasana genting begini.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Kaki Irfan terasa sakit saat menendang kaki meja di kelas.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Bang Jefri menyimpan sebagian keuntungannya di bank.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Katak, penyu,  dan buaya termasuk jenis hewan ampibi.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;15.     Perhatikan penggalan berita berikut ini dengan baik!       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Partai final Liga Djarum Indonesia 2007 antara PSMS melawan Sriwijaya FC tidak jadi dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Waktunya pun mundur sehari menjadi Minggu, 10 Februari 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;            Pertandingan tersebut dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes didampingi Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) yang juga Ketua Panpel Djoko Driyono, dan Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Selain karena masih dalam suasana berkabung, akibat meninggalnya suporter Persija, stadion di Soreang dianggap paling representatif. Imbauan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya agar laga puncak tidak digelar di Jakarta juga menjadi salah satu pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pernyataan yang tidak sesuai dengan teks berita di atas adalah …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Partai final Liga Djarum Indonesia 2007 akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Februari 2008. Partai final Liga Djarum Indonesia 2007  tersebut akan dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Partai final Liga Djarum Indonesia 2007 tidak jadi dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Mabes Polri dan Polda Metro Jaya  menghimbau agar pertandingan tidak digelar di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Partai final Liga Djarum Indonesia 2007 tidak jadi dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pertandingan tersebut akan ditiadakan karena masalah keamanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Partai final Liga Djarum Indonesia 2007  tersebut akan dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Keputusan tersebut disampaikan oleh Nugraha Besoes selaku Sekjen PSSI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;16.          Ini ide kreatif SMP Negeri 1 Semarang. Pendidikan kejujuran dilakukan lewat upaya informal membangun sikap antikorupsi dan antimumpung. Sebuah koperasi alat-alat tulis dibuka dengan formula swalayan. Mereka dibebaskan untuk membeli, mengambil barang yang dibeli, membayar di tempat yang disediakan, lalu mengambil sendiri uang kembaliannya. Tentu tidak sederhana, karena bukan tidak mungkin akan ada pelanggaran dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;  Suara Merdeka, 8 Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Opini yang tepat berdasarkan tajuk tersebut adalah ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Cara mendidik seperti itu justru akan memberi kesempatan kepada siswa yang bermental korup untuk mengembangkan bakatnya.&lt;br /&gt;b.    Cara mendidik seperti itu justru akan lebih bermakna daripada menggunakan cara berceramah yang akan membosankan siswa.&lt;br /&gt;c.    Cara mendidik seperti itu hanya bisa diterapkan untuk sekolah-sekolah yang sudah maju dan memiliki siswa yang kaya.&lt;br /&gt;d.    Cara mendidik seperti itu tidak mungkin diterapkan di semua sekolah, karena watak setiap anak itu berbeda&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;17.    (1)  Suara bayi melengking miris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(2)  Hatiku pun menangis sedih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(3)  Jutaan nyawa menggelepar lapar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(4)  Di antara erangan gubuk tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(5)  Aku pun hanya bisa diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Berdasarkan puisi tersebut larik yang bermajas sama ditandai nomor ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (2) dan (4)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (1) dan (5)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (2) dan (3)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (2) dan (5)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;18.    Perhatikan penggalan dialog berikut ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;(1) Bahar    : ”Ya, dengan rasa bangga dan dengan hati yang kangen. Bahkan&lt;br /&gt;           sebelum menghembuskan nafas yang terakhir beliau sempat&lt;br /&gt;           memanggil namamu.”&lt;br /&gt;(2) Ahmad    :  ”Har, aku menyesal tidak disamping beliau waktu itu.”&lt;br /&gt;(3) Bahar    :  ”Sudahlah!”&lt;br /&gt;(4) Ahmad    :  ”Aku merasa seperti orang durhaka.”&lt;br /&gt;(5) Bahar    :  ”Ah, itu mengada-ada. Tidak ada pernyataan seperti itu.”&lt;br /&gt;(6) Ahmad    :  ”Ya Allah! Kuatkan hatiku.”&lt;br /&gt;(7) Bahar    :  ”Sudahlah! Mari kita salat bersama!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Bukti bahwa watak tokoh Bahar seorang religius terdapat pada dialog nomor ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (1)       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (3)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (5)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (7)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;19.    Perhatikan cara membuat sate kelinci berikut ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;1.    Sate yang sudah dibakar kemudian diberi bumbu sampai rata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;2.    Daging kelinci dipotong tipis-tipis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;3.    Semua bumbu dihaluskan dan di tumis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;4.    Tusuk daging kelinci dengan tusuk sate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;5.    Bakar daging yang sudah ditusuk sampai masak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Urutan cara membuat sate kelinci  yang benar adalah ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    1 - 2 - 3 - 4 - 5      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    2 - 1 - 3 - 5 - 4      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    2 - 3 - 4 - 5 - 1      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    4 - 3 - 5 - 2 - 1    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;20.    (1)Sudah tiga minggu ini Warman bekerja sebagai kuli di pabrik plastik. (2)Hasrat hatinya untuk melamar Azizah sudah bulat. (3)Upah dari ia bekerja sebagian akan ditabung untuk persiapan pernikahannya kelak. (4)Warman yakin bahwa semua usahanya itu akan mendapat simpati dari wanita pujaan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kata yang mengalami pergeseran makna ameliorasi terdapat pada kalimat ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (1)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (2)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (3)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (4)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;21.    Perhatikan pantun berikut ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pawai itik jalan berbaris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Menuju gerbang tanpa jendela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Duhai adik berparas manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Bolehkah abang tahu namanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Balasan pantun yang tepat atas pantun tersebut adalah ... .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Burung nuri burung belibis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Terbang ke sarang membawa umpan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Hati – hati berkata manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Mohon abang kata yang sopan      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Kawanan itik menginjak ijuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pulang ke kandang dengan induknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Bukan adik hendak merajuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Sungguh abang pandai menggoda      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Anak angsa terbangnya rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Hendak hinggap di batang kayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Rasa hati enggan berpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Ingin berkata hatiku malu      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Jambu biji manis rasanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Merah isi buah semangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Sungguh adik pandai bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Hati senang tiada terkira    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;22.    Setengah jam kemudian … sudah dalam perjalanan ke rumah Ari. Nuraini adik Ari baik sekali.  … berhasil membujuk ayah. … memperbolehkan … pergi bertiga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kata ganti yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    aku, dia, beliau, kami &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;   b.    kami, aku, dia, beliau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    dia, beliau, aku, kami    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    beliau, aku, kami, dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;23.    Pekerjaan Orang Tua Kelas VIII A SMP Bina Praja Medan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;No.    Jenis Pekerjaan    Jumlah      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;1.    Pegawai Negeri Sipil (PNS)    4 orang      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;2.    TNI    2 orang      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;3.    Karyawan    8 orang      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;4.    Pedagang    10 orang      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;5.    Petani    16 orang      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Jumlah    40 orang    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pertanyaan yang jawabannya sesuai isi tabel di atas adalah … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Apa sebabnya orang tua kelas VIII A yang bekerja sebagai petani berjumlah paling banyak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Bagaimana perbandingan antara orang tua yang bekerja sebagai karyawan dengan PNS?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Mengapa orang tua siswa kelas VIII A tidak ada yang bekerja sebagai buruh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Siapa saja yang orang tua siswa yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;24.          (1)Aneka ragam tanaman palawija diharapkan mampu mengisi masa vakum selama petani menunggu musim tanam berikutnya. (2)Sebagian dari mereka menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan makanan ternaknya. (3)Ada yang menanam kacang tanah karena masa panennya lebih cepat dari jenis yang lain. (4)Sementara sebagian lagi menanam kedelai mengingat begitu bagusnya harga jual kedelai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Kata umum yang terdapat pada paragraf di atas terdapat pada kalimat … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    (1)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    (2)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    (3)      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    (4)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;25.          Tidak biasanya Asri memasak masakan sepedas ini. Pelanggan warungnya selalu puas menikmati makan siangnya sesaat setelah tanda rehat pabriknya dibunyikan. Entah lupa karena apa hari itu, sampai ia memberi porsi lebih pada cabe rawitnya. Entah kenapa pula seorang pelanggannya melontarkan kata sepedas itu ke telinganya. Sampai-sampai Asri pingsan karenanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pergeseran makna kata sinestesia dalam paragraf  di atas terdapat pada kalimat … .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;a.    Tidak biasanya Asri memasak masakan sepedas ini.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;b.    Pelanggan warungnya selalu puas menikmati makan siangnya sesaat setelah tanda rehat pabriknya dibunyikan.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;c.    Entah lupa karena apa hari itu, sampai ia memberi porsi lebih pada cabe rawitnya.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;d.    Entah kenapa pula seorang pelanggannya melontarkan kata sepedas itu ke telinganya.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-2594306708091761835?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/2594306708091761835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/soal-lomba-rumpun-mapel-kebahasaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2594306708091761835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/2594306708091761835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/soal-lomba-rumpun-mapel-kebahasaan.html' title='Soal Lomba Rumpun Mapel Kebahasaan'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-5339260954994758485</id><published>2009-01-17T02:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T02:41:10.360-08:00</updated><title type='text'>Model Pembelajaran Mapel Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Sriyono, Mahasiswa Sertifikasi Guru Tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Paradigma pendidikan lama mengenai pembelajaran (proses belajar-mengajar) bersumber dari teori tabula rasa John Locke. Ia mengatakan bahwa pikiran seorang anak adalah seperti kertas kosong putih bersih yang siap menunggu coretan-coretan gurunya. Dengan kata lain, otak seorang anak adalah ibarat botol kosong yang siap diisi dengan segala ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan sang maha guru. Berdasarkan anggapan ini dan asumsi yang sejenisnya, banyak guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;1.    Memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa. Tugas seorang guru adalah memberi. Dan tugas seorang siswa adalah menerima. Guru memberikan informasi dan mengharapkan siswa menghafal dan mengingatnya.&lt;br /&gt;2.    Mengisi botol kosong dengan pengetahuan. Siswa adalah penerima pengetahuan yang pasif. Guru memiliki pengetahuan yang nantinya akan dihafal oleh siswa.&lt;br /&gt;3.    Mengkotak-kotakkan siswa. Guru mengelompokkan siswa berdasarkan nilai dan memasukkan siswa dalam kategori, siapa yang berhak naik kelas, siapa yang tidak, siapa yang bisa lulus dan siapa yang tidak. Kemampuan dinilai dengan ranking dan siswa pun direduksi menjadi angka-angka.&lt;br /&gt;4.    Memacu siswa dalam kompetisi bagaikan ayam aduan. Siswa bekerja keras untuk mengalahkan teman sekelasnya. Siapa yang kuat, dia yang menang. Orang tua pun saling bersaing menyombongkan anaknya masing-masing dan menonjolkan prestasi anaknya bagaikan memamerkan binatang aduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tuntutan dalam dunia pendidikan sudah banyak berubah. Kita tidak lagi bisa mempertahankan paradigma lama tersebut. Sudah saatnya guru harus mengubah cara pandangnya dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Orientasi pengajaran berubah ke pembelajaran, dari teaching ke learning. Guru perlu melakukan model pembelajaran dengan memperhatikan beberapa pokok pikiran sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;1.    Pengetahuan ditemukan, dibentuk, dan dikembangkan oleh siswa. Guru menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa untuk membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar-mengajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;2.    Siswa membangun pengetahuan secara aktif. Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. Siswa tidak menerima pengetahuan dari guru atau kurikulum secara pasif. Siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan struktur kognitif mereka dan membangun struktur-struktur baru untuk mengakomodasi masukan-masukan pengetahuan yang baru. Jadi, penyusunan pengetahuan yang terus-menerus menempatkan siswa sebagai peserta yang aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;3.    Guru perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa. Kegiatan belajar-mengajar harus lebih menekankan pada proses daripada hasil. Setiap orang pasti memiliki potensi. Paradigma lama mengklasifikasikan siswa dalam kategori prestasi belajar seperti penilaian dalam ranking dan hasil-hasil tes. Paradigma lama ini menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang sudah mapan dan tidak dipengaruhi oleh usaha dan pendidikan. Paradigma baru mengembangkan kompetensi dan potensi siswa berdasarkan asumsi bahwa usaha dan pendidikan bisa meningkatkan kemampuan mereka. Tujuan pendidikan adalah meningkatkan kemampuan siswa sampai setinggi yang dia bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;4.    Pendidikan adalah interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa. Kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antarpribadi. Belajar adalah suatu proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan yang lain dan membangun pengertian dan pengetahuan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Walaupun sudah disadari bahwa siswa mendapatkan banyak keuntungan dari diskusi yang mengaktifkan mereka, tidak banyak guru yang melakukannya. Strategi yang paling sering digunakan untuk mengaktifkan siswa adalah melibatkan siswa dalam diskusi seluruh kelas. Tetapi strategi ini tidak terlalu efektif, walaupun guru sudah berusaha dan mendorong siswa untuk berpartisipasi. Kebanyakan siswa terpaku hanya menjadi penonton sementara arena kelas dikuasai oleh hanya segelintir orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa, sehingga siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam interaksi ini, siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka untuk mencintai proses belajar. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa bekerja sama secara gotong royong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Penyajian mata tatar “model pembelajaran” ini  dimaksudkan untuk mengajak guru menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar lebih aktif, kreatif, menyenangkan, dan bermakna dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa Indonesia di kelas. Sekaligus pula membekali guru dalam pemakaian model  pembelajaran kooperatif dan kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Model Pembelajaran Berbasis Cooperative Learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1. Mencari  Pasangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Model pembelajaran “mencari pasangan” dimaksudkan agar siswa mencari pasangan sambil belajar mengenal suatu konsep atau topik yang menyenangkan. Misalnya, pengarang dan karyanya; istilah dan pengertiannya; majas dan contohnya; dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.    Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review (persiapan menjelang tes atau ujian).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.    Setiap siswa mendapat satu buah kartu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3.    Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya, pemegang kartu yang bertuliskan DIPONEGORO akan berpasangan dengan pemegang kartu CHAIRIL ANWAR. Atau pemegang kartu yang berisi nama HB JASIN akan berpasangan dengan pemegang kartu KRITIKUS SASTRA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;4.    Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok. Misalnya, pemegang kartu RIMA akan membentuk kelompok dengan pemegang kartu DIKSI dan MAJAS, sebagai kelompok puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;2. Bertukar Pasangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Model pembelajaran “bertukar pasangan” memberi siswa kesempatan untuk bekerja sama dengan orang lain. Hampir semua topik atau kompetensi dasar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat diajarkan dengan model ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;1.    Setiap siswa mendapatkan satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa melakukan prosedur teknik “mencari pasangan” seperti yang dijelaskan di depan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;2.    Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;3.    Setelah selesai, setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;4.    Kedua pasangan pasangan tersebut bertukar pasangan. Masing-masing pasangan yang baru ini kemudian saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;5.    Temuan baru yang didapatkan dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;3. Berpikir-Berpasangan-Berempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Model pembelajaran Berpikir-Berpasangan-Berempat dikembangkan untuk menciptakan kegiatan pembelajaran gotong royong. Teknik ini memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Keunggulan lain dari model ini adalah optimalisasi partisipasi siswa. Dengan model klasikal yang memungkinkan hanya satu siswa maju dan membagikan hasilnya untuk seluruh kelas, model Berpikir-Berpasangan-Berempat ini memberi kesempatan sedikitnya delapan kali lebih banyak kepada setiap siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;1.    Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;2.    Setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;3.    Siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;4.    Kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat. Siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;5.    Perwakilan kelompok berempat berbagi hasil pekerjaan dengan kelompok lainnya, dengan cara menyajikannya di depan kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;4. Berkirim Salam dan Soal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Model pembelajaran Berkirim Salam dan Soal memberi siswa kesempatan untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka. Siswa membuat pertanyaan sendiri, sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menjawab pertanyaan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya. Kegiatan Berkirim Salam dan Soal cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;1.    Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok yang lain. Guru bisa mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;2.    Kemudian, masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya (Salam kelompok bisa berupa sorak kelompok, misalnya “Hebat ... hebat ... hebat ... sehebat Einsten!, Kami datang untuk belajar bersama-sama ... ya ... ya ... ya!, Ole ... ole ... ole ... terimalah kami /datang bertamu /untuk belajar /kepada Anda, Oke...oke...oke?!, Hai teman-teman /ayo...ayo... ayo/ kita belajar supaya pintar!, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;3.    Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;4.    Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan jawaban kelompok yang membuat soal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;5. Kepala Bernomor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Model pembelajaran Kepala Bernomor memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1.    Siswa dibagi dalam kelompok. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2.    Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3.    Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4.    Guru memanggil salah satu nomor. Siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;6. Kepala Bernomor Terstruktur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Model ini merupakan modifikasi dari Kepala Bernomor. Model ini memudahkan pembagian tugas. Dengan cara ini, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1.    Siswa dibagi dalam kelompok. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;2.    Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya. Misalnya, siswa nomor 1 bertugas membaca soal dengan benar dan mengumpulkan data yang mungkin berhubungan dengan penyelesaian soal. Siswa nomor 2 bertugas mencari penyelesaian soal. Siswa nomor 3 mencatat dan melaporkan hasil kerja kelompok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;3.    Jika perlu (untuk tugas-tugas yang lebih sulit), guru juga bisa mengadakan kerja sama antarkelompok. Siswa bisa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa yang bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa-siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;7. Dua Tinggal Dua Tamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu bisa digunakan bersama dengan Kepala Bernomor. Struktur Dua Tinggal Dua Tamu memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Banyak kegiatan belajar-mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Siswa bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat pekerjaan siswa yang lain. Padahal dalam kenyataan hidup di luar sekolah, kehidupan dan kerja manusia saling bergantung satu dengan yang lainnya. Columbus tidak akan menemukan benua Amerika jika tidak tergerak oleh penemuan Galileo Galilei yang menyatakan bahwa bumi itu bulat. Einsten pun mendasarkan teori-teorinya pada teori Newton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;1.    Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;2.    Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertemu ke dua kelompok yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;3.    Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;4.    Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;5.    Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;8. Jigsaw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Model pembelajaran Jigsaw (gergaji) dikembangkan sebagai metode Cooperative Learning. Model pembelajran ini bisa digunakan dalam pembelajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara bahkan sastra juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;1.    Guru membagi bahan pelajaran yang akan diberikan menjadi empat bagian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;2.    Sebelum bahan pelajaran diberikan, guru memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran untuk hari itu. Guru bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan brainstorming atau curah pendapat ini dimaksudkan untuk mengaktifkan skemata siswa agar lebih siap menghadapi bahan pelajaran yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;3.    Siswa dibagi dalam kelompok berempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;4.    Bagian pertama bahan diberikan kepada siswa yang pertama. Siswa yang kedua menerima bagian yang kedua. Demikian seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;5.    Kemudian, siswa disuruh membaca/mengerjakan bagian mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;6.    Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dibaca/ dikerjakan masing-masing. Dalam kegiatan ini, siswa bisa saling melengkapi dan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;7.    Khusus untuk kegiatan membaca, kemudian guru membagikan bagian cerita yang belum terbaca kepada masing-masing siswa. Siswa membaca bagian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;8.    Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi dalam bahan pelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Model Pembelajaran Kreatif (Creative Learning)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1. Mengarang Beranting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;    Model ini sangat menarik untuk melatih keterampilan siswa dalam menulis atau mengarang. Sangat tepat untuk menerapkan konsep learning sociaty (masyarakat belajar) dalam pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Sejauh pengalaman penulis dalam menerapkan cara ini, ternyata dengan model mengarang secara beranting siswa belajar dengan senang. Ketika karangan itu selesai, lalu dibaca dan dibahas ditemukan beberapa hal yang menarik dalam kaitannya dengan penulisan ejaan, kohesi dan koherensi, logika, diksi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;    Tahapan dalam menerapkan metode ini dapat ditempuh sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;a.    Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok (3-4 kelompok).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;b.    Siswa pertama dalam setiap kelompok mulai menuliskan kalimat pertama. Kemudian dilanjutkan oleh siswa berikutnya, dan seterusnya sampai selesai. Kalimat pertama dapat dibuat oleh guru, yang masing-masing kelompok dapat berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;c.    Tentukan batas waktu dalam kegiatan ini (misalnya 15 menit).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;d.    Setelah semua siswa menyumbangkan kalimatnya dalam karangan bersama ini maka karangan ini harus dibahas segera di kelas. Berikan perbaikan pada kalimat yang salah dan pujian terhadap kalimat atau upaya siswa yang menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;e.    Lanjutkan dengan penugasan kepada siswa untuk mengarang secara individual dengan topik, panjang karangan, waktu mengarang yang ditentukan guru.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;2. Mengamati Gambar dan Bercerita atau Mengarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;    Guru menyiapkan gambar, dapat berupa gambar tunggal atau gambar seri (misalnya 5-8 gambar yang merupakan rangkaian cerita). Kegiatan pertama siswa diminta mengamati, mencari sesuatu di dalam gambar, mengembangkan kosakata dari gambar itu, untuk kemudian menyusunnya menjadi cerita atau karangan. Kegiatan mengamati dan bercerita atau mengarang ini sebaiknya dilakukan secara kelompok agar terjadi diskusi antara mereka. Guru dapat melihat bagaimana keterlibatan siswa dalam diskusi. Jika batas waktu yang ditentukan telah selesai dan siswa sudah siap dengan karangan atau ceritanya, maka saatnya melihat penampilan mereka di depan kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;    Tujuan kegiatan belajar ini untuk mengembangkan keterampilan berbicara atau menulis. Di samping itu diharapkan siswa dapat mengembangkan imajinasinya, berani berpendapat, dan dapat mengaitkan peristiwa pada gambar satu dengan gambar lainnya hingga menjadi satu kesatuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;3. Pengembangan Fantasi Korelatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;    Dalam pengembangan fantasi korelatif, siswa diminta mencari pertautan hubungan antara suatu benda dengan benda lain yang keberadaannya saling melengkapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Contoh: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;    Jika kita berbicara tentang laut maka benda-benda yang harus dihadirkan di dalam ruang angan siswa adalah ombak, buih, gelombang, angin, matahari terbit dan tenggelam, pasir, kapal, perahu, jaring, kail, ikan, nyiur, batu karang, pelabuhan, mercu suar, lelang ikan, burung camar, tamasya, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;    Tujuan pengembangan kreativitas korelatif adalah agar siswa terbiasa untuk melanjutkan atau menambah semaksimal mungkin hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan masalah pokok. Dengan demikian, kemampuan siswa terus berkembang dan mendorong tumbuhnya sikap optimistis. Bila siswa terlatih dalam hal ini, kemampuannya untuk menemukan unsur terkait dan korelatif dalam banyak hal akan semakin terbina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;    Setelah siswa diajak mendaftar kata yang berkaitan dengan tema Laut misalnya, selanjutnya mereka diajak menulis puisi, karangan, cerita, dan sebagainya dengan memanfaatkan kosakata yang diperolehnya dari tema yang ditentukan. Dengan demikian diharapkan mereka menguraikan tema karangan atau cerita lisan yang sesuai atau berkaitan dengan tema yang ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;    Sudah barang pasti kemampuan siswa untuk melakukan kegiatan tersebut harus terus dilatihkan. Sang guru pun harus mau sedikit sibuk memeriksa dan memberi penilaian terhadap hasil kerja siswa. Berikut ini contoh latihan yang dapat dilakukan siswa untuk mengkorelasikan suatu kata.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;4. Pengembangan Fantasi Komplementer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;    Dalam pengembangan fantasi komplementer, siswa diminta untuk menjodohkan atau menambahkan satu kata di depan kata yang telah disediakan sehingga terbentuk satu pasangan kata yang mengandung makna lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;    Dari kata mata, bila ditambahkan  kata di depan atau dibelakangnya akan menjadi rangkaian: mata angin; mata dewa; mata hati; mata rantai; mata-mata; mata sapi; matahari; mata keranjang; mata kaki; sebelah mata; kacamata; dan air mata buaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;    Tujuan membangun fantasi komplementer adalah agar kreativitas siswa berkembang. Dengan cara ini pula, siswa dibiasakan untuk mencoba mengupayakan sekuat tenaga mencari pertalian antara kata dengan kata lain, baik yang bermakna sebenarnya maupun berupa ungkapan, pepatah, atau peribahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;    Lebih daripada itu, dengan cara seperti ini siswa akan terlatih untuk aktif mencari dan akhirnya menemukan sesuatu yang diinginkan jika mau kerja keras sehingga siswa tidak cepat menyerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;5. Pengembangan Fantasi dengan Intonasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;    Pengembangan fantasi dengan intonasi dapat dilakukan pada sebuah kata, kelompok kata, kalimat, bahkan dialog. Model pembelajaran ini diadaptasi dari “Teknik Memberi Isi” yang lazim dilakukan dalam bermain drama. Dengan cara ini, siswa diharapkan memiliki kekayaan batin tentang berbagai perasaan, seperti sedih, senang, puas, terkejut, menyesal, cemas, kecewa, lega, kagum, ragu-ragu, dan sekian banyak lagi perasaan yang timbul guna menanggapi situasi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;    Ucapkanlah kata-kata di bawah ini dengan berbagai intonasi yang menunjukkan perasaan tertentu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;a.    Gila.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;b.    Aduh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;c.    Luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;d.    Aku tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;e.    Kamu pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;    Saat mengucapkan kata itu, perbolehkan siswa secara improvisasi menambahkan kata atau kalimat lain. Apabila dipadukan dengan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai, maka model pembelajaran ini akan menarik dan menyenangkan bagi siswa. Teknik di atas perlu dikembangkan dengan latihan mengucapkan kalimat yang relatif panjang serta ditentukan nada yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Seperti kata pakar pendidikan, John Dewey, sekolah merupakan miniatur masyarakat. Banyak nilai yang didapatkan seorang siswa di dalam ruang kelas akan terbawa terus dan tercermin dalam tindakan orang tersebut dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan asumsi ini, dapat disimpulkan seorang guru mempunyai peranan yang sangat besar untuk ikut membina kepribadian anak didiknya. Sudah saatnya para guru mengevaluasi cara mengajar mereka dan menyadari dampaknya. Sudah tidak masanya lagi guru hanya mengandalkan satu metode, misalnya ceramah dengan sedikit variasi tanya jawab, dan diskusi klasikal. Metode ceramah yang selama ini banyak dipakai guru terbukti tidak efektif untuk mengembangkan kreativitas siswa. Untuk itulah guru perlu melakukan terobosan baru dalam cara mengajar. Guru harus berani mengadakan inovasi pembelajaran dengan menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran baru. Untuk itu guru dapat menerapkan model Cooperative Learning dan mengembangkan model pembelajaran kreatif (Creative Learning) di kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Penerapan Cooperative and Creative Learning di kelas akan membawa dampak terbentuknya semangat kerjasama dan menghasilkan manusia yang bersahabat dengan sesamanya serta kreatif dalam mengatasi masalah. Selain itu, suasana positif yang timbul dari penerapan metode pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran, sekolah, dan gurunya. Dalam pembelajaran yang menyenangkan itu, siswa semakin terdorong untuk belajar dan betah di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;    Selamat berkreasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk mengembangkan kreativitas siswa serta meningkatkan mutu pendidikan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-0O0-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kaswanti Purwo, Bambang. Pokok-Pokok Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdikbud, 1997.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Nursisto. Kiat Menggali Kreativitas. Yogyakarta: Mitra Gama Widya, 2000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Semiawan, Conny, et. al. Memupuk Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah: Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta : Gramedia, 1984.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1848224925617169199-5339260954994758485?l=prabareta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prabareta.blogspot.com/feeds/5339260954994758485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/model-pembelajaran-mapel-bahasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5339260954994758485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1848224925617169199/posts/default/5339260954994758485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prabareta.blogspot.com/2009/01/model-pembelajaran-mapel-bahasa.html' title='Model Pembelajaran Mapel Bahasa Indonesia'/><author><name>PRABAWA ARETA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16858941960307846217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EdYjdLMEvOk/SXXbUVOWN0I/AAAAAAAAAAM/qeJ9kJy3U_M/S220/sri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1848224925617169199.post-3363387352409129433</id><published>2009-01-14T18:18:00.001-08:00</published><updated>2009-01-14T18:24:27.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kurikulum'/><title type='text'>Telaah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoTitle" style="margin-top: 6pt; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;" lang="SV"&gt;PRINSIP DASAR, ORIENTASI, MODEL, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center;" class="MsoSubtitle"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN KURIKULUM&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Berdasarkan program pendidikan tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga mendorong perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Kurikulum bukan hanya berupa sejumlah mata pelajaran, namun meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan sekolah, perpustakaan, karyawan tata usaha, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 42.55pt; text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses activities, and experiences which pupils have under the direction of school, whether in the classroom or not. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kendatipun pandangan tersebut diterima, namun pada umumnya guru-guru tetap berpandangan bahwa kegiatan-kegiatan dalam kelas saja yang termasuk kurikulum, sedangkan kegiatan di luar kelas merupakan nilai edukatif yang diberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh kurikulum itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="SV"&gt;Pandangan tersebut teradopsi dalam kebijakan sistem pendidikan nasional sebagai berik
